Thursday, 28 June 2018

Daur Air


Daur Air
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

siklus air

Air adalah senyawa penting yang mendukung adanya kehidupan di alam semesta. Tanpa air, manusia, hewan, dan tumbuhan tidak bisa hidup. Adapun ketersediaan air di bumi ini dapat terus terjaga karena adanya kerja alam melalui daur air. Daur air atau disebut juga dengan istilah daur hidrologi berjalan secara sistematis melalui sejumlah proses interaksi antara komponen abiotik di dalam ekosistem.
Daur air adalah salah satu daur biogeokimia yang terjadi di bumi. Daur air adalah daru pergerakan air melalui tiga fase, yakni gas, cari, dan padat di dalam empat lapisan bumi (atmosfer, litosfer, hidrosfer, dan biosfer). Daur air memiliki banyak manfaat, yakni mengatur suhu lingkungan, mengatur perubahan cuaca, menciptakan hujan, dan menciptakan keseimbangan dalam biosfer bumi.
Pada daur air ini, air melalui tujuh (7) proses yang berjalan secara sistematis dan beraturan. Ketujuh proses tersebut dijabarkan sebagai berikut:

1. Evaporasi

Daur Air

Daur air dimulai dengan proses evaporasi. Evaporasi adalah proses penguapan air yang ada di permukaan bumi karena adanya energi panas dari matahari. Air dalam bentuk cair dari beragam sumber, seperti laut, danau, sungai, tanah, dan sebagainya, berubah menjadi uap air dan naik ke atas lapisan atmosfer. Semakin besar energi panas matahari yang sampai ke permukaan bumi, maka laju evaporasi juga akan semakin besar.

2. Transpirasi

Daur Air

Selain berasal dari sumber air langsung, penguapan pada daur air di permukaan bumi juga dapat terjadi pada jaringan tumbuhan. Penguapan semacam ini disebut juga dengan istilah transpirasi. Akar tanaman menyerap air dan mendorongnya ke daun untuk digunakan dalam proses fotosintesis. Air hasil fotosintesis ini kemudian dikeluarkan oleh tanaman melalui stomata sebagai uap air.

3. Sublimasi

Daur Air

Sublimasi berkontribusi dalam pembentukan uap air di udara. Sublimasi adalah proses di mana es berubah menjadi uap air tanpa terlebih dahulu berada pada fase cair. Sumber utama air pada proses sublimasi adalah lapisan es dari kutub utara, kutub selatan, dan es di pegunungan. Pada daur air, sublimasi merupakan proses yang lebih lambat daripada penguapan.

4. Kondensasi

Daur Air

Ketika air menguap menjadi uap air, uap air akan naik ke lapisan atmosfer. Pada ketinggian tertentu, uap air berubah menjadi partikel es yang berukuran sangat kecil karena pengaruh suhu udara yang rendah. Proses ini disebut kondensasi. Partikel-partikel es tersebut akan saling mendekat satu sama lain, bersatu kemudian membentuk awan dan kabut di langit.

5. Presipitasi (pengendapan)

Daur Air

Awan kemudian turun ke permukaan bumi sebagai hujan karena pengaruh angin panas atau perubahan suhu. Jika suhu sangat rendah (di bawah 0 derajat), tetesan air jatuh sebagai salju atau hujan es. Melalui salah satu proses pada daur air ini, air kemudian masuk kembali ke lapisan litosfer.

6. Limpasan

Daur Air

Limpasan adalah proses air mengalir di atas permukaan bumi. Air berpindah dan bergerak menuju tempat yang lebih rendah melalui saluran-saluran air, seperti sungai dan got hingga kemudian masuk ke danau, laut, dan samudra. Pada tahap daur air ini, air masuk ke lapisan hidrosfer.

7. Infiltrasi

Daur Air

Setelah hujan, tidak semua air ikut melalui tahap limpasan. Beberapa di antara air tersebut bergerak jauh ke dalam tanah. Air ini disebut air infiltrasi. Air merembes ke bawah dan menjadi air tanah.


EmoticonEmoticon