Saturday, 5 January 2019

Faktor-Faktor Penyebab Perubahan Benda


Faktor-Faktor Penyebab Perubahan Benda
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Benda atau materi adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Benda dapat berubah karena suatu hal. Pagar rumah yang terbuat dari besi yang dicat lama-kelamaan akan luntur catnya. Sayuran di pasar yang tidak terjual berubah warna menjadi kehitaman dan bau. Rumah dari kayu yang sudah lama akan hancur karena kayu penyangga rumah tersebut telah rusak dimakan rayap.
Adapun faktor-faktor penyebab perubahan benda terbagi atas:

1. Pelapukan

Faktor-Faktor Penyebab Perubahan Benda

Pelapukan adalah proses yang berhubungan dengan penghancuran bahan, baik berasal dari makhluk hidup maupun makhluk tidak hidup. Waktu yang diperlukan untuk proses pelapukan relatif sangat lama.
Pelapukan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni:
a. Pelapukan biologis
Pelapuan biologis disebabkan oleh aktivitas organisme, yaitu jamur dan jasad renik lainnya. Misalnya, kayu yang awalnya keras, lama-kelamaan akan hancur dimakan rayap. Untuk menghindari hal itu terjadi, kayu tersebut harus dicat.
b. Pelapukan mekanik
Pelapukan mekanik terjadi akibat suhu, tekanan, angin, dan air. Pelapukan mekanik dapat berlangsung lama ataupun sebentar. Misalnya, batuan yang terkena tetesan air, perubahan suhu, dan tekanan, lama-kelamaan akan hancur.

2. Perkaratan

Faktor-Faktor Penyebab Perubahan Benda

Perkaratan adalah proses pembentukan lapisan merah kekuning-kuningan yang melekat pada lapisan logam besi sebagai akibat proses kimia. Perkaratan terjadi karena logam besi bereaksi dengan air dan gas oksigen.
Logam besi dapat dihindarkan dari proses perkaratan, yakni dengan cara pengecatan. Oleh sebab itu, pagar di rumah harus dicat secara berkala agar tahan lama dan terhindar dari perkaratan.

3. Pembusukan

Faktor-Faktor Penyebab Perubahan Benda

Pembusukan adalah proses perubahan benda yang berasal dari makhluk hidup akibat bakteri atau jamur sehingga rusak dan berbau. Misalnya, pembusukan pada makanan, buah-buahan, dan sayuran. Stroberi yang busuk, terjadi perubahan warna menjadi kehitaman.
Bahan makanan yang akan dikonsumsi, baik itu sayuran, buah-buahan, atau lauk-pauk dapat dihambat proses pembusukannya. Caranya dengan menyimpan bahan-bahan makanan tersebut di dalam lemari es sehingga mikroorganisme yang menempel pada makanan tidak dapat berkembang. Selain itu, terdapat cara tradisional yang dapat dilakukan untuk mencegah pembusukan, antara lain:
a. Pengeringan, misalnya pembuatan selai pisang, keripik.
b. Penambahan gula, misalnya pembuatan manisan buah-buahan.
c. Penambahan garam, misalnya pembuatan ikan asin.


EmoticonEmoticon