Sunday, 2 December 2018

Materi Pembelajaran


Materi Pembelajaran
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

materi

Materi pembelajaran (learning materials) adalah segala sesuatu yang menjadi isi kurikulum yang harus dikuasai oleh siswa, sesuai dengan kompetensi dasar dalam rangka pencapaian kompetensi inti setiap mata pelajaran dalam satuan pendidikan tertentu. Materi pembelajaran dapat diartikan sebagai bahan yang diperlukan untuk pembentukan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi kompetensi dasar yang ditetapkan. Materi pembelajaran dapat dibedakan menjadi pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotor).
Isi materi pembelajaran kognitif terdiri atas empat macam, yakni:
1. Fakta
Fakta adalah sifat dari suatu gejala, peristiwa, benda, yang wujudnya dapat ditangkap oleh panca indera. Fakta merupakan pengetahuan yang berhubungan dengan data-data spesifik, baik yang telah maupun yang sedang terjadi, yang dapat diuji atau diobservasi.
2. Konsep
Konsep adalah abstraksi kesamaan atau keterhubungan dari sekelompok benda atau sifat. Suatu konsep memiliki bagian yang dinamakan atribut. Atribut adalah karakteristik yang dimiliki suatu konsep. Gabungan dari berbagai atribut menjadi suatu pembeda antara satu konsep dengan konsep lainnya.
3. Prosedur
Prosedur adalah materi pelajaran yang berhubungan dengan kemampuan siswa untuk menjelaskan langkah-langkah secara sistematis tentang sesuatu. Hubungan antara dua atau lebih konsep yang sudah teruji secara empiris dinamakan generalisasi.
4. Prinsip
Materi pembelajaran tentang prinsip dapat berupa hasil penelitian atau sebuah teori yang telah dibuktikan, sehingga dapat dipercaya. Seseorang akan dapat menarik suatu prinsip apabila sudah memahami berbagai fakta dan konsep yang relevan.
Pengembangan materi pembelajaran dari segi afektif/sikap, yakni berhubungan dengan sikap/nilai atau keadaan dari dalam diri seseorang. Materi afektif termasuk pemberian respons, penerimaan nilai, internalisasi, dan lain-lain. Misalnya, nilai-nilai kejujuran, kasih sayang, minat, kebangsaan, rasa sosial, dan sebagainya.
Berdasar segi psikomotor, yakni materi yang mengarah pada gerak/keterampilan. Keterampilan adalah pola kegiatan yang memiliki tujuan tertentu yang memerlukan manipulasi dan koordinasi informasi. Keterampilan dapat dibedakan dalam dua bentuk, antara lain:
1. Keterampilan intelektual, yaitu keterampilan berpikir melalui usaha menggali, menyusun, dan menggunakan berbagai informasi, baik berupa data, fakta, konsep, atau prinsip dan teori.
2. Keterampilan fisik, yaitu keterampilan motorik seperti keterampilan mengoperasikan komputer, keterampilan mengemudi, keterampilan memperbaiki suatu alat, dan sebagainya.
Perubahan kurikulum yang terjadi selama ini, selalu diikuti dengan perubahan buku pelajaran yang memuat materi pembelajaran. Sebenarnya ada banyak sumber yang dapat dimanfaatkan untuk membelajarkan siswa selain dari buku teks, dan guru dituntut untuk dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar tersebut.
Sumber belajar merupakan informasi/materi pembelajaran yang disajikan dan disimpan dalam bentuk media, yang dapat membantu siswa belajar sebagai perwujudan kurikulum. Sumber belajar dapat berupa cetakan, video, perangkat lunak atau kombinasi dari berbagai format yang dapat digunakan guru atau siswa. Menurut Majid (2006, hlm. 170) sumber belajar dapat diartikan sebagai “tempat/lingkungan sekitar, benda, dan orang yang mengandung informasi dapat digunakan sebagai wahana bagi peserta didik untuk melakukan proses perubahan tingkah laku”.
Materi pembelajaran pada hakikatnya adalah pesan-pesan yang ingin disampaikan pada peserta didik untuk dapat dikuasai. Pesan adalah informasi yang akan disampaikan, baik berupa ide, data/fakta, konsep, dan sebagainya, yang dapat berupa kalimat, tulisan, gambar, peta, atau tanda. Pesan dapat disampaikan secara verbal maupun nonverbal.
Penerimaan pesan dapat dipengaruhi oleh keadaan individu yang menerima pesan tersebut. Sanjaya (2010) mengemukakan agar pesan yang ingin disampaikan bermakna sebagai bahan pelajaran, maka terdapat sejumlah kriteria yang harus diperhatikan, antara lain:
1. Novelty, artinya suatu pesan akan bermakna apabila bersifat baru atau mutakhir.
2. Proximity, artinya pesan yang disampaikan harus sesuai dengan pengalaman siswa.
3. Conflict, artinya pesan yang disajikan sebaiknya dikemas sedemikian rupa sehingga mengunggah emosi.
4. Humor, artinya pesan yang disampaikan sebaiknya dikemas sehingga menampilkan kesan lucu. Pesan yang dikemas dengan lucu cenderung akan lebih menarik perhatian.

Referensi
Sanjaya, W. (2010). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group.
Majid, A. (2006). Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.


EmoticonEmoticon