Monday, 9 July 2018

Rubrik Penilaian


Rubrik Penilaian
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

rubrik

Penilaian merupakan salah satu faktor eksternal yang sangat mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Penilaian adalah suatu kegiatan pengukuran, kuantifikasi, dan penetapan mutu pengetahuan siswa secara menyeluruh. “Penilaian harus terintegrasi dalam proses pembelajaran dan menggunakan beragam bentuk” (Hamid, 2011, hlm. 15). Penilaian bertujuan membantu peserta didik mengidentifikasi dan mengetahui kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu prinsip penilaian adalah menyeluruh dan berkesinambungan. Dengan demikian, guru harus menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai dan mencakup semua aspek kompetensi untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. Aspek kompetensi yang dimaksud adalah aspek kognitif (pengetahuan), aspek psikomotor (keterampilan), dan aspek afektif (sikap). Untuk menilai aspek psikomotor siswa salah satu instrumen penilaian yang digunakan adalah rubrik penilaian.
Rubrik penilaian (scoring rubrics) didefinisikan sebagai “deskripsi terperinci tentang tipe kinerja tertentu dan kriteria yang akan digunakan untuk menilainya” (Arends, 2008, hlm. 244). Rubrik adalah pedoman penskoran yang digunakan untuk menilai unjuk kerja siswa berdasarkan jumlah skor dari beberapa kriteria dan tidak hanya menggunakan satu skor saja. Rubrik juga merupakan salah satu assessment alternatif yang dapat digunakan untuk mengukur dan menilai siswa secara komprehensif. Dikatakan komprehensif karena kompetensi siswa tidak hanya dilihat pada akhir proses saja, tetapi juga pada saat proses berlangsung. Maka dari itu, rubrik dapat berfungsi ganda yaitu sebagai penuntun kerja dan sebagai instrumen evaluasi.
Beberapa manfaat rubrik penilaian, di antaranya:
1. Rubrik dapat menjadi pedoman penilaian yang obyektif dan konsisten dengan kriteria yang jelas.
2. Rubrik dapat memberikan informasi bobot penilaian pada tiap tingkatan kemampuan siswa.
3. Rubrik dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih aktif.
4. Siswa dapat menggunakan rubrik untuk menentukan strategi pembelajaran serta mengukur capaian kemampuannya sendiri.
5. Siswa mendapatkan umpan balik yang cepat dan akurat.
6. Rubrik dapat digunakan sebagai instrumen untuk refleksi yang efektif tentang proses pembelajaran yang telah berlangsung.
7. Sebagai pedoman dalam proses belajar maupun penilaian hasil belajar siswa.
Secara umum ada dua tipe rubrik, yaitu rubrik holistik dan rubrik analitik. “Rubrik holistik, yaitu rubrik yang menilai proses secara keseluruhan tanpa adanya pembagian komponen secara terpisah, sedangkan rubrik analitik, yaitu rubrik yang menilai proses secara terpisah dan hasi akhirnya adalah dengan menggabungkan penilaian dari tiap komponen” (Nitko, 1996, hlm. 266). Kedua jenis rubrik tersebut dijelaskan lebih lanjut, sebagai berikut:

1. Analytic rubrics
Analytic rubrics adalah rubrik yang umum digunakan untuk penilaian kinerja siswa. Rubrik ini digunakan untuk melakukan assessment tugas-tugas yang dapat dibagi ke dalam domain atau kriteria yang mana masing-masing kriteria dapat dinilai secara individu. Masing-masing kriteria dapat diberi bobot penilaian sesuai dengan pentingnya dalam mencapai learning outcomes dari tugas tersebut. Elemen dari analytic rubrics dapat dilihat pada matrik berikut:
Kriteria/domain
Nama Tugas
Nilai masing-masing kriteria
Level kinerja 1
Level kinerja 2
Level kinerja ... n
Skor/nilai
Skor/nilai
Skor/nilai
Kriteria 1
Deskripsi 1.1
Deskripsi 1.2
Deskripsi 1.n

Kriteria 2
Deskripsi 2.1
Deskripsi 2.2
Deskripsi 2.n

Kriteria ... n
Deskripsi n.1
Deskripsi n.2
Deskripsi n.n


Total nilai

Keterangan: skor/nilai diberikan secara numerik dan dapat dengan kisaran 1-10 atau 1-100 tergantung tingkat ketelitian dan akurasi yang diinginkan pada setiap kriteria.

Elemen analytic rubrics dapat ditambahkan bobot penilaian masing-masing kriteria seperti berikut:
Kriteria/
domain
Nama Tugas
Bobot nilai per kriteria
Hasil penilaian per kriteria
Level kinerja 1
Level kinerja 2
Level kinerja ... n
Skor/nilai
Skor/nilai
Skor/nilai
Kriteria 1
Deskripsi 1.1
Deskripsi 1.2
Deskripsi 1.n
%

Kriteria 2
Deskripsi 2.1
Deskripsi 2.2
Deskripsi 2.n
%

Kriteria ... n
Deskripsi n.1
Deskripsi n.2
Deskripsi n.n
%


Total nilai

Keterangan: skor/nilai diberikan secara numerik dan dapat dengan kisaran 1-10 atau 1-100 tergantung tingkat ketelitian dan akurasi yang diinginkan pada setiap kriteria.

Contoh rubrik analitik (deskriptif) untuk penilaian presentasi siswa, disajikan sebagai berikut:
Kriteria/ dimensi
Presentasi Siswa
Nilai masing- masing kriteria
Sangat baik
Baik
Cukup
Kurang
Sangat kurang
Skor >80
(61-80)
(41-60)
(21-40)
<20 p="">
Organisasi
Kriteria 1.1
Kriteria 1.2
Kriteria 1.3
Kriteria 1.4
Kriteria 1.5

Isi
Kriteria 2.1
Kriteria 2.2
Kriteria 2.3
Kriteria 2.4
Kriteria 2.5

Gaya presentasi
Kriteria 3.1
Kriteria 3.2
Kriteria 3.3
Kriteria 3.4
Kriteria 3.5


Total nilai

Keterangan:
Kriteria 1.1: Terorganisasi dengan menyajikan fakta yang didukung oleh contoh yang telah dianalisis sesuai konsep.
Kriteria 1.2: Terorganisasi denga baik dan menyajikan fakta yang meyakinkan untuk mendukung kesimpulan-kesimpulan.
Kriteria 1.3: Presentasi mempunyai fokus dan menyajikan beberapa bukti yang mendukung kesimpulan-kesimpulan.
Kriteria 1.4: Cukup fokus, namun bukti kuran mencukupi untuk digunakan dalam menarik kesimpulan.
Kriteria 1.5: Tidak ada organisasi yang jelas. Fakta tidak digunakan untuk mendukung pernyataan.
Kriteria 2.1: Isi mampu menggugah pendengar untuk mengembangkan pikiran.
Kriteria 2.2: Isi akurat dan lengkap. Para pendengar menambah wawasan baru tentang topik tersebut.
Kriteria 2.3: Isi secara umum akurat, tetapi tidak lengkap. Para pendengar bisa mempelajari beberapa fakta yang tersirat, tetapi mereka tidak menambahkan wawasan baru tentang topik tersebut.
Kriteria 2.4: Isinya kurang akurat, karena tidak ada data faktual, tidak menambah pemahaman pendengar.
Kriteria 2.5: Isinya tidak akurat atau terlalu umum. Pendengar tidak belajar apapun atau kadang menyesatkan.
Kriteria 3.1: Berbicara dengan semangat, menularkan semangat dan antusiasme pada pendengar.
Kriteria 3.2: Pembicara tentang dan menggunakan intonasi yang tepat, berbicara tanpa bergantung pada catatan, dan berinteraksi secara intensif dengan pendengar. Pembicara selalu kontak mata dengan pendengar.
Kriteria 3.3: Secara umum pembicara tenang, tetapi dengan nada yang datar dan cukup sering bergantung pada catatan. Kadang-kadang kontak mata dengan pendengar diabaikan.
Kriteria 3.4: Berpatokan pada catatan, tidak ada ide yang dikembangkan di luar catatan, suara monoton.
Kriteria 3.5: Pembicara cemas dan tidak nyaman, serta membaca berbagai catatan daripada berbicara. Pendengar sering diabaikan. Tidak terjadi kontak mata karena pembicara lebih banyak melihat ke papan tulis atau layar.

2. Holistic rubrics
Holistic rubrics atau rubrik holistik digunakan bila ada kesulitan atau tidak memungkinkan adanya pembagian penilaian suatu tugas ke dalam kriteria terpisah. Ini dapat terjadi karena adanya kriteria saling berkaitan dan tumpang tindih satu dengan lainnya. Seperti halnya tugas kreatif yang kompleks yang mana pengerjaannya dapat didekati dengan ragam cara oleh siswa dan tugas tersebut tidak dapat sulit dibagi ke dalam komponen atau kriteria penilaian. Untuk itu, dibuat penilaian holistik terhadap kinerja siswa. Pada rubrik holistik capaian diartikulasikan ke dalam pernyataan deskriptif.
Elemen dari holistik rubrik dapat dilihat pada matriks berikut:
Nama Tugas:
Grade Capaian
Skor/Nilai
Deskripsi dan Grade Capaian
Grade 1
Nilai Grade 1
Deskripsi Grade 1
Grade 2
Nilai Grade 2
Deskripsi Grade 2
Grade 3
Nilai Grade 3
Deskripsi Grade 3
Grade ... n
Nilai Grade ... n
Deskripsi Grade n

Keterangan: skor/nilai diberikan secara numerik dan dapat dengan kisaran 1-10 atau 1-100 tergantung tingkat ketelitian dan akurasi yang diinginkan pada setiap kriteria.

Contoh rubrik holistik untuk penilaian esai, sebagai berikut:
Nama Tugas: Esai
Grade Capaian
Skor/Nilai
Deskripsi Capaian
Sangat baik
80-100
Esai sangat menarik perhatian karena mengandung wawasan yang luas dengan gaya tulisan yang matang. Esai ini fokus dan diorganisasi secara baik serta elaborasi luas menggunakan pilihan contoh-contoh yang benar dan rujukan yang tepat. Tulisan menggunakan kata-kata dan kalimat yang efektif dan memenuhi dengan sangat baik aturan tata bahasa Indonesia.
Baik
65-79
Esai menarik perhatian karena mengandung alasan-alasan atau rasional yang baik dan jelas. Secara umum esai ini fokus dan mengandung ide-ide berkembang serta menggunakan pilihan contoh-contoh yang benar dengan rujukan yang tepat. Kalimat dibangun dengan pilihan kata-kata untuk berkomunikasi secara jelas dengan pembaca. Tata bahasa penulisan telah mendapat perhatian yang baik.
Cukup
55-64
Esai menarik perhatian karena mengandung alasan-alasan atau rasional memadai dan fokus disertai contoh-contoh dengan rujukannya yang mencukupi. Struktur kalimat dengan pilihan kata-kata yang memadai untuk berkomunikasi dengan pembaca. Tata bahasa penulisan perlu mendapat perhatian lebih baik.
Kurang
45-54
Esai kurang menarik perhatian karena mengandung alasan-alasan atau rasional yang kurang mencukupi serta kurangnya contoh-contoh untuk dapat meyakinkan pembaca. Struktur kalimat yang kurang baik dengan pilihan kata-kata yang kuran memadai untuk berkomunikasi dengan pembaca. Tata bahasa penulisan perlu mendapatkan perhatian lebih baik.
Sangat Kurang
<45 p="">
Esai sangat kurang menarik perhatian karena sangat kurangnya alasan-alasan atau rasional serta contoh-contoh yang dapat meyakinkan pembaca. Struktur kalimat sering membingungkan karena pilihan kata-kata yang kurang tepat untuk dapat berkomunikasi dengan pembaca. Tata bahasa penulisan sangat perlu mendapatkan perhatian.

Referensi
Arends, R. I. (2008). Learning to Teach: Belajar untuk Mengajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hamid, S. (2011). Standar Mutu Penilaian dalam Kelas. Yogyakarta: DNA Press.
Nitko, A. J. (1996). Educational Assessment of Student. New Jersey: Prentice-Hall.


EmoticonEmoticon