Wednesday, 23 January 2019

Ciri Khusus pada Hewan


Ciri Khusus pada Hewan
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Hewan memiliki bentuk yang beragam. Hewan tertentu memiliki kekhususan tersendiri. Hal ini terjadi karena adaptasi yang dilakukan hewan tersebut. Adaptasi merupakan kemampuan makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Adaptasi dibagi menjadi tiga macam, yakni:
1. Adaptasi morfologi
Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk tubuh makhluk hidup terhadap lingkungannya. Misalnya, kaki berselaput pada bebek.
2. Adaptasi fisiologi
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian fungsi alat-alat tubuh makhluk hidup terhadap lingkungannya. Misalnya, sigung mengeluarkan bau yang menyengat ketika didekati oleh pemangsa.
3. Adaptasi tingkah laku
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian berupa perubahan tingkah laku. Misalnya, cicak yang memutuskan ekornya saat ditangkap musuh.
Adapun ciri khusus merupakan penyesuaian diri makhluk hidup yang didasarkan pada bentuk tubuh. Ciri khusus pada makhluk hidup berguna untuk mempertahankan hidup dan memenuhi kebutuhan hidup makhluk hidup. Hewan yang memiliki ciri khusus, di antaranya:

1. Kelelawar

Ciri Khusus pada Hewan

Kelelawar merupakan hewan yang bersifat nokturnal, yakni hewan yang aktif mencari makan pada malam hari. Kelelawar juga merupakan satu-satunya mamalia yang bisa terbang. Kelelewar bergerak dengan memanfaatkan bunyi sebagai alat pendeteksi keadaan sekitar, yang disebut sistem sonar. Kelelawar memiliki kemampuan ekolokasi untuk mencari makanannya. Ekolokasi adalah kemampuan dalam memperkirakan jarak suatu benda dengan mendengarkan gema atau pantulan bunyi.

2. Cicak dan tokek

Ciri Khusus pada Hewan

Cicak dan tokek mempunyai ciri khusus berupa guratan-guratan lapisan pelekat pada kakinya. Selain itu, cicak dan tokek melindungi diri dengan memutuskan ekornya, yang disebut dengan istilah autotomi.

3. Bebek

Ciri Khusus pada Hewan

Ciri khusus bebek, yakni paruh berbentuk pipih dan kaki berselaput. Paruh bebek berbentuk seperti demikian untuk menyaring makanan, sementara kaki berselaput berfungsi layaknya dayung dan untuk berjalan di tanah yang becek dan berlumpur. Bulu yang tebal dan mengandung lapisan minyak membuat bebek tidak basah.

4. Bunglon

Ciri Khusus pada Hewan

Bunglon dapat mengubah warna kulitnya menjadi warna yang sama dengan lingkungan sekitarnya untuk mengelabui musuh. Hal ini disebut juga dengan istilah mimikri. Lidah bunglon panjang dan lengket untuk menangkap mangsa yang terbang, seperti nyamuk dan lalat.

5. Unta

Ciri Khusus pada Hewan

Ciri khusus unta adalah memiliki punuk sebagai tempat menyimpan lemak. Lemak berfungsi sebagai sumber energi dan pengganti air sehingga unta tahan tidak makan dan minum selama berhari-hari.

6. Burung hantu

Ciri Khusus pada Hewan

Burung hantu memiliki pendengaran dan mata yang sangat tajam dan peka untuk menemukan mangsa.

7. Semut

Ciri Khusus pada Hewan

Semut memiliki dua antena yang berfungsi untuk menyentuh, membau, dan merasakan getaran bunyi. Semut berinteraksi dengan sesamanya menggunakan sentuhan antena dan berkomunikasi menggunakan bau, yang digunakan untuk menunjukkan keberadaan makanan serta sebagai tanda bahaya.

8. Ular

Ciri Khusus pada Hewan

Ular tertentu menggunakan racun (bisa) untuk mempertahankan dirinya dan membunuh mangsanya. Ular juga memiliki tubuh yang bersisik untuk memperhankan suhu tubuhnya dan memudahkan ular untuk bergerak pada tanah atau pasir.


9. Landak

Ciri khusus pada hewan


Landak memiliki duri-duri pada punggungnya untuk berlindung dari pemangsa. Landak juga dapat berpura-pura mati pada saat didekati pemangsa agar tidak dimangsa.


EmoticonEmoticon