Wednesday, 22 August 2018

Upacara Bendera berdasarkan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara Bendera di Sekolah


Upacara Bendera berdasarkan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018 
tentang Pedoman Upacara Bendera di Sekolah
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

peraturan upacara bendera

Upacara bendera adalah penaikan Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia. Upacara bendera di sekolah paling sedikit dilaksanakan pada pagi hari setiap (1) peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus, (2) hari Senin, dan (3) hari besar nasional. Hari besar nasional tersebut, meliputi Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei, Hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei, Hari Lahirnya Pancasila tanggal 1 Juni, dan Hari Pahlawan tanggal 10 November.
Pelaksanaan upacara bendera di sekolah bertujuan untuk:
1. Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Membiasakan bersikap tertib dan disiplin.
3. Meningkatkan kemampuan memimpin.
4. Membiasakan kekompakan dan kerjasama.
5. Menumbuhkan rasa tanggung jawab.
6. Mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air.
Unsur pelaksana upacara bendera di sekolah terdiri atas:
1. Pejabat upacara
Pejabat upacara terdiri atas:
a. Pembina upacara.
b. Pemimpin upacara.
c. Pengatur upacara.
d. Pemandu upacara.
2. Petugas upacara
Petugas upacara terdiri atas:
a. Pembawa naskah Pancasila.
b. Pembawa teks Pembukaan UUD 1945.
c. Pembaca teks janji siswa.
d. Pembaca doa.
e. Pemimpin lagu/dirijen.
f. Kelompok pengibar bendera.
g. Kelompok paduan suara.
3. Peserta upacara
Peserta upacara terdiri atas:
a. Kepala sekolah
b. Wakil kepala sekolah.
c. Guru
d. Tenaga kependidikan.
e. Peserta didik.
f. Tamu undangan
Susunan acara upacara bendera, meliputi:
1. Acara persiapan terdiri atas:
a. Setiap pemimpin barisan menyiapkan barisannya.
b. Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara.
c. Penghormatan kepada pemimpin upacara.
d. Laporan setiap pemimpin barisan.
e. Pemimpin upacara mengambil alih pimpinan.
2. Acara pokok terdiri atas:
a. Pembina upacara memasuki lapangan upacara.
b. Penghormatan umum kepada pembina upacara.
c. Laporan pemimpin upacara.
d. Penaikan bendera merah putih diiringi lagu Indonesia Raya.
e. Mengeningkan cipta.
f. Pembacaan teks Pancasila.
g. Pembacaan teks Pembukaan UUD 1945.
h. Pembacaan teks janji siswa.
i. Amanat pembina upacara.
j. Menyanyikan lagu wajib nasional.
k. Pembacaan doa.
l. Laporan pemimpin upacara.
m. Penghormatan umum kepada pembina upacara.
n. Pembina upacara meninggalkan lapangan upacara.
3. Acara penutup terdiri atas:
a. Pemimpin upacara membubarkan peserta upacara.
b. Peserta upacara meninggalkan lapangan upacara.
Sebelum upacara bendera dimulai, pembina upacara menerima dan menyetujui laporan rencana pelaksanaan upacara dari pengatur upacara. Pada pelaksanaan kegiatan upacara bendera di sekolah, pembina upacara:
1. Menerima penghormatan dari peserta upacara.
2. Menerima laporan pemimpin upacara.
3. Memimpin mengheningkan cipta.
4. Membacakan naskah Pancasila yang diikuti oleh seluruh peserta upacara.
5. Menyampaikan amanat.
Pada pelaksanaan kegiatan upacara bendera di sekolah, pemimpin upacara bertugas:
1. Menerima penghormatan dari pemimpin kelompok peserta upacara.
2. Memimpin penghormatan kepada pembina upacara.
3. Menyiapkan dan mengistirahatkan peserta upacara.
4. Menyampaikan laporan kepada pembina upacara.
5. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pembina upacara.
6. Membubarkan peserta upacara atas perintah pembina upacara.
Pada pelaksanaan kegiatan upacara bendera di sekolah, pengatur upacara bertugas untuk:
1. Mengajukan rencana acara upacara bendera kepada pembina upacara untuk memperoleh persetujuan.
2. Menentukan/menunjuk petugas upacara.
3. Menyiapkan/memeriksa tempat dan perlengkapan upacara.
4. Melapor atau memberikan informasi kepada pembina upacara tentang segala sesuatunya sesaat sebelum upacara dimulai.
5. Memeriksa, mengatur, dan mengendalikan jalannya upacara.
6. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pembina upacara.
Pada pelaksanaan kegiatan upacara bendera di sekolah, pemandu acara bertugas untuk:
1. Membaca acara upacara sesuai dengan urutan acara pada saat yang telah ditentukan.
2. Mempertanggunjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pengatur upacara.
Pada pelaksanaan kegiatan upacara bendera di sekolah, pembawa naskah Pancasila bertugas untuk:
1. Membawa naskah Pancasila.
2. Menyerahkan naskah Pancasila kepada pembina upacara dan menerima kembali naskah tersebut pada saat yang telah ditentukan.
Pada pelaksanaan kegiatan upacara bendera di sekolah, pembawa teks UUD 1945 bertugas membaca teks tersebut pada saat dan tempat yang telah ditentukan. Pembaca teks janji siswa bertugas membaca teks janji siswa yang diikuti oleh seluruh siswa pada saat dan tempat yang telah ditentukan. Pembaca doa bertugas membaca doa pada saat dan tempat yang telah ditentukan.
Pada pelaksanaan kegiatan upacara bendera di sekolah, pemimpin lagu/dirigen bertugas:
1. Memimpin seluruh peserta upacara menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu wajib nasional pada saat dan tempat yang telah ditentukan.
2. Memimpin kelompok paduan suara menyanyikan lagu mengheningkan cipta pada saat dan tempat yang telah ditentukan.
Lagu Indonesia Raya dinyanyikan secara lengkap dalam tiga (3) stanza oleh peserta upacara dengan berdiri tegak dan sikap hormat. Berdiri tegak dan sikap hormat merupakan berdiri tegak di tempat masing-masing dengan mengepalkan telapak tangan kanan diletakkan pada dada sebelah kiri dengan ibu jari menempel di dada sebelah kiri atau mengangkat tangan kanan sebatas kepala dengan jari telunjuk menempel pada pelipis, meluruskan lengan kiri ke bawah, mengepalkan telapak tangan kiri dengan ibu jari menghadap ke depan merapat pada paha kiri, dan wajah menghadap pada bendera.
Pada pelaksanaan kegiatan upacara bendera, kelompok pengibar bendera bertugas menyiapkan bendera dan menaikkan bendera. Sedangkan kelompok paduan suara bertugas menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu Mengheningkan Cipta, dan lagu wajib nasional lainnya pada saat dan tempat yang telah ditentukan.

Sarana yang diperlukan pada pelaksanaan upacara bendera terdiri atas:
1. Bendera.
2. Tiang bendera.
3. Tali bendera.
4. Naskah-naskah.
Tata pakaian upacara di sekolah diatur sebagai berikut:
1. Peserta didik mengenakan pakaian seragam sekolah nasional dilengkapi dengan topi pet dan dasi sesuai ketentuan perundang-undangan.
2. Petugas upacara mengenakan pakaian seragam yang telah ditentukan oleh sekolah masing-masing.
3. Guru dan tenaga kependidikan mengenakan pakaian seragam yang telah ditentukan oleh daerah/sekolah masing-masing.
Bentuk formasi barisan untuk melaksanakan upacara bendera diatur sebagai berikut:
1. Bentuk segaris, yakni suatu bentuk barisan yang disusun dalam satu baris dan menghadap ke pusat upacara.
2. Bentuk U, yakni suatu bentuk barisan yang disusun berbentuk huruf U dan menghadap ke pusat upacara.
Adapun bentuk formasi barisan dapat menyesuaikan dengan keadaan sekolah dan lapangan yang tersedia.


Referensi
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara Bendera di Sekolah.


EmoticonEmoticon