Tuesday, 25 September 2018

Model Pembelajaran Diskursus Multy Reprecentacy (DMR)


Model Pembelajaran Diskursus Multy Reprecentacy (DMR)
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

model pembelajaran DMR

Model pembelajaran diskursus multy reprecentacy (DMR) merupakan bagian dari pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif telah dikembangkan secara intensif melalui berbagai penelitian, tujuannya adalah untuk meningkatkan kerja sama antar siswa, membentuk hubungan positif, mengembangkan rasa percaya diri, serta meningkatkan kemampuan akademik melalui aktivitas kelompok.
Pada model pembelajaran tipe kooperatif, siswa tidak hanya mempelajari materi saja, tetapi siswa juga mempelajari keterampilan khusus yang disebut keterampilan kooperatif. Keterampilan kooperatif ini berfungsi untuk melancarkan hubungan kerja sama dan tugas. Peranan hubungan kerja sama dan tugas dapat dibangun dengan membagi tugas kelompok selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
Model pembelajaran DMR adalah “pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan, penggunaan, dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok” (Ngalimun, 2013, hlm. 172). Menurut Suyatno (2009, hlm. 69) “sintaksnya adalah persiapan, pendahuluan, pengembangan, penerapan, dan penutup”. Model DMR menekankan belajar dalam kelompok heterogen saling membantu satu sama lain, bekerja sama menyelesaikan masalah, menyatukan pendapat, untuk memperoleh keberhasilan yang optimal pada kelompok dan individu. Model ini juga berorientasi pada pembentukan, penggunaan, dan pemanfaatan berbagai representasi seperti gambar, makalah, artikel dari surat kabar, berita, poster, bahkan internet dan sebagainya dengan setting kelas dan kerja kelompok.
Banyak keuntungan yang diperoleh dalam pembelajaran multi representasi. Dengan menggunakan beberapa representasi diharapkan siswa mendapatkan keuntungan dari sifat masing-masing representasi dan pada akhirnya ini akan menyebabkan pemahaman yang lebih dalam terhadap materi yang dipelajari.
Menurut Meij dan Jong (2003, hlm. 2-3) terdapat tiga fungsi utama multi representasi dalam kegiatan belajar, antara lain:
1. Sejumlah representasi mungkin melengkapi satu sama lain berkaitan dengan konten mereka. Dengan menggabungkan representasi yang saling melengkapi tersebut diharapkan bahwa siswa akan mendapat keuntungan dari berbagai representasi tersebut. Sebagai contoh, setiap representasi dapat menunjukkan asspek yang berbeda dari materi pelajaran.
2. Sejumlah representasi dapat saling melengkapi berkaitan dengan mereka representasional dan komputasi efisiensi. Berbagai jenis representasi mungkin berguna untuk tujuan yang berbeda. Jika materi berkaitan dengan konteks masalah, maka representasi terbaik untuk digunakan adalah teks atau gambar. Jika materi harus ditampilkan berkaitan dengan informasi kualitatif, maka diagram adalah representasi terbaik. Diagram dapat menyimpan informasi yang mendukung proses komputasi dengan pengindeksan informasi.
3. Multi representasi adalah salah satu representasi yang dapat membatasi penafsiran representasi lain.
Langkah-langkah model pembelajaran DMR menurut Tamim (2015, hlm. 36-37), dijabarkan sebagai berikut:
1. Tahap persiapan
Guru menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), kemudian guru menyiapkan lembar materi, media, dan lembar kerja siswa sesuai materi yang akan dipelajari.
2. Tahap pendahuluan
a. Guru membuka pembelajaran.
b. Guru menginformasikan tentang pembelajaran DMR.
c. Guru mengkondisikan kelas untuk siap belajar.
d. Guru membagi siswa menjadi sejumlah kelompok secara heterogen.
e. Siswa duduk sesuai dengan kelompoknya masing-masing.
f. Guru membagikan lembar materi dan lembar kerja siswa.
3. Tahap penerapan
a. Masing-masing kelompok mendiskusikan materi yang dipelajari dan setiap anggota mencatat.
b. Siswa ditunjuk secara acak untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok ke depan kelas dan setiap siswa yang tampil merupakan representasi dari kelompoknya.
c. Siswa saling tanya jawab.
d. Guru menambahkan pemahaman materi.
4. Tahap penutup
a. Guru membagikan lembar kerja siswa.
b. Siswa mengerjakan lembar kerja secara individu.
c. Lembar kerja siswa dikumpulkan untuk dinilai.
d. Guru bersama siswa menyimpulkan materi.

Referensi
Meij, J. V. D., & Jong, T. D. (2003). Belajar dengan Multiple Representasi. (Makalah). Padua: Makalah yang dipresentasikan pada konferensi EARLI 2003.
Ngalimun (2013). Strategi dan Model Pembelajaran. Yogyakarta: Aswaja Presindo.
Suyatno (2009). Menjelajah Pembelajaran Inovasi. Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka.
Tamim, M. F. (2015). Penerapan Model Pembelajaran DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) dengan Puzzle Kubus dan Balok untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Materi Pokok Kubus dan Balok Siswa Kelas VIII di SMP Muhammadiyah 8 Semarang Tahun Pelajaran 2014/2015. (Skripsi). Semarang: UIN Walisongo Semarang.


EmoticonEmoticon