Wednesday, 15 August 2018

Pendekatan Penelitian Kualitatif


Pendekatan Penelitian Kualitatif
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

penelitian kualitatif

Dasar pendekatan penelitian kualitatif adalah konstruktivisme yang berasumsi bahwa kenyataan tersebut berdimensi jamak, interaktif, dan suatu pertukaran pengalaman sosial yang diinterpretasikan oleh setiap individu. Peneliti kualitatif percaya bahwa kebenaran adalah dinamis dan dapat ditemukan hanya melalui penelaahan terhadap orang-orang melalui interaksi dengan situasi sosial. Pendekatan penelitian kualitatif mengkaji perspektif partisipan dengan strategi-strategi yang bersifat interaktif dan fleksibel. Pendekatan penelitian kualitatif ditujukan untuk memahami fenomena-fenomena sosial dari sudut pandang partisipan. Dengan demikian, pendekatan penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah di mana peneliti merupakan instrumen kunci.
Atas dasar uraian tersebut, dapat dikemukakan ciri pokok pendekatan penelitian kualitatif, antara lain:
1. Menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data.
2. Memiliki sifat deskriptif analitik.
3. Tekanan pada proses bukan hasil.
4. Bersifat induktif.
5. Mengutamakan makna.
Pendekatan penelitian kualitatif menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam suatu situasi sosial merupakan kajian utama penelitian kualitatif. Peneliti pergi ke lokasi tersebut, memahami dan mempelajari situasi. Studi dilakukan pada waktu interaksi berlangsung di tempat kejadian. Peneliti mengamati, mencatat, bertanya, menggali sumber yang erat hubungannya dengan peristiwa yang terjadi. Hasil-hasil yang diperoleh pada saat tersebut segera disusun saat itu juga. Apa yang diamati pada dasarnya tidak lepas dari konteks lingkungan di mana tingkah laku berlangsung.
Pendekatan penelitian kualitatif sifatnya deskriptif analitik. Data yang diperoleh, seperti hasil pengamatan, hasil wawancara, hasil pemotretan, analisis dokumen, catatan lapangan, disusun peneliti di lokasi penelitian, tidak dituangkan dalam bentuk angka-angka. Peneliti segera melakukan analisis data dengan memperkaya informasi, mencari hubungan, membandingkan, menemukan pola atas dasar data asli. Hasil analisis data berupa pemaparan mengenai situasi yang diteliti, disajikan dalam bentuk uraian naratif. Hakikat pemaparan data pada umumnya menjawab pertanyaan-pertanyaan mengapa dan bagaimana suatu fenomena terjadi. Untuk itu, peneliti dituntut memahami dan menguasai bidang ilmu yang diteliti, sehingga dapat memberikan justifikasi mengenai konsep dan makna yang terkandung dalam data.
Tekanan pendekatan penelitian kualitatif ada pada proses bukan pada hasil. Data dan informasi yang diperlukan berkenaan dengan pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana untuk mengungkap proses bukan hasil suatu kegiatan. Apa yang dilakukan, mengapa dilakukan, dan bagaimana cara melakukannya memerlukan pemaparan suatu proses mengenai fenomena tidak dapat dilakukan dengan ukuran frekuensinya saja. Pertanyaan tersebut menuntut gambaran nyata tentang kegiatan, prosedur, alasan-alasan, dan interaksi yang terjadi dalam konteks lingkungan di mana dan pada saat mana proses itu berlangsung. Proses alamiah dibiarkan terjadi tanpa intervensi peneliti, sebab proses yang terkontrol tidak akan menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Peneliti tidak perlu mentransformasi data menjadi angka untuk menghindari hilangnya informasi yang telah diperoleh. Makna suatu proses dimunculkan konsep-konsepnya untuk membuat prinsip bahkan teori sebagai suatu temuan atau hasil penelitian tersebut.
Pendekatan penelitian kualitatif bersifat induktif. Pendekatan penelitian kualitatif tidak dimulai dari deduksi teori, tetapi dimulai dari lapangan, yakni fakta empiris. Peneliti terjun ke lapangan, mempelajari suatu proses atau penemuan yang terjadi secara alami, mencatat, menganalisis, menafsirkan dan melaporkan, serta menarik kesimpulan-kesimpulan dari proses tersebut. Kesimpulan atau generalisasi lebih luas tidak dilakukan, sebab proses yang sama dalam konteks lingkungan tertentu, tidak mungkin sama dalam konteks lingkungan yang lain, baik waktu maupun tempat. Temuan penelitian dalam bentuk konsep, prinsip, hukum, teori dibangun dan dikembangkan dari lapangan bukan dari teori yang telah ada. Prosesnya induktif, yaitu dari data yang terpisah namun saling berkaitan.
Pendekatan penelitian kualitatif sebaiknya digunakan untuk kepentingan berikut:
1. Bila masalah penelitian belum jelas.
2. Bila penelitian ingin memahami makna di balik data yang tampak.
3. Bila peneliti ingin memahami interaksi sosial.
4. Bila peneliti ingin memastikan kebenaran data.
5. Bila ingin meneliti tentang sejarah atau perkembangan.
Pendekatan penelitian kualitatif biasanya didesian secara longgar, tidak ketat, sehingga dalam pelaksanaan penelitian berpeluang mengalami perubahan dari apa yang telah direncanakan. Hal tersebut dapat terjadi apabila perencanaan ternyata tidak sesuai dengan apa yang dijumpai di lapangan. Meski demikian, kerja penelitian mestilah merancang langkah-langkah kegiatan penelitian. Paling tidak terdapat tiga tahap utama dalam penelitian kualitatif, yakni:
1. Tahap deskripsi atau tahap orientasi
Pada tahap ini, peneliti mendeskripsikan apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Peneliti baru mendata sepintas tentang informasi yang diperoleh.
2. Tahap reduksi
Pada tahap ini, peneliti mereduksi segala informasi yang diperoleh pada tahap pertama untuk memfokuskan pada masalah tertentu.
3. Tahap seleksi
Pada tahap ini, peneliti menguraikan fokus yang telah ditetapkan menjadi lebih rinci kemudian melakukan analisis secara mendalam tentang fokus masalah. Hasilnya adalah tema yang dikonstruksi berdasarkan data yang diperoleh menjadi suatu pengetahuan, hipotesis, bahkan teori baru.
Lebih spesifik, tahap tersebut dapat dijabarkan dalam tujuh langkah penelitian kualitatif, sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi masalah
Suatu masalah merupakan suatu keadaan yang menyebabkan seseorang bertanya-tanya, berpikir, dan berupaya menemukan kebenaran yang ada. Fenomena masalah tersebut terjadi karena adanya sesuatu yang diharapkan, dipikirkan, dirasakan tidak sama dengan kenyataan, sehingga timbul pertanyaan yang menantang untuk ditemukan jawabannya. Atas dasar prinsip tersebut, dalam mengidentifikasi masalah dapat muncul pertanyaan yang terkait dengan apakah, mengapa, dan bagaimana. Berdasar pertanyaan yang muncul tergambar substansi masalah yang terkait dengan pendekatan atau jenis penelitian tertentu. Dengan kata lain, jenis penelitian apa yang harus digunakan peneliti bergantung pada masalah yang ada. Di dalam penelitian sebaiknya seorang peneliti melakukan identifikasi masalah dengan mengungkapkan semua  permasalahan yang terkait dengan bidang yang akan diteliti.

2. Pembatasan masalah
Sejumlah masalah yang diidentifikasi, dikaji, dan dipertimbangkan apakah perlu direduksi atau tidak. Pertimbangannya atas dasar keluasan lingkup kajian. Kajian yang terlalu luas memungkinkan adanya hambatan dan tantangan yang lebih banyak. Kajian yang terlalu spesifik memerlukan kemampuan khusus untuk dapat melakukan kajian secara mendalam. Meski demikian, pembatasan masalah penelitian kualitatif tidaklah bersifat kaku/ketat. Pembatasan masalah dapat dilakukan dengan mengajukan  sejumlah pertanyaan berikut:
a. Dapatkah masalah tersebut dikembangkan untuk diteliti?
b. Adakah data atau informasi yang dapat dikumpulkan untuk menemukan jawaban atas masalah yang dipilih?
c. Apakah masalah dan pemecahannya cukup bermanfaat?
d. Apakah masalah tersebut baru dan aktual?
e. Sudah adakah orang yang melakukan pemecahan masalah tersebut?
f. Apakah masalah tersebut layak diteliti dengan melihat kemampuan peneliti, akses memperoleh informasi, serta ketersediaan dana dan waktu?

3. Penetapan fokus penelitian
Penetapan fokus berarti membatasi kajian. Dengan menetapkan fokus masalah berarti peneliti telah melakukan pembatasan bidang kajian, yang berarti pula membatasi bidang temuan. Menetapkan fokus berarti menetapkan kriteria data penelitian. Dengan pedoman fokus masalah seorang peneliti dapat menetapkan data yang harus dicari. Data yang dikumpulkan hanyalah data yang relevan dengan fokus penelitian. Peneliti dapat mereduksi data yang tidak relevan dengan fokus penelitian. Sebagai catatan bahwa dalam penelitian kualitatif dapat terjadi penetapan fokus penelitian baru dilakukan dan dipastikan pada saat peneliti berada di lapangan. Hal tersebut dapat terjadi bila fokus masalah yang telah dirumuskan secara baik, namun setelah di lapangan tidak mungkin dilakukan penelitian sehingga diubah, diganti, disempurnakan, atau dialihkan. Peneliti memiliki peluang untuk menyempurnakan, mengubah, atau menambah fokus penelitian.

4. Pengumpulan data
Pada tahap ini yang perlu dipenuhi, antara lain rancangan atau skenario penelitian, memilih dan menetapkan setting penelitian, mengurus perizinan, memilih dan menetapkan informan, menetapkan strategi dan teknik pengumpulan data, serta menyiapkan sarana dan prasarana penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan menemui sumber data. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pengumpulan data adalah menciptakan hubungan yang baik antara peneliti dengan sumber data. Hal ini terkait dengan teknik pengumpulan data yang akan digunakan, misalnya observasi, wawancara, atau pengamatan.

5. Pengolahan dan pemaknaan data
Analisis data kualitatif yang meliputi pengolahan dan pemaknaan data dimulai sejak peneliti memasuki lapangan. Selanjutnya, hal yang sama dilakukkan secara kontinyu pada saat pengumpulan sampai akhir kegiatan pengumpulan data secara berulang sampai data jenuh. Untuk itu, hasil analisis dan pemaknaan data akan berkembang, berubah, dan bergeser sesuai perkembangan dan perubahan data yang ditemukan di lapangan.

6. Pemunculan teori
Pada penelitian kualitatif peran teori tidak dimanfaatkan untuk membangun kerangka berpikir dalam menyusun hipotesis. Penelitian kualitatif bekerja secara induktif dalam rangka menemukan hipotesis. Teori berfungsi sebagai alat dan sebagai tujuan. Teori sebagai alat dimaksudkan bahwa dengan teori yang ada, peneliti dapat melengkapi dan menyediakan keterangan terhadap fenomena yang ditemui. Teori sebagai tujuan mengandung makna bahwa temuan penelitian dapat dijadikan suatu teori baru.

7. Pelaporan hasil penelitian
Laporan hasil penelitian merupakan bentuk pertanggungjawaban peneliti setelah melakukan kegiatan pengumpulan data penelitian dinyatakan selesai. Pada konteks ini, pelaporan hasil penelitian secara tertulis memiliki nilai guna, yakni:
a. Sebagai kelengkapan proses penelitian yang harus dipenuhi oleh para peneliti dalam setiap kegiatan penelitian.
b. Sebagai hasil nyata peneliti dalam merealisasi kajian ilmiah.
c. Sebagai dokumen autentik suatu kegiatan ilmiah yang dapat dikomunikasikan kepada masyarakat atau peneliti lain.
d. Sebagai karya nyata yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan bergantung pada kepentingan peneliti.


EmoticonEmoticon