Friday, 31 August 2018

Alat Peraga


Alat Peraga
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

konsep Alat Peraga

Alat peraga adalah semua benda yang menjadi perantara untuk membantu menanamkan dan memperjelas konsep dalam proses pembelajaran. Menurut Ali (dalam Sundayana, 2014, hlm. 7) alat peraga merupakan “segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyatakan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar”. Menurut Pramudjono (dalam Sundayana, 2014, hlm. 7) alat peraga adalah “benda konkret yang dibuat, dihimpun, atau disusun secara sengaja digunakan untuk membantu menanamkan atau mengembangkan konsep”. Sedangkan menurut Estiningsih (1994, hlm. 7) alat peraga “mengandung atau membawakan ciri-ciri dan konsep yang dipelajari”.
Menurut Ruseffendi (dalam Ramlan, 2012, hlm. 40) terdapat sejumlah fungsi penggunaan alat peraga, antara lain:
1. Memotivasi proses belajar mengajar.
2. Konsep abstrak tersajikan dalam bentuk konkret.
3. Hubungan antara konsep abstrak dengan benda-benda di alam sekitar akan lebih dapat dipahami.
4. Konsep-konsep abstrak yang tersaji dalam bentuk konkret dapat dipakai sebagai obyek penelitian maupun sebagai alat untuk meneliti ide-ide baru.
Penggunaan alat peraga dalam proses pembelajaran akan membantu kelancaran, efektivitas, dan efisiensi pencapaian tujuan. Alat peraga dapat meningkatkan proses belajar siswa yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Menyadari pentingnya alat peraga dalam meningkatkan mutu pembelajaran, guru dituntut untuk menguasai keterampilan pengembangan dan penggunaan alat peraga serta keterampilan memilih alat peraga sesuai dengan konsep yang akan diajarkan. Pada penggunaan alat peraga terdapat prinsip-prinsip yang harus diperhatikan agar penggunaan alat peraga dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Prinsip-prinsip penggunaan alat peraga menurut Hermawan (2007, hlm. 88), di antaranya:
1. Tidak satupun sarana alat peraga dan alat praktik yang dapat sesuai dengan segala macam kegiatan belajar mengajar.
2. Sarana atau alat tertentu cenderung untuk lebih tepat menyajikan suatu pelajaran tertentu daripada sarana lainnya.
3. Penggunaan sarana atau alat yang terlalu banyak secara bersamaan belum tentu akan memperjelas konsep.
4. Sarana atau alat pelajaran yang akan digunakan harus bagian-bagian integral dari pelajaran yang akan disampaikan.
5. Sarana atau alat pelajaran yang canggih belum tentu akan dapat membuat siswa aktif.
6. Penggunaan sarana alat pelajaran bukan hanya sekedar selingan atau pengisi waktu tapi untuk memperjelas konsep.
7. Alat peraga meletakkan dasar-dasar konkret untuk berpikir.
8. Alat peraga dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Pembuatan dan penggunaan alat peraga dalam kegiatan belajar mengajar perlu dilandasi oleh jalan pikiran yang sistematis agar alat peraga tersebut berperan dalam kegiatan belajar mengajar dan terpadu dengan proses belajar mengajar. Menurut Hermawan (2007, hlm. 90) langkah-langkah yang dilakukan dalam pembuatan alat peraga, yaitu:
1. Mempelajari silabus yang akan dipelajari.
2. Mengidentifikasi kemampuan-kemampuan yang hendak dikembangkan dalam kegiatan belajar mengajar untuk menunjang tercapainya tujuan pembelajaran.
3. Menentukan kedalaman dan keluasan materi pokok yang akan diajarkan.
4. Menetapkan strategi belajar mengajar yang efektif.
5. Menentukan jumlah dan jenis alat dalam kegiatan belajar mengajar.
6. Pembuatan alat peraga dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan barang bekas atau bahan lain yang ada di lingkungan sekolah yang mudah didapat dan dibuat sendiri oleh guru.
7. Mencoba alat peraga yang dibuat.
8. Melakukan kegiatan belajar mengajar dengan alat peraga yang dibuat.
Sejalan dengan itu, Sudjana (2002, hlm. 105) menyatakan terdapat empat langkah dalam menyiapkan alat peraga, antara lain:
1. Menetapkan tujuan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga.
2. Merancang alat peraga yang akan dipakai dalam pembelajaran.
3. Membuat alat peraga yanag akan dipakai.
4. Melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga yang telah disiapkan.
Berdasar sejumlah pendapat tersebut dapat ditarik garis besar bahwa pada pembuatan alat peraga terdalat langkah-langkah pembuatan yang harus dilaksanakan. Hal tersebut dimaksudkan agar alat peraga yang dirancang dapat bermanfaat sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Referensi
Estiningsih, E. (1994). Penggunaan Alat Peraga dalam Pengajar Matematika SD. Yogyakarta: PPPG Matematika.
Hermawan, H. (2007). Media Pembelajaran SD. Bandung: UPI Press.
Ramlan (2012). Bahan dan Media Pembelajaran Matematika. Bandung: FKIP UNPAS.
Sudjana, N. (2002). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Sundayana, R. (2014). Media dan Alat Peraga dalam Pembelajaran Matematika. Bandung: Alfabeta.


EmoticonEmoticon