Friday, 8 March 2019

Magnet


Magnet
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Magnet batang

Magnet adalah benda yang mampu menarik benda-benda tertentu di sekitarnya. Magnet disebut juga dengan besi sembrani. Setiap magnet memiliki sifat kemagnetan. Kemagnetan adalah kemampuan benda tersebut untuk menarik benda-benda tertentu di sekitarnya. Kekuatan tarik-menarik benda-benda tertentu dikenal dengan istilah gaya magnet.
Magnet memiliki sejumlah sifat, sebagai berikut:
1. Magnet hanya dapat menarik benda-benda tertentu dalam jangkauannya, artinya tidak semua benda dapat ditarik.
2. Gaya magnet dapat menembus benda, semakin kuat gaya magnet maka semakin tebal pula benda yang dapat ditembus oleh gaya magnet tersebut.
3. Magnet selalu memiliki dua kutub, yakni kutub utara/north (N) dan kutub selatan/south (S). Walaupun magnet tersebut dipotong-potong, potongan magnet kecil tersebut akan tetap memiliki dua kutub.
4. Gaya magnet yang paling kuat terletak pada kutub-kutub magnet tersebut.
5. Apabila kutub yang sejenis didekatkan satu sama lain, maka mereka akan saling tolak menolak, namun apabila kutub yang berbeda didekatkan satu sama lain maka mereka akan saling tarik menarik.

Berdasarkan sifat kemagnetannya benda dapat digolongkan menjadi dua macam, yakni:
1. Benda magnetik (feromagnetik)
Benda magnetik adalah benda yang dapat ditarik dengan kuat oleh magnet. Benda magnetik yang bukan magnet dapat diolah menjadi magnet, namun setiap benda memiliki tingkat kesulitan yang berbeda jika ingin diubah menjadi magnet. Contoh benda ini, antara lain besi, baja, dan sebagainya.
2. Benda non-magnetik
Benda non-magnetik terbagi atas dua kelompok, yakni:
a. Paramagnetik, yaitu benda yang dapat ditarik dengan lemah oleh magnet kuat, misalnya alumunium, tembaga, platinum, dan sebagainya.
b. Diamagnetik, yaitu benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet, misalnya kayu, batu, karet, plastik, kaca, emas, seng, merkuri, dan sebagianya.

Berdasarkan cara terbentuknya magnet dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Magnet alam
Magnet alam terbentuk secara alami. Misalnya, gaya magnet bumi.
2. Magnet buatan
Magnet buatan adalah magnet yang dibuat oleh manusia. Ada beberapa bentuk magnet buatan, antara lain magnet batang, magnet jarum, magnet tabung, magnet ladam, dan magnet cincin.

Kita dapat membuat magnet dari besi atau baja. Terdapat tiga cara untuk membuat magnet, sebagai berikut:

1. Cara induksi

Magnet induksi

Membuat magnet dengan cara induksi, yaitu dengan cara menempelkan benda-benda yang terbuat dari besi atau baja dengan magnet. Benda tersebut akan memiliki sifat magnet, namun hanya sementara karena sifat kemagnetan benda tersebut akan hilang jika magnet dilepaskan.

2. Cara menggosok

Magnet gosokan

Batang besi atau baja yang digosok-gosokan pada magnet akan menyebabkan batang besi dan baja mempunyai sifat kemagnetan. Jika semakin lama batang besi atau baja digosok, maka semakin lama pula sifat kemagnetan di dalam batang besi atau baja tersebut bertahan. Sifat kemagnetan pada batang besi atau baja dapat berkurang dan hilang jika diguncang kuat, dijatuhkan, atau dipukul.

3. Cara dialiri listrik (elektromagnetik)

Magnet elektormagnetik

Magnet dapat dibuat dengan cara dialiri arus listrik. Magnet yang ditimbulkan disebut elektromagnetik. Magnet yang dibuat dengan cara elektromagnetik hanya bersifat sementara. Sifat kemagnetan akan hilang apabila arus listrik tersebut diputus.

Adapun penerapan konsep gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya:

1. Motor listrik

pemanfaatan Magnet

Motor listrik merupakan salah satu penerapan konsep gaya magnetik pada kumparan penghantar di dalam medan magnetik. Motor listrik dapat mengubah energi listrik menjadi energi kinetik. Pada motor listrik, kumparan arus yang dapat berputar dengan bebas diletakkan pada sebuah medan magnet. Hal inilah yang dapat menggerakkan motor listrik.

2. Pengeras suara (loudspeaker)

pemanfaatan Magnet

Pengeras suara bekerja berdasarkan prinsip bahwa induksi magnetik memberikan gaya pada kawat berarus listrik. Melalui arus bolak-balik dengan frekuensi sinyal radio, corong loudspeaker bergerak maju mundur dengan frekuensi yang sama. Hal ini menyebabkan rapatan dan renggangan pada udara di sekitarnya, sehingga energi bunyi dapat dihasilkan.

3. Alat ukur listrik (galvanometer)

pemanfaatan Magnet

Galvanometer merupakan suatu peralatan yang menggunakan medan magnet untuk mendeteksi besarnya arus yang mengalir. Di dalam mengukur kuat arus listrik, galvanometer bekerja berdasarkan prinsip bahwa sebuah kumparan yang dialiri arus listrik dapat berputar ketika diletakkan dalam suatu daerah medan magnet.

4. Detektor logam

pemanfaatan Magnet

Detektor logam bekerja berdasarkan konsep gaya magnet, yaitu fluks magnet. Peningkatan fluks magnet biasanya disertai peningakatan tegangan di dalam arus yang mengalir lewat kumparan penerima yang memicu alarm.

5. Alat pengukur massa atom (spektrometer)

pemanfaatan Magnet

Banyak metode yang dapat digunakan untuk mengukur massa suatu atom, tetapi yang paling teliti adalah menggunakan spektrometer massa. Alat ini menggunakan gaya magnetik atom bermuatan (ion) untuk menentukan massa atom dengan ketelitian mencapat tujuh (7) angka.


EmoticonEmoticon