Monday, 10 December 2018

Klasifikasi Hewan


Klasifikasi Hewan
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

penggolongan hewan

Hewan atau binatang atau fauna atau margasatwa adalah kelompok makhluk hidup yang diklasifikasikan dalam kerajaan animalia. Semua hewan bersifat heterotrof, artinya tidak membuat energi sendiri, tetapi harus mengambil dari lingkungan sekitar dengan cara makan. Hewan memiliki daya gerak, cepat tanggap terhadap rangsangan eksternal, tumbuh mencapai besar tertentu, memerlukan makanan jenis tertentu, dan memiliki jaringan tubuh lunak.

Adapun secara umum hewan terbagi atas dua kelompok besar, yakni:

1. Hewan vertebrata
Vertebrata adalah jenis hewan yang memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Hewan vertebrata terbagi atas beberapa jenis, yakni:

a. Ikan (pisces)

Klasifikasi Hewan

Ikan merupakan hewan yang hidup di dalam air, bernafas dengan insang dengan alat gerak berupa sirip, dan berkembang biak dengan cara bertelur.

b. Amfibi (amphibia)

Klasifikasi Hewan

Amfibi adalah hewan yang hidup di dua alam (darat dan air), berdarah dingin (tidak dapat mengubah suhu badan sendiri), dan bernafas dengan paru-paru atau kulit. Contoh hewan ampibi seperti katak dan kadal air.

c. Reptil (reptilia)

Klasifikasi Hewan

Reptil adalah hewan melata yang berdarah dingin dan memiliki sisik yang menutup tubuhnya. Contoh hewan reptil adalah buaya, komodo, dan ular.

d. Burung (aves)

Klasifikasi Hewan

Burung merupakan hewan yang bisa terbang. Burung memiliki bulu yang menutupi tubuhnya dengan alat gerak berupa kaki dan sayap. Contoh burung yang dapat terbang, seperti burung elang, burung kolibri, dan burung pelikan. Meskipun begitu terdapat beberapa jenis burung yang tidak dapat terbang, seperti ayam, bebek, angsa, dan burung unta.

e. Hewan menyusui (mammalia)

Klasifikasi Hewan

Hewan mammalia merupakan hewan yang memiliki kelenjar susu (pada hewan betina), yang berfungsi untuk menghasilkan susu sebagai sumber makanan bagi anaknya. Hewan mammalia pada umumnya adalah hewan yang berdarah panas dan berkembang biak secara kawin (generatif). Hewan mammalia ada yang hidup di darat dan ada juga yang hidup di air. Contoh mammalia yang hidup di darat, seperti sapi, monyet, domba, rusa, dan gajah. Sedangkan mammalia yang hidup di air, misalnya paus, lumba-lumba, dan ikan duyung.

2. Hewan invertebrata
Invertebrata adalah jenis hewan yang tidak memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Struktur tubuh, sistem pernafasan, sistem pencernaan, dan sistem peredaran darah hewan invertebrata lebih sederhana jika dibandingkan dengan hewan vertebrata. Hewan yang termasuk pada golongan invertebrata, di antaranya:

a. Hewan bersel satu (protozoa)

Klasifikasi Hewan

Hewan bersel satu hidup di dalam air. Bentuk tubuh protozoa sangat kecil, yakni berkisar antara 10-50 mikro meter, tetapi terdapat juga memiliki besar tubuh hingga 1 mili meter. Sumber makanan protozoa adalah hewan dan tumbuhan. Berdasar alat geraknya, protozoa terbagi atas empat kelas, yaitu kelas rhizopoda (berkaki semu), kelas flagellata (berbulu cambuk), kelas cilliata (berambut getar), dan kelas sporozoa (berspora).

b. Hewan berpori (porifera)

Klasifikasi Hewan


Hewan berpori adalah hewan air yang hidup di laut dengan bentuk tubuh seperti tumbuhan atau tabung berpori yang melekat pada suatu dasar laut dan dapat berpindah tempat dengan bebas. Sumber makanan porifera adalah bakteri atau plankton.

c. Hewan bersel penyengat (cnidaria)

Klasifikasi Hewan

Hewan yang memiliki sel penyengat yang dinamai knidosit, digunakan untuk menangkap mangsa dan membelah diri. Cnidaria terbagi atas empat kelompok, yaitu anthozoa (anemon laut), scyphozoa (ubur-ubur), cubozoa (ubur-ubur kotak), dan hydrozoa.

d. Hewan berlubang-lubang kecil (ctenophora)

Klasifikasi Hewan

Hewan jenis ini memiliki lubang-lubang kecil hampir di seluruh bagian tubuhnya. Lubang tersebut dapat menimbulkan racun yang digunakan untuk melumpuhkan mangsa atau musuhnya. Meskipun bentuknya seperti ubur-ubur, namun ctenophora tidak memiliki sel penyengat.

e. Cacing pipih (platyhelminthes)

Klasifikasi Hewan

Cacing pipih merupakan hewan yang berbentuk cacing dengan tubuh pipih dan tidak bersegmen. Cacing pipih pada umumnya hidup di sungai, laut, danau, atau sebagai parasit di tubuh makhluk hidup lain. Terdapat tiga jenis cacing pipih, yakni turbellaria (cacing berambut getar), trematoda (cacing isap), dan cestoda (cacing pita).

f. Cacing gilik (nematoda)

Klasifikasi Hewan

Cacing ini berbentuk gilik. Kedua ujung tubuh nematoda berbentuk runcing sedangkah tengahnya berbentuk bulat. Contoh cacing gilik, antara lain cacing tambang, cacing askaris, dan cacing filaria.

g. Cacing gelang (annelida)

Klasifikasi Hewan

Cacing gelang, yakni cacing yang tubuhnya terdiri atas segmen-segmen seperti gelang dengan berbagai sistem organ dengan sistem peredaran darah tertutup. Contoh cacing jenis ini adalah cacing tanah, cacing pasir, cacing kipas, dan lintah.

h. Hewan bertubuh lunak (mollusca)

Klasifikasi Hewan

Hewan bertubuh lunak, ada yang dilindungi oleh cangkang, ada pula yang tidak dilindungi oleh cangkang. Cangkang mollusca terbentuk dari bahan kalsium (zat kapur). Mollusca terdiri atas bivalvia (kerang), gastropoda (siput), polyplacophora, dan cepalophoda (gurita dan cumi-cumi).

i. Hewan bertubuh segmen (artropoda)

Klasifikasi Hewan

Artropoda biasa juga dikenal dengan hewan yang berbuku-buku. Anggota tubuh hewan bersegmen berpasangan dan simetri bilateral. Antropoda terbagi atas beberapa jenis, yakni chelicerata (laba-laba, tungau, kalajengking), myriapoda (lipan), krustasea (kepiting, lobster, udang), dan hexapoda (serangga).


EmoticonEmoticon