Wednesday, 25 July 2018

Buku Teks


Buku Teks
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Buku Teks sebagai sarana pendidikan

Buku teks atau “textbook memiliki padanan kata buku pelajaran” (Echols dan Sadily, 2006, hlm. 584). Menurut Crowther (1995, hlm. 123) buku teks adalah “a book giving instruction in a subject used especially in schools”. Artinya, buku teks adalah buku yang memberikan petunjuk dalam sebuah pelajaran khususnya di sekolah. Menurut Tarigan (1986, hlm. 13) buku teks adalah “buku pelajaran dalam bidang studi tertentu, yang merupakan buku standar, yang disusun oleh para pakar dalam bidang itu untuk maksud-maksud dan tujuan instruksional, yang dilengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang serasi dan mudah dipahami oleh para penggunanya di sekolah”. Muslich (2010, hlm. 50) mengemukakan bahwa buku teks adalah “buku yang dijadikan pegangan siswa pada jenjang tertentu sebagai media pembelajaran (instruksional), berkaitan dengan bidang studi tertentu”.
Berdasar sejumlah pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa buku teks merupakan sekumpulan tulisan yang dibuat secara sistematis oleh pakar dalam bidang masing-masing berisi materi pelajaran tertentu dan telah memenuhi indikator sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan sebelumnya sebagai pegangan pendidik serta alat bantu siswa dalam memahami materi belajar dalam pembelajaran.
Menurut Tarigan (1986, hlm. 29) ada empat unsur atau patokan yang digunakan dalam pengklasifikasian buku teks, yakni:
1. Berdasarkan mata pelajaran atau bidang studi.
2. Berdasarkan mata kuliah bidang yang bersangkutan.
3. Berdasarkan penulisan buku teks.
4. Berdasarkan jumlah penulis buku teks.
Sedangkan menurut Wiranto (dalam Suyatinah, 2001, hlm. 9) jenis-jenis buku teks yang digunakan di sekolah untuk pendidikan dasar dan menengah, antara lain:
1. Buku teks utama, yakni yang berisi pelajaran suatu bidang tertentu yang digunakan sebagai pokok bagi siswa dan guru.
2. Buku teks pelengkap, yakni yang sifatnya membantu, memperkaya, atau merupakan tambahan dari buku teks utama baik yang dipakai siswa atau guru.
Greene dan Petty (dalam Tarigan, 1986, hlm. 20) merumuskan butir-butir penilaian buku teks, sebagai berikut:
1. Buku teks harus menarik minat siswa untuk digunakan.
2. Buku teks harus mampu memberi motivasi kepada siswa yang menggunakan.
3. Buku teks harus memuat ilustrasi yang menarik bagi siswa.
4. Buku teks perlu mempertimbangkan aspek-aspek linguistik sehingga sesuai dengan kemampuan siswa.
5. Buku teks memiliki isi yang utuh dan terpadu.
6. Buku teks harus dapat menstimulasi dan merangsang aktivitas-aktivitas pribadi siswa.
7. Buku teks harus menghindari konsep-konsep yang samar, agar tidak membingungkan siswa.
8. Buku teks harus memiliki sudut pandang yang jelas dan tegas.
9. Buku teks harus mampu memberi pemantapan dan penekanan pada nilai-nilai yang dipelajari.
10. Buku teks harus dapat menghargai perbedaan-perbedaan yang ada pada diri siswa.
Berdasar paparan tersebut, kualitas buku teks dapat dilihat berdasarkan aspek isi/materi, penyajian, grafika, dan aspek kebahasaan. Materi dalam buku teks harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang berdasar pada kurikulum. Materi buku teks diharapkan dapat membuat siswa giat mempelajari kembali, meskipun di luar proses pembelajaran.
Cara menyajikan materi dalam suatu buku teks diharapkan sistematis dan dapat membuat siswa lebih memahami pengetahuan yang sesuai dengan usia perkembangan siswa. Aspek penyajian materi berhubungan erat dengan aspek grafika. Materi dalam buku teks hendaknya diimbangi dengan ilustrasi yang menarik dan sesuai dengan materi sehingga membantu siswa dalam memahami dan berimajinasi tentang suatu pokok bahasan. Pada penyajian materi hendaknya menggunakan bahasa yang mudah dipahami, namun jika memungkinkan penggunaan kata-kata dalam penyajian materi tidak monotondan dikembangkan sesuai jenjang atau tingkatan sekolah siswa.
Tarigan (1986, hlm. 22-23) mengungkapkan bahwa “ilmu pengetahuan dapat dihimpun ke dalam suatu wadah yang selalu tersedia secara permanen dengan pertolongan buku-buku”. Buku teks memberi kesempatan pada pemiliknya untuk menyegarkan kembali ingatan. Bahkan pembacaan kembali dapat pula dipakai sebagai pemeriksaan daya ingat seseorang terhadap hal yang pernah dipelajarinya melalui buku teks. Sarana khusus yang ada dalam suatu buku teks dapat menolong para pembaca untuk memahami isi buku. Sarana seperti skema, diagram, matriks, gambar-gambar ilustrasi, dan sebagainya, berguna dalam mengantar pembaca ke arah pemahaman isi buku.

Referensi
Crowther, J. (1995). Oxford Advance Learner’s Dictionary. New York: Oxford University Press.
Echols, J. M., & Sadily, H. (2006). Kamus Inggris-Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Muslich, M. (2010). Text Book Writing. Jakarta: Ar-Ruzz media.
Suyatinah (2001). Analisis Buku Teks Bahasa Indonesia Sekolah Dasar Kelas II. (Skripsi). Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyarakta.
Tarigan, H. G. (1986). Teknik Pengajaran Keterampilan Berbahasa. Bandung: Penerbit Angkasa.


EmoticonEmoticon