Friday, 10 August 2018

Kantin Kejujuran


Kantin Kejujuran
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

konsep Kantin Kejujuran

Kejujuran adalah “bentuk nilai yang harus diajarkan di sekolah” (Lickona, 2013, hlm. 65). Jujur dalam berurusan dengan orang lain, tidak menipu, mencurigai, atau mencuri dari orang lain. Kesemuaan hal tersebut adalah sebuah cara mendasar untuk menghormati orang lain. Untuk itu, kejujuran adalah suatu nilai yang diajarkan di sekolah agar siswa bisa bertindak jujur terhadap orang lain.
Kantin adalah ruang tempat makan dan minum. Dengan kata lain, kantin adalah suatu ruang yang tersedia di sekolah sebagai tempat makan dan minum. Lebih lanjut, Wiyani (2011, hlm. 5) menyatakan bahwa kantin kejujuran merupakan “sebuah media hasil kecerdasan manusia dengan obyek benda yang diperjualbelikan kepada peserta didik dengan dimediasi oleh nilai-nilai kejujuran dalam sebuah peraturan”. Berdasar pendapat tersebut, kantin kejujuran adalah ruang tempat untuk makan dan minum di sekolah dengan dimediasi oleh nilai-nilai kejujuran dalam sebuah peraturan, yaitu tidak menipu, mencurigai, atau mencuri dari orang lain. Sikap jujur harus diterapkan atau dibiasakan di kantin kejujuran tersebut. Pada kantin kejujuran tidak ada penjaga atau penjual. Hanya ada makanan dan minuman yang bisa diambil oleh pembeli. Pada saat melakukan pembayaran, pembeli menaruh sendiri di kotak yang sudah disediakan oleh pengelola atau petugas kantin kejujuran.
Bentuk pelayanan kantin kejujuran, yaitu dengan self service system. Menurut Sudrajat (2010) self service system adalah “sistem pelayanan di mana pembeli melayani dirinya sendiri makanan yang diinginkan”. Kantin kejujuran tidak berpenjaga, sehingga pembeli melayani dirinya sendiri dalam mengambil dan membayar makanan.
Menurut Fitri (2012, hlm. 112) “kejujuran dan kebajikan selalu terkait dengan kesan percaya dan terpercaya selalu terkait dengan kesan tidak berdusta, menipu, atau memperdaya. Hal ini terwujud dalam tindakan dan perkataan. Salah satu cara membiasakan sikap jujur di sekolah, yaitu melalui kantin kejujuran. Siswa dituntut untuk jujur dalam membeli barang dengan membayar dan mengambil kembalian yang sesuai, karena dalam kantin kejujuran tidak berpenjaga, serta siswa akan melayani dirinya sendiri.

Referensi
Fitri, A. Z. (2012). Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dan Etika di Sekolah. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Lickona, T. (2013). Pendidikan Karakter-Panduan Lengkap Mendidik Siswa Menjadi Pintar dan Baik. Bandung: Nusa Mesia.
Sudrajat, A. (2010). Kantin Sekolah. [Online]. Diakses dari: http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/06/03/tentang-kantin-sekolah/.
Wiyani, N. A. (2011). Peran Guru dalam Penanaman Nilai-Nilai Kejujuran melalui Kantin Kejujuran. Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Islam Bumiayu, 1 (1), hlm. 1-8.


EmoticonEmoticon