Saturday, 1 September 2018

Metamorfosis


Metamorfosis
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Metamorfosis adalah perubahan yang terjadi pada suatu organisme baik secara struktural ataupun fungsional dalam proses menuju kedewasaannya. Perubahan dari segi fisik terjadi karena adanya perubahan dan diferensiasi sel, sedangkan perubahan fungsional terjadi karena perkembangan dari sel itu sendiri.

Terdapat dua jenis metamorfosis, yakni:

1. Metamorfosis sempurna
Metamorfosis sempurna merupakan metamorfosis yang membuat perubahan drastis sehingga bentuk awal organisme sangat berbeda dengan bentuknya setelah metamorfosis terjadi. Metamorfosis sempurna melewati empat (4) tahapan, yakni:

a. Fase telur

Metamorfosis

Pada tahap telur, induk dari organisme tersebut akan meletakkan telur-telurnya di tempat yang aman dan nyaman bagi calon anaknya tersebut. Pada fase telur, embrio hasil fertilasi sel sperma dan sel ovum akan terus melakukan proses pembelajaran sel yang membentuk organ-organ utama bagi kehidupan. Waktu yang dibutuhkan suatu organisme untuk menetas dari telurnya tergantung pada jenis organisme tersebut. Struktur dan bentuk dari telur juga bervariasi tergantung pada jenisnya.

b. Fase larva

Metamorfosis

Setelah menetas dari telurnya, organisme tersebut akan masuk ke fase larva. Pada fase larva, ia akan membutuhkan banyak makanan untuk perkembangan dan pertumbuhannya. Karena itu, sangat penting bagi induknya untuk meletakkan telur di daerah yang sesuai dengan kebutuhan makanannya saat menjadi larva. Pada fase larva dapat terjadi perubahan fisik, contohnya adalah pergantian kulit pada larva serangga. Pergantian ini akan membuat tubuhnya siap untuk menjadi pupa. Perubahan ini dikontrol oleh faktor hormonal tubuh.

c. Fase Pupa

Metamorfosis

Pada fase pupa biasanya kebiasaan makan akan berkurang, namun metabolisme di dalam tubuh akan terus berlangsung. Pada proses pupa akan terjadi pertumbuhan, perkembangan, dan diferensiasi sel. Ketika cukup matang, maka organisme ini akan memasuki tahap dewasa.

d. Fase dewasa (imago)

Metamorfosis

Fase dewasa merupakan tahap akhir dalam suatu metamorfosis. Biasanya bentuk akhir dari makhluk dewasa pada metamorfosis sempurna terlihat sangat berbeda dibandingkan pada fase larva atau pupa. Fase dewasa merupakan fase reproduksi di mana organisme ini akan mencari pasangan dan melakukan perkawinan serta berkembang biak.

Sejumlah hewan yang mengalami metamorfosis sempurna, antara lain:

a. Kupu-kupu

Metamorfosis

b. Nyamuk

Metamorfosis

c. Katak

Metamorfosis

d. Lalat

Metamorfosis


2. Metamorfosis tidak sempurna
Metamorfosis tidak sempurna merupakan jenis metamorfosis yang tidak melalui fase pupa. Hasil organisme dewasa yang terbentuk umumnya tidak jauh berbeda dengan tahap lainnya. Metamorfosis tidak sempurna melewati tiga (3) tahap, sebagai berikut:

a. Fase telur

Metamorfosis

Sama halnya pada metamorfosis sempurna, induk suatu makhluk hidup akan meletakkan telurnya pada tempat yang dirasa aman dan nyaman. Embrio hasil fertilisasi sel sperma dan ovum ini dilindungi oleh sebuah cangkang yang kuat. Nutrisi pada masa telur didapatkan dari komponen di dalam telur tersebut. Pada fase telur terjadi proses pembelahan sel untuk membentuk bakal individu yang mampu menghadapi dunia luar.

b. Fase nimfa

Metamorfosis

Fase nimfa merupakan fase di mana hewan tersebut sudah siap keluar dari telur. Organisme hasil dari fase nimfa sudah memiliki bentuk sempurna, namun dalam ukuran yang lebih kecil. Pada fase nimfa akan terjadi pematangan organ-organ dalam tubuh, terutama organ reproduksi. Pada tahap ini juga akan terjadi perubahan struktur luar tubuh karena penyesuaian dengan bertambah besarnya tubuh tersebut.

c. Fase dewasa (imago)

Metamorfosis

Sama halnya dengan metamorfosis sempurna, pada tahap ini semua organ sudah siap untuk mendukung kehidupannya secara keseluruhan. Hewan tersebut akan mencari pasangan, kemudian melakukan perkawinan. Lalu hasil fertilisasi dari sel jantan dan betina akan masuk ke tahap awal dari metamorfosis, yakni telur.

Sejumlah hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, di antaranya:

a. Kecoa

Metamorfosis

b. Jangkrik

Metamorfosis

c. Belalang

Metamorfosis

d. Capung

Metamorfosis


EmoticonEmoticon