Sunday, 26 August 2018

Alat Musik Tradisional Calung


Alat Musik Tradisional Calung
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Calung adalah alat musik tradisional Sunda, yang merupakan prototype atau purwarupa dari angklung. Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan, cara memainkan alat musik calung adalah dengan memukul batang dari ruas-ruas tabung bambu yang tersusun menurut tangga nada pentatonik.
Jenis bambu untuk membuat alat musik calung kebanyakan dari bambu hitam, namun ada pula yang dibuat dari bambu berwarna putih. Alat musik tradisional ini termasuk dalam kategori idiophone, yaitu alat musik di mana badan alat musik itu sendiri yang menjadi sumber bunyi. Selain itu, alat musik ini juga termasuk alat musik perkusi karena cara memainkannya dengan dipukul.
Zaman dahulu, alat musik tradisional calung biasa dimainkan oleh para pemudi di sela-sela pekerjaannya mengusir burung dan hama yang ada di sawah. Adapun di daerah Parung, Tasikmalaya ada sebuah upacara adat yang disebut tarawangsa. Pada upacara tarawangsa, calung dikolaborasikan dengan alat musik tarawangsa sebagai ritual penghormatan terhadap Dewi Sri. Alat musik yang digunakan dalam upacara ini adalah jenis rantay. Lagu yang dibawakan pada saat upacara ini berlangsung adalah lagu yang berisi pujian-pujian terhadap Dewi Sri.
Arti kata calung sendiri berasal dari dua kata yang digabung menjadi satu, yaitu carang piring walung, yang berarti pucuk bambu wulung dan ada juga yang mengartikan dicacah melung-melung, yang berarti dipukul berbunyi nyaring.
Proses dalam membuat calung memerlukan waktu sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Dimulai dari pemilihan bambu, biasanya dipilih jenis bambu tutul atau bambu wulung, penebangan, dan pengeringan bambu. Cara membuat alat musik ini sebetulnya cukup sederhana. Alat yang diperlukan, seperti gergaji, pisau yang besar, dan amplas. Untuk bahannya, yakni bambu hitam atau dapat juga menggunakan bahan bambu yang berwarna putih.
Pertama kita potong bambu hitam dengan gergaji menjadi delapan (8) bagian dengan ukuran 14 cm sampai 22 cm, lalu potong bambu yang sudah dibelah menggunakan pisau besar di bagian luar ke dalam bambu agar membuat sopakan di bambu. Kemudian buat sedikit bolongan di bagian kiri dan kanan dari sisi bambu, potong bambu sepanjang 35 cm untuk memasang semua bambu tersebut. Lalu potong bambu seukuran sekitar 5 cm untuk pegangan tangan, dan sediakan potongan plastik untuk menahan bambu. Setelah itu, haluskan semua bahan yang telah selesai menggunakan amplas dan sambungkan satu per satu bagian yang panjang. Kemudian masukan juga plastik untuk bisa menahan bambu agar tidak berantakan. Setelah memasukan 4 dari 8 bambu, lalu masukan pegangannya. Setelah itu, masukan 4 bambu lainnya.

Pada umumnya, alat musik tradisional calung terbagi atas dua jenis, yakni:

1. Calung rantay

Alat Musik Tradisional Calung

Rantay sering disebut juga renteng atau runtuy. Untuk memainkan alat musik calung rantay biasanya dengan cara dipukul menggunakan dua buah alat pemukul dengan duduk bersila.
Alat musik calung rantay terdiri atas potongan bambu yang telah diikat dan disusun secara rapi dengan urutan bambu terkecil sampai yang paling besar. Tali pengikatnya direntangkan di dua batang bambu yang melengkung.
Komposisi dalam alat musik ini, ada yang berbentuk satu deretan dan juga ada yang berbentuk dua deretan. Untuk yang berukuran besar disebut indung dan untuk yang berukuran kecil disebut rincik. Alat musik calung rantay ini banyak ditemukan di daerah, seperti Cibalong, Tasikmalaya, dan Kanekes. Alat musik ini memiliki ancak khusus dari bambu atau kayu.

2. Calung jinjing

Alat Musik Tradisional Calung

Alat musik calung jinjing berbentuk tabung-tabung bambu yang kemudian digabungkan oleh sebilah bambu kecil. Berbeda halnya dengan alat musik calung rantay, alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul sambil dijinjing.
Calung jinjing berasal dari bentuk dasar calung rantay yang dibagi menjadi empat bagian bentuk alat terpisah, yaitu calung kingking, jongrong, panepas, dan gonggong. Keempat buah alat musik tradisional ini dimainkan oleh empat pemusik yang setiap dari mereka memegang fungsi berbeda, sebagai berikut:
a. Calung kingking, yaitu alat musik dengan 15 bilah bambu dengan urutan nada tertinggi.
b. Calung panepas, yaitu alat musik dengan lima (5) bilah bambu yang berurut nadanya dimulai dari nada terendah pada calung kingking.
c. Calung jongrong, yaitu alat musik dengan lima (5) bilah bambu yang berurut nadanya mulai dari nada terendah pada calung panepas.
d. Calung gonggong, yaitu alat musik dengan dua (2) bilah bambu dengan nada terendah.

Calung merupakan salah satu benda yang selalu digunakan dalam upacara pertanian. Alat musik ini disakralkan dan dalam memainkannya terdapat irama serta tembang tertentu. Selain itu, memainkan alat musik ini dipercaya dapat mencegah musibah dan dipercaya dapat menyembuhkan penyakit.
Awalnya alat musik tradisional calung dipentaskan untuk mengiringi upacara-upacara adat Sunda sebagai ritual perayaan masyarakat. Namun, seiring berkembangnya zaman, alat musik ini berubah fungsi menjadi alat musik yang menghibur masyarakat dengan menghasilkan harmoni yang indah.


EmoticonEmoticon