Tuesday, 8 January 2019

Model Pembelajaran Preview, Question, Read, Reflect, Recite, and Review (PQ4R)


Model Pembelajaran Preview, Question, Read, Reflect, Recite, and Review (PQ4R)
Karya: Rizki Siddiq Nugraha


Model pembelajaran preview, question, read, reflect, recite, and review (PQ4R) merupakan prosedur untuk membantu siswa memahami dan mengingat apa yang mereka baca. Menurut Mashudi, dkk. (2013, hlm. 137-138) model pembelajaran PQ4R “secara sistematis dapat membantu siswa mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi apa yang siswa baca”. Model pembelajaran PQ4R “menuntut siswa fokus pada pengorganisasian informasi yang bermakna dan melibatkan mereka dalam strategi yang efektif, seperti perumusan pertanyaan, penjabaran, dan praktik pendistribusian” (Slavin, 2008, hlm. 256).
Tahap-tahap yang dilakukan dalam model pembelajaran PQ4R menurut Trianto (2010, hlm. 151-153) sebagai berikut:

1. Preview
Langkah ini dimaksudkan agar siswa membaca selintas dengan cepat sebelum mulai membaca bahan bacaan. Siswa mulai dengan membaca topik-topik, subtopik utama, judul, dan subjudul, kalimat-kalimat permulaan atau akhir suatu paragraf, atau ringkasan pada akhir suatu bab. Apabila bagian-bagian tersebut tidak ada, siswa dapat membaca setiap halaman dengan cepat, atau hanya membaca satu atau dua kalimat pada setiap halaman sehingga diperoleh sedikit gambaran mengenai apa yang akan dipelajari.

2. Question
Siswa mengajukan pertanyaan pada diri sendiri untuk setiap hal yang ada pada bacaan siswa. Kalimat judul dan subjudul atau topik dan subtopik utama dapat dibuat pertanyaan dengan menggunakan kata apa, siapa, mengapa, dan bagaimana.

3. Read
Siswa membaca karangan secara efektif, yakni dengan cara memusatkan pikiran siswa dalam memberikan reaksi terhadap apa yang dibacanya dan mencoba mencari jawaban terhadap semua pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sebelumnya.

4. Reflect
Selama membaca, siswa tidak hanya cukup mengingat atau menghafal, tetapi memahami informasi yang dipresentasikan dengan cara (1) menghubungkan informasi tersebut dengan hal-hal yang telah diketahui, (2) mengaitkan subtopik-subtopik di dalam teks dengan konsep-konsep atau prinsip-prinsip utama, (3) memecahkan kontradiksi di dalam informasi yang disajikan, dan (4) menggunakan materi untuk memecahkan masalah-masalah yang disimulasikan dan dianjurkan dari materi pelajaran tersebut.

5. Recite
Siswa merenungkan kembali informasi yang telah dipelajari dengan menyatakan butir-butir penting dengan nyaring, menanyakan, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan. Siswa dapat melihat kembali catatan yang telah dibuat dan menggunakan kata-kata yang ditonjolkan dalam bacaan. Dari catatan-catatan yang telah dibuat pada langkah terdahulu dan berlandaskan ide-ide yang ada pada siswa, maka mereka membuat intisari materi dari bacaan.

6. Review
Siswa membuat catatan singkat, mengkaji kembali seluruh isi bacaan dengan fokus pada pengajuan pertanyaan kepada diri sendiri.

Adapun kelebihan dan kelemahan model pembelajaran PQ4R menurut Mashudi, dkk. (2013, hlm. 145-146), antara lain:
Kelebihan:
1. Tepat digunakan untuk pengajaran pengetahuan yang bersifat deklaratif berupa konsep-konsep, definisi, kaidah-kaidah, dan pengetahuan penerapan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Dapat membantu siswa yang daya ingatnya lemah untuk menghafal konsep-konsep pelajaran.
3. Mudah diterapkan pada semua jenjang pendidikan.
4. Mampu membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan proses bertanya dan mengomunikasikan pengetahuan.
5. Dapat menjangkau materi pelajaran dalam cakupan yang luas.
Kelemahan:
1. Tidak tepat diterapkan pada pengajaran pengetahuan yang bersifat prosedural.
2. Sangat sulit dilaksanakan jika sarana buku siswa tidak tersedia.
3. Tidak efektif dilaksanakan pada kelas dengan jumlah siswa yang terlalu besar, karena bimbingan guru akan kurang optimal, terutama dalam merumuskan pertanyaan.

Referensi
Mashudi, dkk. (2013). Desain Model Pembelajaran Inovatif Berbasis Konstruktivisme (Kajian Teori dan Praktis). Tulungagung: STAIN Tulungagung Press.
Slavin, E. R. (2008). Cooperative Learning Teori Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media.
Trianto (2010). Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.


EmoticonEmoticon