Thursday, 13 December 2018

Outbound


Outbound
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

kegiatan kokurikuler Outbound

Outbound atau out of boundary, diartikan sebagai keluar dari lingkup, batas, atau kebiasaan. Menurut Susanta (2010, hlm. 18-19) outbound adalah “metode pengembangan diri melalui kombinasi rangkaian kegiatan beraspek psikomotor, kognitif, dan afektif dalam pendekatan pembelajaran melalui pengalaman”. Sedangkan Asti (2009, hlm. 11) mengemukakan outbound adalah “kegiatan pelatihan di luar ruangan atau di alam terbuka yang menyenangkan dan penuh tantangan”. Bentuk kegiatan outbound dapat berupa simulasi kehidupan melalui permainan-permainan yang kreatif, rekreatif, dan edukatif, baik secara individual maupun kelompok.
Berdasar sejumlah pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa outbound adalah kegiatan yang dilakukan di luar ruangan yang menyenangkan dan penuh tantangan.
Tujuan dilakukan outbound menurut Indriana (2011, hlm. 178-179), antara lain:
1. Outbound dapat menggambarkan atau mengidentifikasi berbagai kekuatan dan kelemahan peserta didik.
2. Peserta didik yang mengikuti kegiatan outbound dapat mengeluarkan segala ekspresi dan potensi diri berdasarkan caranya sendiri. Oleh karena itu, outbound dapat mengantarkan peserta didik untuk bebas berkreasi, namun tetap taat aturan permainan yang berlaku.
3. Dapat menjadikan peserta didik menghargai dan menghormati diri sendiri dan orang lain.
4. Peserta didik dapat belajar secara menyenangkan. Dengan demikian, peserta didik akan termotivasi dan bersemangat untuk mengikuti pembelajaran.
5. Dapat memupuk jiwa kemandirian peserta didik sehingga potensi yang dimiliki akan tergali untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.
6. Dapat memupuk sikap empati dan sensitif kepada orang lain karena dalam kegiatan outbound terdapat bentuk kerjasama yang membutuhkan interaksi antara satu sama lain, sehingga dapat melahirkan pembelajaran untuk dapat memahami perasaan dan sikap empati pada orang lain.
7. Dapat melatih keterampilan bersosialisasi peserta didik karena pembelajaran outbound mengajarkan peserta didik untuk dapat berkomunikasi dengan baik terhadap diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar.
8. Membuat peserta didik dapat mengetahui cara belajar yang efektif dan kreatif. Hal ini karena dalam kegiatannya peserta didik langsung menerapkan cara belajar yang efektif dan kreatif untuk mencapai tujuan dan hasil optimal.
9. Sebagai sarana yang tepat untuk mengembangkan karakter atau kepribadian peserta didik.
10. Peserta didik dapat memahami berbagai nilai positif melalui berbagai contoh nyata dalam kegiatan yang diselenggarakan.
Menurut Indriana (2011, hlm. 182-183) manfaat outbound, di antaranya:
1. Dapat menjalin komunikasi yang efektif (effective communication).
2. Dapat melakukan pengembangan tim (team building).
3. Belajar untuk memecahkan masalah (problem solving).
4. Dapat memupuk rasa percaya diri (self confidence).
5. Belajar kepemimpinan (leadership).
6. Dapat menjalin kerjasama dengan tim (sinergi).
7. Melakukan permainan yang menghibur (fun games).
8. Belajar untuk berkonsentrasi atau memfokuskan perhatian.
9. Melatih kejujuran dan sportivitas.
Dengan demikian, melalui kegiatan outbound diharapkan peserta didik dapat memiliki kepribadian yang baik, cerdas, berdaya tahan, dapat menjalin hubungan sosial, dan berkarakter.
Adapun jenis-jenis permainan outbound yang cocok untuk anak, antara lain:

1. Balap ulat buku

Outbound

Balap ulat buku adalah jenis permainan yang dilakukan secara berkelompok. Anak dan teman-temannya akan diajak membentuk tiga hingga empat tim, yang masing-masing terdiri atas tujuh sampai 10 orang. Setiap tim akan diminta berbaris lurus ke belakang, dan setiap orang di dalam barisan harus berpegangan pada bahu teman yang ada di depannya.
Cara bermainnya, anak dan teman satu kelompoknya harus adu cepat dengan tim lawan untuk sampai ke garis finish yang sudah ditentukan. Barisan yang dibentuk tidak boleh putus. Biasanya, agar permainan lebih seru, rute ke garis finish dibuat bervariasi dan berkelok-kelok. Permainan ini melatih kerjasama anak dengan teman-teman satu timnya.

2. Menyampaikan pesan lewat isyarat

Outbound

Permainan ini, yakni menyampaikan pesan tanpa bersuara. Di dalam permainan ini, anak perlu menyampaikan pesan melalui gerakan, tidak boleh diucapkan. Hal ini tentu mengasah kemampuan motorik anak. Selain itu, aktivitas ini sekaligus mengasah imajinasi anak. Anak harus membuat isyarat-isyarat tertentu, agar pesan yang hendak disampaikannya dapat dimengerti dengan baik oleh teman satu timnya. Secara tidak langsung, hal ini akan membantu mengasah kreativitas anak.

3. Berjalan di atas tali

Outbound

Berjalan di atas tali adalah salah satu jenis permainan outbound yang menantang bagi anak. Melalui permainan ini, anak dapat melatih kemampuannya dalam mengoordinasikan anggota tubuh, seperti mata, tangan, dan kaki. Tidak hanya itu, anak dapat mengembangkan kemampuannya dalam menjaga keseimbangan serta melatih keberanian.

4. Mini flying fox

Outbound

Permainan ini sangat populer dalam kegiatan outbound. Meski cukup mendebarkan, flying fox termasuk jenis permainan outbound yang cukup aman bagi anak, jika menggunakan peralatan yang tepat dan diawasi oleh tim profesional.
Flying fox melatih kemampuan motorik anak sekaligus keberaniannya. Sebab, sebelum meluncur, anak harus menaiki anak-anak tangga hingga mencapai ketinggian tertentu sebagai titik awal meluncur. Begitu berhasil meluncur dengan lancar, anak akan merasa puas sekaligus percaya diri, karena ia membuktikan keberaniannya melewati tantangan dalam permainan ini.

5. Merayap di atas tanah becek

Outbound

Permainan ini mengharuskan anak merayap di atas tanah yang becek. Permainan ini merupakan permainan adu ketangkasan dan kecepatan yang mengharuskan anak bergerak aktif secara fisik, sehingga motorik kasar anak terlatih.
Melalui permainan ini, anak juga belajar untuk lebih berani. Permainan ini melatih anak untuk bersungguh-sungguh dalam mencapai tujuan dan menyelesaikan tantangan yang ada. Karena bersifat kompetitif, permainan ini juga membentuk mental anak, agar ia tidak takut bersaing sehat dengan orang lain.

Referensi
Asti, B. M. (2009). Fun Outbound Merancang Kegiatan Outbound yang Efektif. Yogyakarta: Diva Press.
Indriana, D. (2011). Ragam Alat Bantu Media Pengajaran. Yogyakarta: Diva Press.
Susanta, A. (2010). Outbound Profesional Pengertian, Prinsip Perancangan, dan Panduan Pelaksanaan. Yogyakarta: CV Andi Offset.


EmoticonEmoticon