Sunday, 24 February 2019

Surat

Surat
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Surat bahasa indonesia

Surat adalah sebuah alat komunikasi secara tertulis dengan menggunakan persyaratan khusus yang khas sesuai dengan aturan surat-menyurat. Menurut Finoza (2009, hlm. 4) surat adalah “informasi tertulis yang dapat dipergunakan sebagai alat komunikasi tulis yang dibuat dengan persyaratan tertentu”. Sedangkan menurut Suryani, dkk. (2015, hlm. 2) surat adalah “secarik kertas atau lebih, berisi percakapan yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain, baik atas nama pribadi maupun organisasi/lembaga/instansi”.
Menurut Finoza (2009, hlm. 4) surat memiliki sejumlah fungsi, yakni:
1. Sebagai alat komunikasi tulis.
2. Sebagai tanda bukti tertulis.
3. Sebagai alat pengingat.
4. Sebagai pedoman untuk bertindak.
5. Sebagai keterangan keamanan.
6. Sebagai duta/wakil organisasi.
7. Sebagai dokumentasi historis dari suatu kegiatan.
Adapun ciri-ciri surat yang baik menurut (Finoza, 2009, hlm. 6), antara lain:
1. Menggunakan kertas surat yang tepat dari segi ukuran, jenis, dan warna sesuai dengan surat yang akan ditulis.
2. Menggunakan bentuk surat yang standar.
3. Menggunakan bahasa Indonesia yang baku.
4. Menggunakan gaya bahasa yang lugas.
5. Menggunakan bahasa yang jelas.
6. Menggunakan bahasa yang sopan dan hormat.
7. Menyajikan fakta yang benar dan lengkap.
8. Tidak menggunakan singkatan, kecuali yang lazim dipakai dalam surat-menyurat.
9. Tidak menggunakan kata-kata sulit dan istilah yang belum memasyarakatkan atau umum.
Surat-surat yang digunakan baik oleh individu atau instansi memiliki berbagai macam penggolongan surat. Menurut Suryani, dkk. (2013, hlm. 4) penggolongan surat terdiri atas:
1. Penggolongan surat menurut wujudnya:
a. Kartu pos, yakni surat yang ditulis pada selembar kertas sejenis karton yang berukuran 15 x 10 cm.
b. Warkat pos, yaitu surat yang ditulis pada sehelai kertas yang didesain sedemikian rupa sehingga isi surat tidak dapat dibaca orang lain seperti layaknya surat yang bersampul.
c. Surat bersampul, yaitu surat yang ditulis pada secarik kertas, yang dimasukkan dalam sampul surat/amplop. Adapun ukuran sampul surat ada berukuran kecil (berukuran 10 x 15 cm) dan sampul panjang (berukuran 10 x 24 cm).
d. Memorandum (memo) dan nota, yaitu surat-menyurat yang digunakan di kalangan internal suatu kantor. Memo dan nota merupakan surat yang isinya pokok-pokok masalah yang ditulis secara singkat.
2. Penggolongan surat berdasarkan tujuan atau isinya:
a. Surat pemberitahuan, yaitu surat yang isinya memberitahukan sesuatu informasi agar diketahui oleh penerima surat.
b. Surat perintah, yaitu surat yang isinya memerintahkan suatu hal untuk dilaksanakan oleh penerima surat.
c. Surat permintaan/permohonan, yaitu surat yang isinya suatu permintaan atau permohonan sesuatu dari penulis surat kepada penerima surat. Permintaan atau permohonan itu dapat berupa suatu barang, melaksanakan sesuatu, atau tidak melaksanakan sesuatu.
d. Surat teguran/peringatan yaitu surat yang isinya mengingatkan atau menegur atas suatu tindakan yang dilakukan oleh penerima surat.
e. Surat panggilan, yaitu surat yang isinya tentang suatu harapan atau keinginan atau perintah agar penerima surat melaksanakan apa yang diharapkan, diinginkan, atau diperintahkan dari penulis surat kepada penerima surat.
f. Surat pengantar, yaitu surat yang isinya menjelaskan atau tentang sesuatu yang harus dilakukan atau diteruskan yang oleh penerima surat atas surat/lembar petunjuk yang dikirimkan bersamanya.
g. Surat keputusan, yaitu surat yang isinya memutuskan atau memerintahkan seperti yang tertulis dalam surat yang dikirim kepada penerima surat.
3. Penggolongan surat menurut isi atau kepentingannya, yaitu:
a. Surat niaga atau bisnis, yaitu surat yang digunakan sebagai alat komunikasi persoalan bisnis di kalangan pengusaha atau badan-badan usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya.
b. Surat dinas, yaitu surat yang digunakan di lingkungan pemerintahan atau dinas-dinas pemerintahan sebagai alat komunikasi dalam menjalankan kegiatan kedinasan.
c. Surat sosial, yaitu surat yang digunakan oleh lembaga/badan sosial sebagai alat komunikasi dalam menjalankan aktivitasnya yang bersifat non-profit.
d. Surat bentuk lain, yaitu surat yang dapat digunakan secara cepat untuk suatu kepentingan yang mendadak atau harus dilaksanakan secara gerak cepat.
e. Surat pribadi atau personal, yaitu surat yang digunakan sebagai alat komunikasi di antara keluarga atau kerabat. Isi surat pribadi adalah tentang kekeluargaan dan persahabatan.
4. Penggolongan surat berdasarkan keamanan isinya:
a. Surat sangat rahasia, yaitu surat atau dokumen yang diberi tanda “RHS” dan pada umumnya kode ini digunakan dalam lingkungan bisnis/organisasi/lembaga/perorangan.
b. Surat rahasia atau sering disebut surat konfidensial, yaitu surat yang isinya tidak boleh diketahui oleh orang lain selain yang namanya atau jabatannya disebutkan pada alamat surat tersebut.
c. Surat biasa, yaitu surat pada umumnya yang dapat dilakukan dengan menggunakan kartu pos, warkat pos atau surat tertutup yang dimasukkan ke dalam sampul atau cara lain. Apabila isinya dibaca orang lain tidak akan menimbulkan suatu akibat buruk atau merugikan yang bersangkutan atau organisasi/pejabat yang bersangkutan.
5. Penggolongan surat berdasarkan urgensi pengiriman/penyelesaiannya:
a. Surat “sangat segera” atau kilat, yaitu surat yang harus dikirim dan secepatnya harus diketahui oleh penerima surat dan mendapat tanggapan atas isi surat dengan secepat mungkin.
b. Surat “segera”, yaitu surat yang perlu mendapat tanggapan dari penerima surat atas isinya sesegara mungkin ditidaklanjuti.
c. Surat biasa, yaitu surat yang isinya maupun cara pengirimannya tidak memerlukan cara secepatnya, tetapi sesuai urutan penyelesaian berdasarkan jadwal aktivitasnya.

Referensi
Finoza, L. (2009). Aneka Surat Sekretaris dan Surat Bisnis Indonesia. Jakarta: Diksi Insan Mulia.
Suryani, dkk. (2014). Korespondensi Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Graha Ilmu.


EmoticonEmoticon