Monday, 23 July 2018

Media Pembelajaran Multimedia

Media Pembelajaran Multimedia
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

multimedia

Multimedia dalam konteks pembelajaran menyajikan informasi yang dapat dilihat, didengar, dan dilakukan, sehingga multimedia sangat efektif untuk menjadi media dalam proses pembelajaran. Sejalan dengan pendapat Warsita (2008, hlm. 36) bahwa “multimedia adalah salah satu media yang menggabungkan semua jenis media yang terdiri atas teks, grafik, foto, video, animasi, musik, narasi, dan lain-lain”. Menurut Vaughan (2011, hlm. 1) “multimedia is any combination of text, art, sound, animation, and video delivered to you by computer or other electronic or digitally manipulated means”. Artinya, multimedia merupakan kombinasi teks, seni, suara, animasi, dan video yang dikirim kepada pengguna oleh komputer menggunakan manipulasi digital atau elektronik. Adanya kombinasi ini diharapkan akan menumbuhkan motivasi dan semangat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.
Multimedia menurut Daryanto (2013, hlm. 53) memiliki karakteristik “(1) memiliki lebih dari satu media yang konvergen, (2) bersifat interaktif, dan (3) bersifat mandiri”. Sejalan dengan pendapat tersebut, Murni (dalam Warsita, 2008, hlm. 155) menyebutkan karakteristik multimedia, yakni “(1) mengoptimalkan seluruh media yang ada, (2) bersifat interaktif, (3) kontrol pada pengguna, dan (4) bersifat terprogram”.
Perkembangan teknologi telah mengubah cara pandang terhadap proses pembelajaran. Pembelajaran bukan hanya bagaimana guru mengajar, tetapi juga melibatkan sumber lain yang digunakan oleh peserta didik untuk belajar secara mandiri. Peranan media menurut Sudjana (2013, hlm. 6), yakni “(1) alat untuk memperjelas bahan pengajaran pada saat guru menyampaikan pelajaran, (2) alat untuk mengangkat atau menimbulkan persoalan untuk dikaji lebih lanjut dan dipecahkan oleh peserta didik dalam proses belajar, dan (3) sebagai sumber belajar bagi peserta didik”. Lebih lanjut, Miarso (2011, hlm. 458) mengemukakan bahwa kegunaan media pembelajaran secara umum adalah “untuk memberikan rangsangan yang bervariasi kepada otak, mengatasi hambatan dalam berkomunikasi, mengatasi keterbatasan fisik di kelas, memungkinkan adanya interaksi langsung dengan lingkungan, membangkitkan minat, dan keseragaman pengamatan peserta didik”.
Multimedia akan sangat membantu guru maupun peserta didik, jika dimanfaatkan dengan baik. Daryanto (2013, hlm. 52) mengemukakan bahwa “multimedia memberikan manfaat, di antaranya adalah proses pembelajaran lebih menarik, lebih interaktif, waktu menjadi lebih efisien, meningkatkan kualitas belajar, dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik”.
Pembelajaran dengan menggunakan multimedia muncul dan berkembang berdasarkan permasalahan dalam penerapan teknologi dalam proses pembelajaran. Pemilihan media pembelajaran yang tepat menjadikan media pembelajaran efektif digunakan. Penggunaan multimedia harus memenuhi beberapa kriteria agar dapat mendapat hasil yang baik dalam proses pembelajaran. Walker dan Hess (dalam Arsyad, 2014, hlm. 219) mengemukakan mengenai kriteria dalam mereview multimedia berdasarkan kualitas, sebagai berikut:
No.
Aspek
Indikator
1.
Kualitas isi dan tujuan
a. Ketepatan
b. Kepentingan
c. Kelengkapan
d. Keseimbangan
e. Minat/perhatian
f. Keadilan
g. Kesesuaian dengan situasi siswa
2.
Kualitas instruksional
a. Memberikan kesempatan belajar
b. Memberikan bantuan untuk siswa
c. Kualitas memotivasi
d. Fleksibilitas instruksional
e. Hubungan dengan program pembelajaran
f. Kualitas sosial interaksi instruksional
g. Kualitas tes dan penilaian
h. Dapat memberi dampak bagi siswa
i. Dapat membawa dampak bagi guru dan pembelajaran
3.
Kualitas teknis
a. Keterbacaan
b. Mudah digunakan
c. Kualitas tampilan/tayangan
d. Kualitas penanganan jawaban
e. Kualitas pengelolaan program
f. Kualitas pendokumentasian.

Adapun kelebihan media pembelajaran multimedia menurut Munir (2012, hlm. 6) antara lain:
1. Memberikan informasi lebih banyak.
2. Bersifat multi sensori karena banyak merangsang indra.
3. Menarik perhatian dan minat.
4. Meningkatkan kualitas penyampaian informasi.
5. Bersifat interaktif.
Di sisi lain, sejumlah kelemahan yang harus diantisipasi dalam penggunaan media pembelajaran multimedia, yakni:
1. Guru harus memiliki keterampilan dan kreativitas dalam merancang multimedia.
2. Memerlukan alat penunjang, seperti komputer.
3. Menuntut keterampilan lebih dari peserta didik untuk dapat mengoperasikan multimedia pada komputer.

Referensi
Arsyad, A. (2014). Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Daryanto (2013). Inovasi Pembelajaran Efektif. Bandung: Yrama Media.
Miarso, Y. (2011). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Munir (2012). Multimedia Konsep dan Aplikasi dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sudjana, N. (2013). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Vaughan, T. (2011). Multimedia: Making It Works. New York: McGraw-Hill.
Warsita, B. (2008). Teknologi Pembelajaran: Landasan & Aplikasinya. Jakarta: Rineka Cipta.


EmoticonEmoticon