Wednesday, 20 March 2019

Bakat


Bakat
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

kajian tentang bakat

Bakat dapat didefinisikan sebagai kemampuan atau potensi yang dimiliki oleh semua orang yang ada di dunia ini. Lebih lanjut, Ghufron dan Rini (2009, hlm. 12) mengemukakan bahwa bakat adalah “kemampuan khusus yang menonjol di antara berbagai jenis kemampuan yang dimiliki oleh seseorang”. Bakat adalah karunia atau pemberian Tuhan kepada manusia. Manusia berkewajiban untuk memunculkan, mengasah, mengembangkan pemberian Tuhan tersebut.
Konsep bakat muncul karena ketidakpuasan terhadap tes inteligensi yang menghasilkan skor tunggal, yaitu Intelligent Quotient (IQ). Semula IQ inilah yang digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam perencanaan di berbagai bidang. Namun IQ tidak dapat memberikan banyak informasi. Misalnya, jika ada dua orang memiliki IQ yang sama, tetapi prestasi belajar atau prestasi kerjanya berbeda. Perlu diketahui bahwa tes inteligensi tidak memberikan rekomendasi untuk melakukan analisis kemampuan secara diferensial. Oleh karena itu, para ahli yang melakukan analisis diferensial pada tes inteligensi diragukan validitasnya.
Bakat atau dalam bahasa Inggris disebut talent, ability, atau aptitude adalah suatu konsistensi karakteristik yang menunjukkan kapasitas seseorang untuk mengetahui, menguasai pengetahuan khusus melalui latihan. Bakat memperkenalkan suatu kondisi di mana menunjukkan potensi seseorang untuk menunjukkan kecakapannya dalam bidang tertentu. Perwujudan potensi ini biasanya bergantung pada kemampuan belajar individu dalam bidan tertentu, motivasi, dan kesempatan-kesempatannya untuk memanfaatkan kemampuan tersebut.
Tujuan mengetahui bakat adalah untuk dapat melakukan diagnosis dan prediksi. Dengan mengetahui bakat seseorang, maka akan dipahami potensi yang ada pada diri seseorang tersebut. Dengan demikian dapat membantu untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi orang tersebut di masa kini secara lebih cermat. Permasalahan tersebut baik dalam hal pendidikan, medis, maupun industri. Selain itu, mengetahui bakat juga dimaksudkan untuk memprediksi kemungkinan kesuksesan atau kegagalan seseorang dalam bidang tertentu di masa depan. Prediksi meliputi seleksi, penempatan, dan klasifikasi. Pada dasarnya, prediksi adalah mempertemukan potensi seseorang dengan persyaratan yang dituntut oleh masyarakat atau suatu lembaga.
Faktor-faktor yang mempengaruhi bakat, antara lain:
1. Faktor internal, meliputi faktor kematangan fisik/kedewasaan biologis dan kematangan mental/psikologis. Artinya, semakin orang dapat mencapai kematangan fisik dan mental maka bakatnya juga akan mengalami perkembangan.
2. Faktor eksternal, meliputi lingkungan dan pengalaman. Lingkungan yang baik akan menunjukkan perkembangan bakat-bakat yang ada pada individu tersebut.
Bakat seseorang dapat diukur dengan tes bakat. Tes bakat adalah tes yang dirancang untuk mengukur kemampuan potensial seseorang dalam suatu jenis aktivitas dan dalam rentangan tertentu. Tes bakat adalah tes kemampuan khusus atau disebut juga tes perbedaan individu/tes yang terpisah (separated test). Karena bakat menunjukkan keunggualan atau keistimewaan kemampuan khusus, maka tes bakat juga disebut tes batas kemampuan (power ability test) atau disebut differential aptitude test.
Adapun faktor-faktor yang diungkap oleh tes bakat, di antaranya:
1. Kemampuan verbal, yaitu kemampuan memahami dan menggunakan bahasa, baik secara lisan atau tulisan.
2. Kemampuan numerical, yaitu kemampuan ketepatan dan ketelitian memecahkan permasalahan aritmatik/konsep dasar berhitung.
3. Kemampuan spasial, yaitu kemampuan merancang suatu benda secara tepat.
4. Kemampuan perseptual, yaitu kemampuan mengamati dan memahami gambar dua dimensi menjadi bentuk tiga dimensi.
5. Kemampuan reasoning, yaitu kemampuan memecahkan suatu masalah.
6. Kemampuan mekanik, yaitu kemampuan memahami konsep mekanik dan fisika.
7. Kemampuan memory, yaitu kemampuan mengingat.
8. Kemampuan clerical, yaitu kemampuan bekerja di bidang administrasi.
9. Kreativitas, yaitu kemampuan menghasilkan sesuatu yang baru dan menunjukkan hal yang tidak biasa/istimewa.
10. Kecepatan kerja, yaitu kemampuan bekerja secara cepat terutama untuk pekerjaan rutin.
11. Ketelitian kerja, yaitu kemampuan bekerja secara teliti.
12. Ketahanan kerja, yaitu kemampuan bekerja secara konsisten.

Referensi
Ghufron, M. N., & Rini, R. S. (2009). Teori-Teori Psikologi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.


EmoticonEmoticon