Sunday, 23 December 2018

Tari Rampak Bedug


Tari Rampak Bedug
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Tari Rampak Bedug

Rampak bedug adalah salah satu kesenian memainkan alat musik bedug khas daerah Banten. Pada pertunjukan rampak bedug ini pemain bedug memainkan bedug dengan kompak sehingga menghasilkan suara yang indah dan enak didengar. Selain itu, kesenian ini juga dikemas dengan gerakan-gerakan tari sehingga terlihat menarik dan atraktif.
Kesenian rampak bedug banyak berkembang di daerah Pandeglang, kemudian menyebar ke daerah Banten lainnya. Sebelum adanya teknologi modern, bedug awalnya digunakan oleh masyarakat sebagai penanda waktu shalat untuk umat Islam. Berawal dari kreativitas masyarakat Banten, bedug dijadikan sebagai alat untuk menyemarakan bulan Ramadhan. Secara berkelompok masyarakat Banten memainkan bedug dengan berbagai irama dan kekompakan sehingga menghasilkan suara yang enak untuk didengar.
Kesenian ini terus berlanjut dengan sering diadakannya pertandingan antar kampung. Selain sebagai sarana berkreasi, permainan bedug menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Banten, khususnya pada bulan suci Ramadhan. Karena merupakan kesenian yang menarik, para seniman Banten kemudian mengkreasikan dengan berbagai gerakan dan beberapa variasi dalam permainan bedug, sehingga menghasilkan pertunjukan yang atraktif dan menarik. Kesenian ini mulai dikenal dan menarik hati masyarakat, sehingga secara rutin diadakan pertunjukan setiap tahunnya dan menjadi tradisi masyarakat Banten, khususnya di daerah Pandeglang.
Kesenian ini awalnya dibuat hanya untuk kepentingan religi, yaitu sebagai sarana untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Namun, seiring kreativitas masyarakat, membuat pertunjukan rampak bedug ini menjadi lebih menarik dan dianggap sebagai karya seni yang patut untuk diapresiasi. Hal tersebut terbukti dengan semakin banyaknya kelompok-kelompok rampak bedug yang melestarikan kesenian ini. Rampak bedug juga kini ditampilkan pada berbagai acara, seperti festival budaya, penyambutan tamu penting, dan acara lainnya.
Pada awalnya kesenian rampak bedug ini hanya ditampilkan oleh penari laki-laki saja, namun sekarang dimainkan juga oleh penari perempuan. Kesenian ini biasanya ditampilkan oleh 10 orang, yakni 5 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Namun, ada juga yang menampilkan anggota lebih dari itu, tergantung penyajian pertunjukan yang akan ditampilkan.
Pada pertunjukannya, para pemain tidak hanya memainkan bedug, mereka juga melakukan berbagai gerakan tari yang membuat pertunjukan semakin menarik. Untuk gerakan dan permainan rampak bedug ini tidak memiliki pakem tertentu, karena sebenarnya kesenian rampak bedug bersifat kreasi. Sehingga di setiap pertunjukannya akan muncul berbagai kreasi-kreasi baru dan unik yang ditampilkan setiap kelompok, baik dalam segi gerakan, permainan bedug, dan konstum yang digunakan para pemain.
Untuk kostum yang digunakan para pemain rampak bedug ini biasanya menggunakan kostum muslim dan muslimah yang dikreasikan. Pada kreasi tersebut setiap kelompok menambahkan berbagai penambahan unsur budaya, tradisional, dan modern, namun tetap tidak melanggar unsur religius yang ada.
Karena merupakan kesenian yang bersifat kreasi, maka kesenian rampak bedug terus berkembang. Terbukti dengan berbagai kreativitas unik ditampilkan oleh para seniman rampak bedug. Hal ini yang membuat kesenian rampak bedug menjadi semakin kaya akan nilai seni, namun tetap mempertahankan nilai keagamaan yang ada di dalamnya.


EmoticonEmoticon