Monday, 25 February 2019

Unsur-Unsur Kebudayaan


Unsur-Unsur Kebudayaan
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Kebudayaan dalam bahasa Inggris disebut culture, yang berasal dari kata Latin colere, yakni mengolah atau mengerjakan dapat diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Sejalan dengan hal tersebut, Koentjaraningrat (1993, hlm. 9) mengemukakan kebudayaan “sebagai suatu perkembangan dari budi atau kekuatan akal”. Lebih lanjut, Koentjaraningrat (1993, hlm. 5) berpendapat bahwa kebudayaan mempunyai paling sedikit tiga wujud, yakni “pertama sebagai suatu ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma peraturan, dan sebagainya, kedua sebagai suatu aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam sebuah komunitas masyarakat, dan ketiga benda-benda hasil karya manusia”.
Ralph Linton (dalam Tasmuji, dkk., 2011, hlm. 151) memberikan definisi kebudayaan sebagai “seluruh cara kehidupan dari masyarakat dan tidak hanya mengenai sebagian tata cara hidup saja yang dianggap lebih tinggi dan lebih diinginkan”. Sementara Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi (dalam Ranjabar, 2006, hlm. 21) merumuskan kebudayaan sebagai “semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat”.
Menurut Koentjaraningrat (dalam Tasmuji, dkk., 2011, hlm. 160-165) bahwa unsur-unsur kebudayaan bersifat universal dan dapat ditemukan di dalam kebudayaan semua bangsa yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Unsur-unsur kebudayaan tersebut, di antaranya:

1. Sistem bahasa

Unsur-Unsur Kebudayaan

Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya, untuk berinteraksi atau berhubungan dengan sesama manusia. Pada ilmu antropologi, studi mengenai bahasa disebut dengan istilah antropologi linguistik. Kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya, menciptakan pemahaman tentang fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik, dan mewariskannya kepada generasi penerusnya sangat bergantung pada bahasa. Dengan demikian, bahasa menduduki porsi yang penting dalam analisis kebudayaan manusia.

2. Sistem pengetahuan

Unsur-Unsur Kebudayaan

Sistem pengetahuan dalam kultural universal berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan bewujud di dalam ide manusia. Sistem pengetahuan sangat luas batasannya karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang digunakan dalam kehidupannya. Banyak suku bangsa yang tidak dapat bertahan hidup apabila mereka tidak mengetahui dengan teliti keadaan lingkungan yang mereka tempati. Selain itu, manusia tidak dapat membuat alat-alat apabila tidak mengetahui dengan teliti ciri-ciri bahan mentah yang mereka pakai untuk membuat alat-alat tersebut. Tiap kebudayaan selalu mempunyai suatu himpunan pengetahuan tentang alam, tumbuh-tumbuhan, binatang, benda, dan manusia yang ada di sekitarnya.

3. Sistem sosial

Unsur-Unsur Kebudayaan

Unsur budaya berupa sistem kekerabatan dan organisasi sosial merupakan usaha antropologi untuk memahami bagaimana manusia membentuk masyarakat melalui berbagai kelompok sosial. Setiap kelompok masyarakat kehidupannya diatur oleh adat istiadat dan aturan-aturan mengenai berbagai macam kesatuan di dalam lingkungan. Kesatuan sosial yang paling dekat dan dasar adalah kerabatnya, yaitu keluarga inti yang dekat dan kerabat yang lain Selanjutnya, manusia akan digolongkan ke dalam tingkatan lokalitas geografis untuk membentuk organisasi sosial dalam kehidupannya.

4. Sistem peralatan hidup dan teknologi

Unsur-Unsur Kebudayaan

Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan hidupnya sehingga mereka akan selalu membuat peralatan atau benda-benda tersebut. Perhatian awal para antropolog dalam memahami kebudayaan manusia berdasarkan unsur teknologi yang dipakai suatu masyarakat berupa benda-benda yang dijadikan sebagai peralatan hidup dengan bentuk dan teknologi yang masih sederhana.

5. Sistem mata pencaharian hidup

Unsur-Unsur Kebudayaan

Mata pencaharian atau aktivitas ekonomi suatu masyarakat menjadi fokus kajian penting etnografi. Penelitian etnografi mengenai sistem mata pencaharian mengkaji bagaimana cara mata pencaharian suatu kelompok masyarakat atau sistem perekonomian mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

6. Sistem religi

Unsur-Unsur Kebudayaan

Religi berarti manusia percaya kepada adanya suatu kekuatan gaib atau supernatural yang dianggap lebih tinggi daripada manusia, yang disebut Tuhan dan manusia berusaha melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi dan mencari hubungan-hubungan dengan kekuatan Tuhan.

7. Kesenian

Unsur-Unsur Kebudayaan

Unsur seni pada kebudayaan manusia lebih mengarah kepada teknik-teknik dan proses pembuatan benda seni tersebut. Perhatian ahli antrolopogi mengenai seni bermula dari penelitian etnografi mengenai aktivitas kesenian suatu masyarakat tradisional. Deskripsi yang dikumpulkan dalam penelitian tersebut mengenai benda-benda atau artefak yang memuat unsur seni, seperti patung, ukiran, dan hiasan. Selain itu, deksripsi etnografi awal tersebut juga meneliti perkembangan seni musik, seni tari, dan seni drama dalam suatu masyarakat.

Referensi
Koentjaraningrat (1993). Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Ranjabar, J. (2006). Sistem Sosial Budaya Indonesia; Suatu Pengantar. Bogor: Ghalia Indonesia.
Tasmuji, dkk. (2011). Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu Budaya Dasar. Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press.


EmoticonEmoticon