Tuesday, 6 November 2018

Motivasi Belajar


Motivasi Belajar
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

motivasi

Seseorang akan berhasil dalam belajar, apabila dalam dirinya terdapat keinginan untuk belajar. Keinginan merupakan kekuatan mental yang dapat mendorong seseorang untuk mencapai tujuan. Keinginan atau dorongan dalam belajar untuk mencapai tujuan yang diinginkan disebut juga dengan istilah motivasi belajar.
Donald (dalam Sardiman, 2011, hlm. 73) mengemukakan bahwa motivasi adalah “perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan”. Menurut Eysenck (dalam Slameto, 2010, hlm. 170) “motivasi sebagai suatu proses yang menentukan tingkatan kegiatan, intensitas, konsistensi, serta arah umum dari tingkah laku manusia”. Uno (2011, hlm. 23) menyatakan bahwa motivasi merupakan “kekuatan, baik dari dalam maupun dari luar yang mendorong seseorang untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya”. Lebih lanjut, Hamalik (2011, hlm. 159) menjelaskan bahwa motivasi memiliki dua komponen, yakni “komponen dalam (inner component) dan komponen luar (outer component)”. Komponen dalam adalah perubahan dalam diri seseorang, keadaan merasa tidak puas, dan ketegangan psikologi. Sedangkan komponen luar adalah apa yang diinginkan seseorang, tujuan yang menjadi arah kelakuan.
Berdasar sejumlah pandangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan suatu kesatuan kompleks, yang dapat menyebabkan terjadinya suatu perubahan tingkah laku, baik dari dalam maupun dari luar individu, yang memiliki intensitas dan konsistensi, yang akhirnya akan menghasilkan suatu tindakan untuk mencapai suatu tujuan.
Secara umum, pada diri seorang peserta didik terdapat kekuatan mental yang menjadi penggerak dalam belajar. Kekuatan mental tersebut berupa keinginan, dorongan, perhatian, dan kemauan yang berasal dari berbagai sumber. Menurut Biggs dan Telfer (dalam Dimyati dan Mudjiono, 2009, hlm. 80) “di dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap serta perilaku belajar individu”. Oleh karena itu, motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan perilaku seseorang, termasuk perilaku belajar pada peserta didik.
Kuat atau lemahnya motivasi belajar dalam diri seorang peserta didik dapat terlihat dari aktivitas dan rutinitas di sekolah yang ia lakukan sehari-hari. Sardiman (2011, hlm. 83) mengemukakan sejumlah ciri-ciri motivasi yang ada pada diri seseorang, antara lain:
1. Tekun menghadapi tugas.
2. Ulet dalam menghadapi kesulitan.
3. Menunjukkan minat terhadap berbagai macam masalah.
4. Lebih senang bekerja mandiri.
5. Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin.
6. Dapat mempertahankan pendapat.
7. Tidak mudah melepaskan hal-hal yang diyakini.
8. Senang mencari dan memecahkan persoalan.
Kegiatan yang dilakukan dan didasari dengan motivasi kuat akan mendapat hasil yang optimal. Begitu pula di dalam belajar, seorang peserta didik harus memiliki motivasi dalam diri. Pemberian motivasi yang tepat kepada peserta didik akan berdampak baik pada hasil belajar. Karena seorang peserta didik yang memiliki motivasi belajar akan mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan demikian, motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar bagi peserta didik untuk mencapai tujuan suatu kegiatan.
Adapun fungsi motivasi menurut Sardiman (2011, hlm. 85), di antaranya:
1. Mendorong manusia untuk berbuat, sebagai penggerak dari setiap kegiatan yang akan dilakukan.
2. Menentukan arah perbuatan, memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuan.
3. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan, yang serasi guna mencapai tujuan.
Motivasi dapat dibagi menjadi dua seperti yang dikemukakan oleh Hamalik (2011, hlm. 162), sebagai berikut:
1. Motivasi intrinsik
Motivasi yang hidup dalam diri peserta didik dan berguna dalam situasi belajar yang fungsional. Jadi, motivasi ini timbul tanpa pengaruh dari luar.
2. Motivasi ekstrinsik
Motivasi yang disebabkan oleh faktor-faktor dari luar situasi belajar. Motivasi ini diperlukan sebab pengajaran di sekolah tidak semuanya sesuai dengan kebutuhan siswa.
Motivasi belajar merupakan faktor yang sangat penting dalam diri peserta didik. Pada kerangka formal seperti proses belajar mengajar di sekolah, motivasi belajar sangat dibutuhkan peserta didik untuk menumbuhkan dorongan dan kekuatan dalam belajar agar mencapai tujuan yang diinginkan. Motivasi sangat erat hubungannya dengan aktualisasi diri, yang diharapkan dapat membawa peserta didik ke arah hal-hal positif dan mampu menghadapi segala tuntutan, serta kesulitan dalam belajar.
Adapun teknik-teknik motivasi yang dapat dilakukan di dalam pembelajaran menurut Uno (2011, hlm. 34), sebagai berikut:
1. Pernyataan penghargaan secara verbal.
2. Menggunakan nilai ulangan sebagai pemicu keberhasilan.
3. Menimbulkan rasa ingin tahu.
4. Memunculkan suatu yang tidak terduga oleh siswa.
5. Menggunakan materi yang dikenal siswa sebagai contoh dalam belajar.
6. Menuntut siswa untuk menggunakan hal-hal yang telah dipelajari sebelumnya.
7. Menggunakan simpulasi dan permainan.
8. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperlihatkan kemahirannya di depan umum.
9. Memahami iklim sosial dalam sekolah.
10. Memanfaatkan kewibawaan guru secara tepat.
11. Memperjelas tujuan belajar yang hendak dicapai.
12. Membuat suasana persaingan yang sehat di antara siswa.
13. Memberikan contoh yang positif.

Referensi
Dimyati, & Mudjiono (2009). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Hamalik, O. (2010). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Sardiman, A. M. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press.
Slameto (2010). Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Uno, H. B. (2011). Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.


EmoticonEmoticon