Wednesday, 11 July 2018

Model Pembelajaran Gallery Walk (Pameran Berjalan)


Model Pembelajaran Gallery Walk (Pameran Berjalan)
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

gallery walk

Model pembelajaran gallery walk secara bahasa terdiri atas dua kata, yaitu gallery dan walk. Gallery adalah pameran, yaitu kegiatan untuk memperkenalkan produk, karya, atau gagasan kepada khalayak ramai. Sedangkan walk artinya berjalan atau melangkah. Silberman (2006, hlm. 274) mengemukakan gallery walk merupakan “suatu cara untuk menilai atau mengingat dan merayakan apa yang telah siswa pelajari setelah rangkaian pelajaran studi”. Gallery walk memiliki tujuan, yaitu “untuk membangun kerjasama kelompok  dan saling memberi apresiasi dan koreksi dalam belajar” (Ismail, 2011, hlm. 89).
Gallery walk merupakan suatu model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan siswa untuk menemukan pengetahuan baru dan dapat mempermudah daya ingat, karena sesuatu yang ditemukan tersebut dilihat secara langsung. Gallery walk dapat memotivasi keaktifan siswa dalam proses belajar. Sebab bila sesuatu yang ditemukan tersebut berbeda antara satu dengan yang lain, maka dapat saling mengoreksi antara sesama siswa, baik kelompok maupun antar siswa itu sendiri.
Model pembelajaran gallery walk menuntun siswa untuk membuat suatu daftar, baik berupa gambar maupun skema sesuai hal-hal apa yang ditemukan atau diperoleh pada saat diskusi di setiap kelompok untuk dipajang di depan kelas. Setiap kelompok menilai hasil karya kelompok lain yang digalerikan, kemudian dipertanyakan pada saat diskusi kelompok dan ditanggapi. Penggalerian hasil kerja dilakukan pada saat siswa telah mengerjakan tugasnya. Setelah semua kelompok melaksanakan tugasnya, guru memberikan kesimpulan dan klarifikasi sekiranya ada yang perlu diluruskan dari pemahaman siswa.
Menurut Ghufron (2011, hlm. 13) terdapat sejumlah komponen dalam penggunaan model pembelajaran gallery walk, antara lain:
1. Guru sebagai pengajar harus paham betul tentang model pembelajaran gallery walk.
2. Peserta didik, dalam kegiatan belajar mengajarnya harus mempunyai latar belakang yang berbeda-beda.
3. Alat/bahan disiapkan, seperti kertas plano/flip chart, spidol, dan sebagainya.
Menurut Silberman (2006, hlm. 274) langkah-langkah model pembelajaran gallery walk dijabarkan sebagai berikut:
1. Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang terdiri atas 4-6 anggota.
2. Kelompok diberi kertas plano atau flip chart.
3. Tentukan topik atau tema pembelajaran.
4. Setiap kelompok mendiskusikan apa yang ia ambil dari pembelajaran.
5. Hasil kerja kelompok ditempel di dinding atau ditata di tempat yang telah ditentukan.
6. Masing-masing kelompok berputar mengamati hasil kerja kelompok lain dan menempeli dinding dengan daftar-daftar komentar.
7. Perwakilan kelompok menjelaskan setiap apa yang ditanyakan oleh kelompok lain.
8. Siswa melakukan koreksi bersama-sama.
9. Guru bersama siswa melakukan klarifikasi dan menarik kesimpulan.
Adapun kelebihan dan kekurangan penggunaan model pembelajaran gallery walk menurut Ismail (2008, hlm. 90) dijabarkan sebagai berikut:
Kelebihan model pembelajaran gallery walk:
1. Siswa terbiasa membangun budaya kerjasama memecahkan masalah dalam belajar.
2. Terjadi sinergi saling menguatkan pemahaman terhadap tujuan pembelajaran.
3. Membiasakan siswa bersikap saling menghargai dan mengapresiasi hasil belajar kawannya.
4. Mengaktifkan fisik dan mental siswa selama proses belajar.
5. Membiasakan siswa memberi dan menerima kritik.
Kekurangan model pembelajaran gallery walk:
1. Bila anggota kelompok terlalu banyak akan terjadi sebagian siswa bergantung pada siswa lainnya.
2. Guru perlu ekstra cermat dalam memantau dan menilai keaktifan individu dan kolektif.
3. Pengaturan setting kelas yang lebih rumit.

Referensi
Ghufron, M. (2011). Implementasi Metode Gallery Walk dan Small Group Discussion dalam Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Agama Islam Kelas VIII E di SMP Negeri 1 Banyuanyar Probolinggo. (Skripsi). Probolinggo: Universitas Negeri Islam Maulana Malik.
Ismail, A. (2008). Model-Model Pembelajaran Mutakhir. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ismail, S. M. (2011). Strategi Pembelajaran Islam Berbasis PAIKEM. Semarang: Rasail Media Group.
Silberman, M. L. (2006). Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Nuansa.


EmoticonEmoticon