Tuesday, 28 August 2018

Sistem Pendidikan Dasar Finlandia


Sistem Pendidikan Dasar Finlandia
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

pendidikan dasar finlandia

Pendidikan dasar di Finlandia diselenggarakan selama sembilan (9) tahun. Hal ini terkait dengan revolusi sistem pendidikan Finlandia yang dilakukan sejak tahun 1968 ketika dilakukan penghapusan sistem pendidikan berjenjang (parallel school system).
Undang-Undang Pendidikan Dasar Finlandia Nomor 628 Tahun 1988 menyatakan bahwa seluruh yang tinggal menetap di Finlandia, dan telah memasuki usia tujuh (7) tahun, wajib mengenyam pendidikan wajib dasar sembilan (9) tahun dan berakhir ketika seluruh silabus pendidikan dasar sembilan (9) tahun telah diselesaikan. Orangtua atau wali murid dalam usia wajib belajar wajib menyekolahkan anaknya untuk mengikuti program wajib belajar. Pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk menyelenggarakan pendidikan dasar tanpa dipungut biaya untuk seluruh anak yang tinggal di wilayah administratifnya.
Usia merupakan satu-satunya persyaratan untuk masuk mengikuti pendidikan dasar di Finlandia. Seorang anak dapat diberikan kesempatan untuk mengikuti pendidikan dasar satu tahun lebih awal dari usia yang telah ditetapkan, apabila terdapat bukti tertulis yang menyatakan bahwa anak telah siap secara mental dan psikis, serta kemampuan untuk mengikuti pelajaran pendidikan dasar di sekolah. Persyaratan yang sama juga diterapkan terhadap anak yang hendak mengikuti pendidikan dasar ketika usianya lebih tua satu tahun dari usia yang telah ditetapkan.
Di Finlandia, tidak ada kewajiban untuk mengenyam pendidikan di institusi formal pendidikan, seperti sekolah. Wajib belajar sembilan (9) tahun dapat ditempuh dengan cara belajar di luar institusi pendidikan formal, misalnya belajar di rumah secara mandiri. Bila demikian, pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk mengawasi perkembangan belajar anak. Orangtua dan wali murid anak yang dikenakan wajib belajar, wajib memberikan jaminan bahwa anaknya akan menyelesaikan program wajib belajar. Meski begitu, jumlah anak yang mengenyam pendidikan dasar di luar institusi pendidikan formal sangatlah minim.
Pendidikan dasar wajib diawasi oleh pemerintah daerah dengan cara mendata seluruh nama anak dalam usia wajib belajar. Orangtua dan wali murid akan selalu diingatkan untuk memasukkan anaknya ke sekolah ketika usia anaknya telah memenuhi syarat. Kepala sekolah mendata seluruh pendaftar sekolah. Ketika terdapat anak dalam usia wajib belajar tidak terdaftar, orangtua atau wali murid akan diberitahukan. Jika anak masih belum juga dimasukkan sekolah, maka orangtua anak akan dikenakan denda administratif untuk kelalaiannya menyekolahkan anak. Bagi mereka yang tidak lagi masuk dalam usia wajib belajar, namun belum pernah, atau tidak menyelesaikan pendidikan wajib dasar, dapat menerima pendidikan dasar dari pusat pendidikan orang dewasa, baik yang dimiliki oleh pemerintah maupun swasta.
Pendidikan, pengajaran, buku ajar, transportasi sekolah, dan makanan siswa di tingkat wajib belajar sembilan (9) tahun di sekolah umum disediakan secara gratis oleh pemerintah daerah. Satu tahun ajaran pendidikan dasar terdiri atas 190 hari sekolah, dimulai pada pertengahan bulan Agustus dan berakhir pada awal bulan Juni tahun berikutnya. Pada satu tahun ajaran, terdapat libur musim panas selama dua (2) bulan.
Berdasar pada Peraturan Pemerintah (Goverment Degree) Finlandia Nomor 1435 Tahun 2001 tentang Tujuan Umum Nasional dan Penetapan Waktu Belajar dalam Pendidikan Dasar, siswa yang duduk di kelas 1 dan 2 akan menerima pelajaran maksimal 19 jam pelajaran per minggu dengan maksimal 5  mata pelajaran per hari. Di sisi lain, siswa kelas 3 sampai 9 akan menerima pelajaran maksimal 30 jam per minggu dengan maksimal 7 mata pelajaran per hari. Pelajaran diberikan dalam bahasa resmi Finlandia, yakni Suomeksi dan Swedish. Di beberapa sekolah, khususnya kawasan utara Finlandia, pelajaran juga diberikan dalam bahasa Sami (bahasa bangsa Sami yang menempati wilayah utara Finlandia), bahasa Roman (bagi siswa imigran Roma), dan bahasa tanda (sign language) bagi siswa yang membutuhkan perlakuan bahasa khusus.
Penyelenggaraan pendidikan dasar Finlandia diatur oleh Kurikulum Inti Nasional untuk Pendidikan Dasar (National Core Curriculum for Basic Education) 2004, yang diterbitkan oleh Badan Pendidikan Nasional Finlandia. Kurikulum inti pendidikan dasar menetapkan bahwa siswa pendidikan dasar wajib  memenuhi dan menuntaskan seluruh silabus pelajaran. Silabus pendidikan dasar Finlandia terdiri atas:
1. Bahasa Ibu dan Sastra (Mother Tongue and Literature), diberikan dari kelas 1-9.
2. Bahasa Asing I, biasanya bahasa Inggris, diberikan dari kelas 1-9.
3. Bahasa Asing II, biasanya bahasa Latin, diberikan dari kelas 1-9.
4. Matematika (Mathematics), diberikan dari kelas 1-9.
5. Pendidikan Lingkungan Alam (Environmental Studies), diberikan dari kelas 1-4.
6. Biologi (Biology), diberikan dari kelas 5-9.
7. Geografi (Geography), diberikan dari kelas 7-9.
8. Fisika (Physics), diberikan dari kelas 5-9.
9. Kimia (Chemistry), diberikan dari kelas 7-9.
10. Pendidikan Kesehatan (Health Education), diberikan dari kelas 7-9.
11. Pelajaran Agama (Religion), terdapat dua (2) pelajaran agama, yakni Luheran dan Orthodoks, diberikan dari kelas 1-9.
12. Etika (Ethics), diberikan dari kelas 1-9.
13. Pelajaran Sejarah (History), diberikan dari kelas 5-9.
14. Pelajaran Sosial (Social Studies), diberikan dari kelas 7-9.
15. Musik (Music), diberikan dari kelas 1-9.
16. Seni Visual (Visual Arts), diberikan dari kelas 1-9.
17. Kerajinan Tangan (Crafts), diberikan dari kelas 1-9.
18. Pendidikan Olahraga (Physical Education), diberikan dari kelas 1-9.
19. Kerumahtanggaan (Home Economics), diberikan dari kelas 7-9.
20. Bimbingan Belajar dan Keterampilan (Educational and Vocational Guidance), diberikan dari kelas 1-9.
Setelah anak menyelesaikan seluruh silabus pendidikan dasar, maka anak tersebut akan menerima sebuah sertifikat yang menyatakan bahwa anak tersebut telah menyelesaikan pendidikan wajib dasar sembilan (9) tahun dan berhak untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah atas (general upper secondary school) atau pendidikan kejuruan (vocational education and training). Pada jenjang pendidikan dasar sembilan (9) tahun, tidak terdapat ujian nasional untuk kenaikan tingkat kelas, maupun ujian nasional untuk kelulusan pendidikan wajib dasar sembilan (9) tahun. Anak hanya akan memperoleh penilaian yang diberikan oleh guru di tiap akhir tahun ajaran dan di akhir jenjang pendidikan dasar.
Bantuan pendidikan khusus diberikan kepada siswa yang membutuhkan berbagai macam bentuk bantuan khusus yang ditentukan pada saat siswa tersebut menjalankan pendidikan dasar. Bantuan tersebut diberikan kepada siswa yang mengalami hambatan mental (masalah keluarga, masalah pergaulan, dan sebagainya) dan fisik (cacat atau sakit) yang menghalangi siswa untuk menjalankan pendidikan dasar. Tujuan pemberian bantuan untuk siswa yang membutuhkan perlakuan pendidikan khusus adalah untuk mendukung siswa mengikuti seluruh silabus pendidikan dasar. Bantuan khusus diberikan dalam bentuk bimbingan belajar, medis, atau bantuan untuk memasukkan siswa yang memiliki keterbelakangan mental atau fisik ke sekolah khusus.
Sistem pendidikan dasar Finlandia memberikan perhatian khusus kepada para siswa asing yang berimigrasi dan menetap di Finlandia. Siswa imigran tersebut akan memperoleh hak dan kewajiban yang sama dengan siswa Finlandia. Siswa imigran juga dikenakan wajib belajar pendidikan dasar. Namun demikian, sekolah yang menampung para siswa imigran untuk menjalani pendidikan dasar wajib memberikan ilmu pengetahuan dengan memperhatikan latar belakang bahasa dan budaya siswa imigran tersebut. Seluruh siswa imigran akan memperoleh pelajaran bahasa Finlandia atau Swedia agar menjadikan kedua bahasa tersebut menjadi bahasa kedua mereka. Namun demikian, terdapat beberapa sekolah yang menyediakan pelajaran bahasa asing, yang merupakan bahasa ibu para siswa imigran.


EmoticonEmoticon