Thursday, 3 January 2019

Efikasi Diri


Efikasi Diri
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

self efficacy

Efikasi diri atau self-efficacy merupakan keyakinan seseorang tentang kemampuannya untuk melakukan suatu bentuk kontrol terhadap keberfungsian orang itu sendiri dan kejadian dalam lingkungan. Alwisol (2014, hlm. 287) menyebutkan bahwa “efikasi diri merupakan penilaian terhadap diri sendiri, seberapa baik atau buruk tindakan yang telah dilakukan dan bisa tidaknya seseorang mengerjakan sesuatu sesuai ketentuan yang berlaku”. Menurut Omrod (2009, hlm. 20) “efikasi diri adalah penilaian seseorang mengenai kemampuan diri sendiri untuk mengerjakan suatu tugas atau mencapai tujuan yang diinginkan”. Bandura (dalam Feist dan Feist, 2011, hlm. 212) mendefinisikan “efikasi diri sebagai suatu keyakinan seseorang akan kemampuannya untuk dapat mengontrol tujuan individu dalam lingkungan tertentu”.
Berdasarkan sejumlah pandangan tersebut dapat ditarik garis besar bahwa efikasi diri adalah keyakinan individu akan kemampuannya sendiri dalam menyelesaikan tugas tertentu dan mencapai tujuan yang diinginkan.
Menurut Bandura (dalam Hodges, 2008, hlm. 18) terdapat sejumlah dimensi dalam efikasi diri, yakni:
1. Level, mengarah pada perbedaan keyakinan diri seseorang yang berhubungan dengan tuntutan tugas.
2. Generality, mengarah pada aktivitas atau bidang kekuasaan di mana seseorang mengganggap diri mereka berhasil dalam suatu tugas dalam situasi dan waktu tertentu.
3. Strength, mengarah pada seberapa besar kegigihan yang ditunjukkan seseorang dalam mencapai tujuan tertentu.
Seseorang dapat memiliki efikasi diri yang tinggi pada situasi tertentu begitu pula sebaliknya. Berikut faktor-faktor yang dapat meningkatkan atau menurunkan efikasi diri menurut Alwisol (2014, hlm. 288):
1. Pengalaman performansi
Pengalaman performansi merupakan prestasi yang berhasil dicapai pada masa lalu. Pengalaman performansi merupakan sumber yang kuat pengaruhnya terhadap efikasi diri. Keberhasilan akan meningkatkan efikasi, sedangkan kegagalan akan memberikan dampak yang buruk bagi efikasi seseorang.
2. Pengalaman vikarius
Pengalaman vikarius didapat melalui pengamatan terhadap model sosial. Efikasi diri meningkat ketika model yang diamati berhasil dalam mengerjakan tugasnya, efikasi akan menurun ketika model yang menjadi sumber pengamatan memiliki karakteristik yang sama dengan pengamat mengalami kegagalan. Kegagalan yang terjadi diingat oleh pengamat dan dapat berdampak pada perilaku pengamat untuk jangka panjang.
3. Persuasi sosial
Efikasi diri diperoleh melalui persuasi dari orang lain. Individu dapat meningkatkan efikasi diri apabila ada pengaruh persuasi yang sesuai dengan realita seseorang. Sumber pemberi persuasi juga dapat mempengaruhi efikasi seseorang, misalnya orang terdekat atau orang yang dapat dipercaya.
4. Keadaan emosi
Efikasi yang dimiliki seseorang ketika mengerjakan suatu aktivitas dapat dipengaruhi oleh keadaan emosinya. Ketika seseorang merasa bahagia, maka efikasinya tinggi, sedangkan ketika seseorang merasa khawatir dan stres dapat menurunkan efikasi diri.
Menurut Omrod (2009, hlm. 23-26) terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi efikasi diri, yakni:
1. Keberhasilan dan kegagalan sebelumnya
Seseorang akan lebih yakin apabila mereka berhasil menyelesaikan tugas tertentu atau tugas yang hampir sama di masa lalu. Ketika individu berusaha keras mencapai tujuan, kegagalan yang sesekali terjadi tidak akan menurunkan efikasi diri. Mereka akan menjadikan kegagalan sebagai sebuah pelajaran, sesuatu akan berhasil dikerjakan dengan baik apabila diiringi dengan usaha dan kegagalan dapat diterima karena memiliki sifat realistik.
2. Pesan yang disampaikan orang lain
Meningkatkan efikasi diri dapat dilakukan dengan cara menunjukkan hal-hal yang berhasil dilakukan baik oleh seseorang. Tidak hanya kata-kata positif yang menjadi sumber dukungan bagi seseorang, umpan balik negatif juga dapat meningkatkan efikasi diri apabila disampaikan dengan menunjukkan bagian mana yang harus diperbaiki sehingga orang tersebut dapat memperbaiki performanya di masa yang akan datang.
3. Kesuksesan dan kegagalan orang lain
Perbandingan kemampuan diri sendiri dengan mengamati kesuksesan dan kegagalan orang lain menjadi opini yang sering dibentuk. Seseorang akan mengembangkan efikasinya melalui perilaku yang dibentuk oleh model, terutama yang memiliki kemampuan setara. Hal tersebut menjadi alasan bagi seseorang untuk yakin akan kemampuan yang dimiliki.
4. Keberhasilan dan kegagalan dalam kelompok besar
Keefektifan kelompok juga dapat mempengaruhi tinggi rendahnya efikasi diri. Individu akan memiliki efikasi diri tinggi bila bekerja dengan kelompok yang dinilai dapat mengkoordinasikan peran, efektif, dan tanggung jawab dalam mengerjakan tugas.
Menurut Bandura (dalam Feist dan Feist, 2011, hlm. 213) efikasi diri bersumber pada empat kombinasi, antara lain:
1. Pengalaman menguasai sesuatu
Sumber yang dinyatakan paling berpengaruh pada efikasi diri adalah pengalaman menguasai sesuatu. Sesuatu yang berhasil dicapai akan meningkatkan efikasi mengenai kemampuannya, sedangkan kegagalan akan menurunkan efikasi terhadap kemampuan.
2. Modeling sosial
Mengobservasi pencapaian orang lain yang kemampuannya setara dinilai dapat meningkatkan efikasi diri, namun juga dapat mengurangi efikasi diri apabila melihat kegagalan teman. Modeling sosial akan berdampak sedikit apabila model yang diamati memiliki karakteristik yang berbeda dengan pengamat.
3. Persuasi sosial
Sumber ini dinilai tidak cukup kuat untuk mempengaruhi efikasi diri, tetapi ketika situasinya tepat, pihak yang dipecaya dapat meningkatkan atau menurunkan efikasi diri seseorang.
4. Kondisi fisik dan emosional
Emosi yang dimiliki seseorang berkemungkinan dapat meningkatkan atau menurunkan efikasi diri seseorang. Kecemasan yang dialami seseorang dapat membuat efikasinya rendah, begitu pula sebaliknya ketika suasana hatinya baik dapat meningkatkan efikasi diri seseorang.

Referensi
Alwisol (2014). Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.
Feist, J., & Feist, G. J. (2011). Teori Kepribadian. Jakarta: Salemba Humanika.
Omrod, J. E. (2009). Psikologi Pendidikan Membantu Siswa Tumbuh Kembang. Jakarta: Erlangga.


EmoticonEmoticon