Tuesday, 26 March 2019

Lompat Jangkit (Triple Jump)


Lompat Jangkit (Triple Jump)
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

lompat tiga

Lompat jangkit (triple jump) adalah salah satu jenis olahraga atletik cabang lompat di mana sang atlet akan melakukan tiga tahap lompatan untuk mendarat di bak pasir pendaratan dengan awalan lari.
Tiga lompatan dalam lompat jangkit ini disebut sebagai hop-step-jump. Hop merupakan fase pertama lompatan yang dilakukan oleh atlet dengan menggunakan kaki terkuat untuk melakukan tolakan. Step merupakan lompatan kedua yang harus dilakukan dengan menggunakan kaki yang sama pada waktu fase hop, dan jump merupakan lompatan terakhir yang harus dilakukan dengan menggunakan kaki berbeda sebagai tolakan. Posisi ketiga fase ini sama-sama penting yang artinya sang atlet tetap harus melakukan tolakan sekuat-kuatnya pada ketiga fase ini.
Lompat jangkit menjadi salah satu olahraga yang diikutkan dalam olimpiade modern pertama di Yunani pada tahun 1896 dan dimenangkan oleh seorang juara bernama James Collony. Teknik digunakan oleh Collony pada waktu itu sama dengan peraturan yang berlaku saat ini, yakni menggunakan dua kaki yang sama untuk lompatan pertama dan kedua, serta kaki satunya untuk melakukan lompatan terakhir.
Olahraga lompat jangkit ini terinspirasi dari salah satu jenis olahraga lompat sejak era Yunani Klasik di mana sang pelompat akan melakukan beberapa kali lompatan sebelum lompatan terakhir, sayangnya tidak diketahui secara pasti tentang banyaknya lompatan yang dilakukan oleh atlet pada waktu itu serta peraturan dalam pertandingan lomba tersebut. Sementara itu, dalam mitologi Irlandia disebutkan bahwa olahraga lompat jangkit telah diperlombakan dalam pertandingan Irlandia Kuno yang bernama Tailteann Games pada tahun 1829 sebelum masehi. Dalam catatan tersebut, sang atlet melakukan lompatan sebanyak tiga kali atau sama dengan lompat jangkit pada masa sekarang.
Secara umum, olahraga lompat jangkit ini dilakukan melalui sejumlah fase sebagai berikut:

1. Awalan
Pada awalan, atlet akan berlari sejauh maksimal 45 meter menuju papan tolakan untuk melakukan tolakan pertama (hop). Pada posisi awalan, atlet akan melakukan persiapan, yakni dengan start berdiri.
Atlet harus rileks, mengatur napas dan fokus pada papan tolakan. Setelah siap, atlet akan berlari dengan kecepatan sedang menuju ke kecepatan tinggi. Peralihan dari kecepatan sedang menuju tinggi ini hanya sebentar saja karena dalam lompat jangkit sang atlet harus berlari sekencang-kencangnya agar dapat memilih momentum lompatan yang bagus.
Umumnya, pada awalan para atlet lompat jangkit berlari dengan langkah kaki yang jauh dan berfungsi sebagai metode untuk mempersiapkan kaki melakukan tiga kali lompatan dengan jarak sejauh mungkin pada masing-masing lompatan.

2. Hop
Hop atau lompatan pertama dilakukan dengan menggunakan kaki terkuat sebagai tolakan. Di dalam melakukan tolakan, kaki tersebut tidak boleh melebihi papan tolakan, namun boleh dilakukan sebelum papan tolakan. Setelah melakukan tolakan, agar menghasilkan jara lompat yang jauh, umumnya para atlet akan mengayunkan kaki saat melayang di udara dan mendarat dengan kaki yang sama pada saat tolakan untuk melakukan tolakan kedua (step).

3. Step
Kaki yang dipergunakan untuk melakukan tolakan pada fase ini merupakan kaki yang sama seperti yang dilakukan pada saat tolakan pertama. Oleh karena itu, kaki terkuat yang dipergunakan untuk melakukan tolakan pertama dan kedua ini. Setelah lompatan kedua ini dilakukan, pada saat melayang segera kaki satunya diayunkan ke depan dan bersiap untuk mendarat sekaligus melakukan tolakan.

4. Jump
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kaki yang dipergunakan untuk melakukan tolakan terakhir ini adalah salah satu kaki yang tidak dipergunakan untuk melakukan tolakan pertama dan kedua. Begitu kaki ini mendarat, maka selanjutnya kaki ini akan langsung melakukan tolakan ke arah depan dengan membungkukkan badan agar condong ke depan. Alasan kenapa badan dibungkukkan adalah agar tubuh tidak terlalu banyak bergesekan dengan udara yang akan mengurangi jarak lompatan, yang kedua sikap tubuh tersebut berfungsi untuk bersiap mendarat.
Jika tubuh membungkuk, kemungkinan tubuh akan jatuh ke belakang saat mendarat bisa diminimalisir karena titik pendaratan yang diukur adalah bagian organ tubuh yang jatuh paling dekat dengan bibir bak pasir bagian depan.

5. Mendarat
Pendaratan harus dilakukan menggunakan kedua kaki untuk menghindari cidera. Bilamana atlet mendarat dengan menggunakan satu kaki hal tersebut masih diperbolehkan. Namun, pendaratan dengan satu kaki sangat dihindari karena sangat mungkin akan mengakibatkan cidera serius.
Usahakan saat mendarat tubuh tidak jatuh ke belakang. Meski demikian, banyak juga atlet profesional mendarat dengan kedua kaki sekaligus terjatuh ke belakang karena saking besarnya energi yang dipergunakan untuk melompat sehingga menghasilkan jarak yang jauh dan membuat tubuh sulit untuk tidak jatuh ke belakang.

Terdapat sejumlah peraturan dalam lompat jangkit yang telah ditetapkan oleh International Amateur Athletic Federation (IAIF) sebagai berikut:
1. Atlet lompat jangkit tidak diperkenankan melakukan tolakan pertama dengan melebihi batas papan tolakan, namun masih diperbolehkan melakukan tolakan sebelum menginjak papan tolakan.
2. Tolakan kedua harus menggunakan kaki yang sama dengan tolakan pertama.
3. Tolakan ketiga harus menggunakan kaki yang berbeda dengan tolakan pertama dan kedua.
4. Setelah melakukan tolakan ketiga, pada saat melayang, atlet lompat jangkit tidak diperkenankan melakukan gerakan salto.
5. Atlet lompat jangkit tidak diperkenankan mendarat di luar area pendaratan. Menyentuh tepi bak pasir juga dianggap sebagai pelanggaran.
6. Bak pasir dihitung dari tepi depan mulai dari 13 meter dan seterusnya sehingga jika atlet mampu melewati bak pasir sejauh 5 meter, artinya ia telah melompat sejauh 18 meter yang dihitung dari lompatan pertama dari papan tolakan.

Lompat Jangkit (Triple Jump)

Lapangan lompat jangkit terdiri atas tiga bagian, yakni lintasan lari, papan tolakan, dan bak pasir. Adapun penjelasan selengkapnya sebagai berikut:
1. Bak pasir memiliki ukuran panjang minimal 7-9 meter dan lebar 2,75 meter dan diisi dengan pasir halus.
2. Papan tolakan terletak sejauh 11-13 meter dari tepi depan bak pasir. Papan tolakan ini memiliki ukuran panjang 1,22 meter, lebar 0,2 meter, dan tinggi 0,05 meter yang dicat dengan warna putih.
3. Panjang lintasan awalan untuk lari adalah 40-45 meter dengan lebar 1,22 meter berbentuk lurus dengan garis tepi berwarna putih sebagai batas. Namun pada kebanyakan lapangan lompat jangkit, lintasan awalan tersebut banyak yang tidak memiliki batas tepi karena para atlet sudah dianggap tahu dan pasti akan lari lurus menuju papan tolakan.
Di dalam olahraga lompat jangkit, diperlukan berbagai peralatan selain kostum dan sepatu atlet. Beberapa alat tersebut, di antaranya:
1. Lapangan lompat jangkit.
2. Peluit untuk memberi aba-aba.
3. Pengeras suaru untuk memanggil atlet dan mengumumkan hasil lompatan.
4. Alat pengukur lompatan, baik yang manual atau yang menggunakan teknologi canggih.
5. Kamera pemantau lompatan.
6. Alat pengukur kecepatan angin.
7. Alat untuk meratakan pasir.
8. Bendera juri.


EmoticonEmoticon