Saturday, 19 May 2018

Pedoman Penulisan Huruf Kapital


Pedoman Penulisan Huruf Kapital
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

penulisan huruf kapital

Penulisan huruf kapital merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan pada saat menulis. Penggunaan huruf kapital yang baik dan benar terdapat pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Adapun penggunaan huruf kapital digunakan pada sejumlah hal berikut:

1. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
Contohnya:
(1) Ibu berada di halaman rumah.
(2) Kamu mau pergi kemana?
(3) Saya suka makan daging sapi.

2. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubungan dengan agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk kata ganti untuk Tuhan.
Contohnya:
(1) Islam, (2) Hindu, (3) Quran, (4) Injil, (5) Yang Maha Esa, (6) Rahmat-Nya.
Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf pertama untuk menulis kata, seperti imam, makmum, dosa, puasa, zakat, dan semacamnya.

3. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
Contohnya:
(1) Haji Mahmud Salam, (2) Sultan Syahrir, (3) Nabi Muhammad, (4) Imam Bonjol.
Huruf kapital tidak digunakan untuk huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tida diikuti nama orang.
Contohnya:
(1) Kakek tahun ini akan berangkat haji.
(2) Ia merupakan imam yang bijaksana.
(3) Seorang rosul pastinya merupakan seorang nabi.

4. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.
Contohnya:
(1) Gubernur Jawa Barat, (2) Walikota Ridwan Kamil, (3) Menteri Keuangan, (4) Profesor Soepomo.
Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.
Contohnya:
(1) Presiden Joko Widodo hari ini melantik sejumlah menteri.
(2) Pertemuan tersebut dihadari oleh banyak jenderal.
(3) Rakyat Jawa Barat sebentar lagi akan memilih gubernur.

5. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang.
Contohnya:
(1) Rizki Siddiq Nugraha, (2) Siti Putri Indriani.
Pada nama orang tertentu, huruf kapital tidak digunakan untuk menulis huruf pertama, seperti kata bin, binti, van, boru. Huruf kapital juga tidak digunakan untuk menulis huruf pertama nama orang yang merupakan nama jenis atau satuan ukuran, seperti ampere, volt, diesel, dan semacamnya.

6. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa.
Contohnya:
(1) suku Sunda, (2) bahasa Indonesia, (3) bangsa Indonesia.

7. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
Contohnya:
(1) Tahun Hijriah, (2) Bulan September, (3) Hari Sabtu, (4) Hari Raya Idul Fitri, (5) Proklamasi Kemerdekaan.

8. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama khas dalam geografi.
Contohnya:
(1) Gunung Galunggung, (2) Selat Sunda, (3) Danau Toba, (4) Sungai Cimulu, (5) Asia Tenggara, (6) Kota Tasikmalaya, (7) Kecamatan Tawang.
Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf pertama nama dalam geografi yang tidak khas.
Contohnya:
(1) Ayah pergi ke pantai.
(2) Di desaku terdapat bukit yang tinggi.
(3) Kami setiap hari menyebrangi sungai untuk pergi ke sekolah.

9. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama resmi badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.
Contohnya:
(1) Dewan Perwakilan Rakyat, (2) Undang Undang Dasar 1945, (3) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

10. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama setiap kata termasuk kata ulang sempurna di dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, untuk, atau, dengan, per, oleh, ala, buat, tetapi, setelah, tapi, bagi, kepada, pun, sebelum, tentang, daripada, karena, pada, sampai, tanpa yang tidak terletak pada awal kalimat.
Contohnya:
(1) Saya telah membaca buku Penelitian Pendidikan.
(2) Dia adalah agen surat kabar Priangan.
(3) Tulisan tersebut dimuat dalam majalah Manglé.

11. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, paman, bibi, kakek, nenek yang dipakai sebagai kata ganti dalam kalimat langsung atau sapaan.
Contohnya:
(1) Kapan Ibu berangkat?
(2) Itu apa, Nak?
(3) Surat Bapak sudah saya terima.
Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan atau sapaan yang dipakai pada kalimat tidak langsung.
Contohnya:
(1) Semua adik saya masih sekolah.
(2) Kita harus menghormati ayah dan ibu kita.
(3) Mobil pak camat mogok.

12. Huruf kapital digunakan dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda.
Contohnya:
(1) Terima kasih atas perhatian Anda.
(2) Tahukah Anda bahwa harga bahan bakar dunia akan naik?
(3) Saya tahu bahwa Anda sedang memerlukan bantuan.

Referensi
Tim Pengembang Pedoman Bahasa Indonesia (2016). Pedoman Umum Ejaaan Bahasa Indonesia. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


EmoticonEmoticon