Thursday, 16 August 2018

Tari Pendet


Tari Pendet
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

tarian pendet

Tari pendet adalah salah satu tarian selamat datang atau tarian penyambutan khas Bali. Tarian ini merupakan tarian tradisional Bali yang terkenal dan sering ditampilkan berbagai acara, seperti penyambutan tamu besar dan acara budaya. Tari pendet biasanya ditarikan oleh para penari wanita dengan membawa mangkuk yang berisi berbagai macam bunga.
Tari pendet awalnya merupakan suatu tarian tradisional yang menjadi bagian dari upacara piodalan sebagai ungkapan rasa syukur dan penghormatan dari masyarakat Bali dalam menyambut kehadiran para dewata yang turun dari khayangan. Tarian ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan spiritual masyarakat Bali.
Berawal dari itu, seniman Bali bernama Wayan Rindi terinspirasi dan mengubah tarian tersebut menjadi tarian selamat datang. Dibantu Ni Ketut Reneng, keduanya menciptakan tari pendet sebagai tarian penyambutan dengan empat orang penari. Kemudian tarian ini dikembangkan dan disempurnakan oleh Wayang Baratha dengan menambahkan jumlah penari menjadi lima orang, seperti yang ditampilkan sekarang. Meskipun sudah menjari tarian penyambutan atau tarian selamat datang, tari pendet ini masih memiliki unsur-unsur religius yang menjadi ciri khas masyarakat Bali.
Pada pertunjukannya, tari pendet ditarikan oleh para penari wanita yang masing-masing membawa mangkok berisi bermacam-macam bunga sebagai properti menari. Pada akhir pertunjukan, penari menaburkan bunga-bunga yang mereka bawa ke arah penonton dan para tamu sebagai ucapan selamat datang. Penari tersebut menari dengan gerakan yang dinamis sesuai dengan irama musik pengiringnya. Musik pengiring dalam pertunjukan tari pendet ini menggunakan musik gamelan khas Bali, seperti gangsa, kenyur, tungguh, kendang, dan sebagainya.
Gerakan tari pendet hampir menggerakan semua bagian tubuh. Mulai dari gerakan kaki, tangan, jari, badan, leher, dan gerakan ekspresif, seperti gerakan mata dan mimik muka. Untuk menarikan tari pendet tentunya membutuhkan keluwesan dan kelincahan.
Pada pertunjukannya, penari pendet menggunakan busana dan tata rias khas penari Bali. Busana tersebut, meliputi tapih, kemben prade, sabuk stagen, sabuk prade, selendang yang dililitkan di badan, dan diletakan di pundak penari. Pada bagian kepala, rambut diikat dengan pusung gonjer, kemudian dihias dengan bunga jepun, bunga kamboja, bunga mawar, dan jempaka. Selain itu, penari dipercantik dengan berbagai aksesoris, seperti gelang, kalung, dan anting. Sedangkan untuk tata rias penari biasanya lebih mempertajam garis-garis muka agar terlihat lebih jelas dan memakai subeng.
Meski Bal merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak ditinggali wisatawan mancanegara, namun masyarakat Bali sangat terkenal dengan tradisi dan budaya yang masih dipertahankan hingga kini. Salah satunya tari pendet. Tarian ini masih terus dilestarikan oleh para seniman dari sanggar-sanggar tari di Bali dan masih terus ditampilkan di berbagai acara budaya, seperti penyambutan, festival budaya, dan promosi pariwisata.


EmoticonEmoticon