Tuesday, 25 December 2018

Bakiak


Bakiak
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

permainan tradisional Bakiak

Permainan tradisional bakiak adalah sejenis sandal yang telapaknya terbuat dari kayu, yang ringan dengan pengikat kaki terbuat dari ban dipaku pada kedua sisinya. Terdapat bakiak yang digunakan untuk tiga orang, empat orang atau paling banyak lima orang. Permainan bakiak sering dimainkan pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus. Bakiak dimainkan baik oleh kalangan anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa, yang ikut serta memeriahkan lomba berjalan menggunakan bakiak.
Bakiak atau sering dikenal dengan sebutan terompa galuak di Sumatera Barat sebenarnya merupakan permainan tradisional anak-anak yang berasal dari Sumatera Barat. Hingga pertengahan tahun 1970-an, bakiak sangat populer di Sumatera Barat. Sayangnya, permainan tradisional ini tidak lagi dikenal dan dimainkan oleh anak zaman sekarang secara luas.
Tujuan permainan bakiak adalah untuk berolahraga, mengisi waktu luang, dan memupuk kerjasama. Manfaat permainan ini untuk meningkatkan kebugaran, menurunkan ketegangan, dan kemampuan bekerja sama. Biasanya permainan ini dimainkan secara berkelompok yang terdiri atas tiga, empat, sampai lima orang. Bakiak dimainkan di lapangan yang cukup luas. Pada permainan ini kekompakan adalah hal utama. Saling bekerja sama, melangkahkan kaki dengan teman yang ada di belakang atau depan dan memerlukan konsentrasi yang kuat.
Nilai budaya yang terkandung dalam permainan bakiak, yakni kekompakan. Bagaimana kita bisa saling bersama-sama melangkahkan kaki kita dengan teman yang ada di belakang atau di depan kita. Selain itu, diperlukan konsentrasi agar tidak terjatuh. Diperlukan nilai keaktifan dalam melaksanakan permainan ini. Pada saat anggota serius dalam bermain dan melangkah dengan kompak. Anggota juga perlu mengerti aturan main dan memahami perannya dalam permainan bakiak.
Cara bermain bakiak, yakni setiap grup terdiri atas tiga sampai lima orang sesuai dengan kapasitas sandal bakiak yang tersedia. Setiap pemain dalam grup memakai bakiak bersamaan di garis start. Setelah aba-aba, setiap grup yang telah memakai bakiak saling berlomba-lomba tiba di garis yang telah ditentukan dan kembali lagi ke garis start. Agar dapat berjalan cepat dan tidak terjatuh, diperlukan kekompakan pemain dalam satu grup. Supaya tetap kompak, para pemain sepakat mulai melangkah dengan kaki kanan atau kiri dulu. Selanjutnya, mereka berjalan cepat sambil memberi komando pada langkah, seperti “kanan! Kiri! Kanan! Kiri!....”. Setelah tiba di garis depan, mereka harus berputar dan kembali ke garis akhir. Pada saat memutar biasanya para pemain terjatuh karena kesulitan untuk mengatur kekompakan langkah. Grup yang pertama kali tiba di garis start adalah pemenangnya.


EmoticonEmoticon