Wednesday, 9 January 2019

Hak dan Kewajiban Anak


Hak dan Kewajiban Anak
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

anak

Anak merupakan cikal bakal lahirnya suatu generasi baru yang merupakan penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber daya manusia bagi pembangunan nasional. Anak adalah aset bangsa dan masa depan bangsa. Nasib bangsa yang akan datang ada di tangan anak sekarang. Semakin baik kepribadian anak sekarang, maka semakin baik pula kemungkinan kehidupan masa depan bangsa, begitu pula sebaliknya.
Berdasar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 1, anak adalah seorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Hal ini sejalan dengan yang tertera pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang menyatakan bahwa anak adalah setiap manusia yang berusia di bawah 18 tahun dan belum menikah, termasuk anak yang masih dalam kandungan apabila hal tersebut  adalah demi kepentingannya.
Pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak Bab II, mengatur tentang hak-hak anak atas kesejahteraan, yakni:
1. Hak atas kesejahteraan, perawatan, asuhan, dan bimbingan.
2. Hak atas pelayanan.
3. Hak atas pemeliharaan dan perlindungan.
4. Hak atas perlindungan lingkungan hidup.
5. Hak mendapatkan pertolongan pertama.
6. Hak untuk memperoleh asuhan.
7. Hak untuk memperoleh bantuan.
8. Hak diberi pelayanan dan asuhan.
9. Hak untuk memperoleh pelayanan khusus.
10. Hak untuk mendapatkan bantuan dan pelayanan.
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 1 ayat (12) menyebutkan bahwa hak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, negara, pemerintah, dan pemerintah dunia. Lebih lanjut pada Konvensi Hak Anak Pasal 28 ayat (1) (dalam Soekito, 1989, hlm. 56) menyebutkan bahwa “negara-negara peserta mengakui hak anak atas pendidikan dan dengan tujuan mencapai hak ini secara bertahap dan mendasarkan pada kesempatan yang sama”. Hal ini berarti bahwa anak berhak mendapatkan pendidikan tanpa membeda-bedakan status dan golongan.
Adapun kewajiban anak diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 19, yakni setiap anak berkewajiban untuk:
1. Menghormati orang tua, wali, dan guru.
2. Mencintai keluarga, masyarakat, dan menyayangi teman.
3. Mencintai tanah air, bangsa, dan negara.
4. Menunaikan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya.
5. Melaksanakan etika dan akhlak mulia.
Negara dan pemerintah berkewajiban serta bertanggung jawab menghormati dan menjamin hak asasi setiap anak tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, jenis kelamin, etnik, budaya, bahasa, status hukum anak, urutan kelahiran anak, kondisi fisik, dan/atau mental anak.

Referensi
Soekito, S. W. W. (1989). Anak dan Wanita dalam Hukum. Jakarta: LP3ES.
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak.
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.


EmoticonEmoticon