Saturday, 15 September 2018

Proses Belajar


Proses Belajar
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

tahap Proses Belajar

Belajar adalah “tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif” (Syah, 2005, hlm. 92). Menurut Hilgard (dalam Suradji, 2008, hlm. 40) belajar adalah “suatu kegiatan yang dilakukan mungkin membuahkan atau menghasilkan pola merubah pola kelakuan”. Gege dan Berliner (dalam Hamdani, 2011, hlm. 21) berpendapat bahwa “belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang muncul karena pengalaman”.
Berdasar sejumlah pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.
Adapun istilah proses belajar adalah suatu aktivitas psikis atau mental yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Perubahan tersebut relatif konstan dan berbekas. Lebih lanjut, Syah (2008, hlm. 113) menyatakan bahwa “proses belajar adalah tahapan perubahan perilaku kognitif, afektif, dan psikomotor yang terjadi dalam diri siswa”. Perubahan tersebut bersifat positif dalam arti berorientasi ke arah yang lebih maju daripada keadaan sebelumnya.
Proses belajar berlangsung di dalam pembelajaran dan merupakan kejadian internal. Setiap kejadian menjadi satu fase dalam suatu rangkaian fase-fase yang membentuk proses belajar mengajar. Di sisi lain, kejadian-kejadian di luar subyek dapat menunjang dan menghambat proses belajar yang berlangsung di dalam subyek tersebut.
Guru sebagai pengelola proses belajar mengambil sejumlah tindakan instruksional yang harus didasarkan pada pengetahuan mendalam mengenai peristiwa internal dan eksternal selama seseorang belajar. Rangkaian kejadian-kejadian internal yang berlangsung, bila seseorang belajar, dapat digambarkan sebagai rangkaian fase-fase dalam proses belajar mengajar yang harus dilalui oleh siswa.
Sejumlah fase proses belajar dikemukakan oleh Winkel (2004, hlm. 351-352), di antaranya:
1. Fase motivasi
Melalui memotivasi diri, siswa akan membuka diri dan rela berusaha mencapai tujuan belajarnya. Siswa sadar akan tujuan yang harus dicapai dan bersedia melibatkan diri.
2. Fase konsentrasi
Siswa memperhatikan unsur-unsur yang relevan sehingga terbentuk pola perseptual tertentu. Melalui konsentrasi, siswa memusatkan perhatiannya pada materi pelajaran yang sedang dihadapinya.
3. Fase mengolah
Siswa menyimpan informasi dalam short-term memory (STM) dan mengolah informasi untuk diambil maknanya.
4. Fase menyimpan
Siswa menyimpan informasi yang telah diolah dalam long-term memory (LTM). Informasi dimasukan ke dalam ingatan. Hasil belajar sudah diperoleh, sebagian atau keseluruhan.
5. Fase menggali
Siswa menggali informasi yang tersimpan dalam ingatan dan memasukannya kembali ke dalam short-term memory (STM). Informasi ini dikaitkan dengan informasi baru atau dikaitkan dengan sesuatu di luar lingkup bidang studi yang bersangkutan dan dimasukkan kembali ke dalam long-term memory (LTM). Siswa menggali informasi yang tersimpan dalam LTM dan mempersiapkannya sebagai masukan bagi fase prestasi yang langsung atau melalui STM.
6. Fase prestasi
Informasi yang telah tergali digunakan untuk memberikan prestasi yang menampakan hasil belajar. Saat prestasi tersebut muncul dapat berbeda-beda, yaitu pada akhir proses belajar telah mencapai sasarannya, atau beberapa waktu kemudian dalam rangka ujian yang meliputi sejumlah unit materi pelajaran.
7. Fase umpan balik
Siswa mendapatkan informasi sejauh mana prestasinya sudah tepat, baik melalui observasi sendiri terhadap efek prestasinya atau melalui guru. Umpan balik ini bertujuan untuk membenarkan motivasi siswa yang pada awal proses belajar telah menimbulkan minat dan usaha untuk belajar.

Referensi
Hamdani (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
Suradji (2008). Strategi Belajar Mengajar. Surakarta: UNS Press.
Syah, M. (2005). Psikologi Belajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Syah, M. (2008). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Winkel, W. S. (2004). Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.


EmoticonEmoticon