Thursday, 21 February 2019

Muatan Lokal


Muatan Lokal
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

mulok

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah. Menurut Idi (2007, hlm. 260) muatan lokal adalah “program pendidikan yang isi dan media penyampaiannya dikaitkan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial, dan lingkungan budaya, serta kebutuhan daerah, sedangkan anak didik di daerah tersebut wajib mempelajarinya”.
Secara garis besar, muatan lokal dapat diartikan sebagai seperangkat rencana yang mengatur pelajaran dalam mengembangkan kompetensi dasar peserta didik yang dimiliki oleh suatu daerah sesuai dengan keadaan dan kebutuhan dari masing-masing daerah. Keberadaan muatan lokal mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh peserta didik dengan menyesuaikan kebutuhan daerah dan lingkungannya.
Tujuan muatan lokal secara umum adalah mempersiapkan peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang lingkungannya serta sikap dan perilaku bersedia melestarikan dan mengembangkan sumber daya alam, kualitas sosial, dan kebudayaan yang mendukung pembangunan nasional maupun pembangunan setempat. Basari (2014, hlm. 20) mengemukakan bahwa terdapat dua tujuan dalam penerapan muatan lokal, yakni:
1. Tujuan langsung
Tujuan langsung muatan lokal ialah bahan pengajaran lebih mudah diserap oleh peserta didik, sumber belajar di daerah dapat lebih dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan, peserta didik dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari untuk memecahkan masalah yang ditemukan di sekitar, peserta didik lebih mengenal kondisi alam, lingkungan sosial, dan lingkungan budaya yang terdapat di daerahnya.
2. Tujuan tidak langsung
Keberadaan muatan lokal secara membuat peserta didik dapat meningkatkan pengetahuan mengenai daerahnya, peserta didik diharapkan dapat menolong orang tuanya dan menolong dirinya sendiri dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya, siswa menjadi akrab dengan lingkungan, dan terhindar dari keterasingan terhadap lingkungannya sendiri.
Senada dengan pernyataan tersebut, Dakir (2010, hlm. 113-114) mengemukakan bahwa muatan lokal memiliki tujuan dasar, antara lain:
1. Berbudi pekerti luhur dan sopan santun.
2. Berkepribadian, memiliki jati diri kepribadian daerah dan nasional.
3. Mandiri, dapat mencukupi diri sendiri tanpa bantuan orang lain.
4. Terampil dalam mengenal kebudayaan daerahnya.
5. Beretos kerja, berkarya, dapat menggunakan waktu luang untuk hal yang berguna.
6. Profesional, dapat membuat kerajinan khas daerah.
7. Produktif, bukan hanya sebagai apresiator.
8. Sehat jasmani dan rohani.
9. Cinta lingkungan karena memperhatikan keadaan dan kebutuhan lingkungan sekitar.
10. Kesetiakawanan sosial.
11. Kreatif dan inovatif untuk hidup.
12. Rasa cinta budaya dan tanah air.
Sebagai komponen kurikulum, muatan lokal menurut Idi (2007, hlm. 266-267) memiliki fungsi:
1. Fungsi penyesuaian
Program sekolah harus disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan daerah serta masyarakat, sehingga setiap pribadi dapat menyesuaikan diri dan akrab dengan daerah lingkungannya.
2. Fungsi integral
Muatan lokal berfungsi mendidik pribadi-pribadi peserta didik agar dapat memberikan sumbangan kepada masyarakat dan lingkungan atau berfungsi untuk membentuk dan mengintegrasikan peserta didik dengan masyarakat
3. Fungsi perbedaan
Pengakuan atas perbedaan berarti memberikan kesempatan bagi setiap pribadi untuk memilih apa yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan.

Referensi
Basari, A. (2014). Penguatan Kurikulum Muatan Lokal dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar. Seminar Nasional 2014 ISBN: 978-602-7561-89-2.
Dakir, H. (2010). Perencanaan & Pengembangan Kurikulum. Jakarta: Rineka Cipta.
Idi, A. (2007). Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik. Yogyakarta: Ar-Ruzz.


EmoticonEmoticon