Tuesday, 19 March 2019

Sistem Pendidikan Dasar Amerika Serikat


Sistem Pendidikan Dasar Amerika Serikat
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

pendidikan dasar USA

Jenjang pendidikan di Amerika Serikat dimulai dari preschool, kindergarten, atau first grade, setelah itu masuk elementary/primary school, kemudian siswa dapat memilih untuk melanjutkan ke middle school, junior high school, atau combined junior-senior high school, selanjutnya ada high school atau senior high school. Untuk pendidikan tinggi, ada vocational technical institutes, junior or community college, atau undergraduated program. Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, seseorang dapat melanjutkan ke master’s degree study atau profesional school. Selanjutnya ada doctoral study dan post doctoral study and research.
Pada level sekolah dasar (elementary/primary school), sistem persekolahan di Amerika Serikat menerapkan durasi 5-6 tahun bagi anak usia 6 sampai 12 tahun. Tujuan pendidikan pada semua level pendidikan termasuk level sekolah dasar di Amerika Serikat yang disusun sejak tahun 1991 dan masih berlaku hingga sekarang secara singkat dirumuskan dalam 10 tujuan berikut:
1. Setiap siswa harus memiliki kemampuan dalam berkomunikasi dan komputasi (perhitungan).
2. Setiap siswa harus menerapkan metode penelitian (inquiry) dan pengetahuan yang telah dipelajari, serta dapat menggunakan metode dan pengetahuan tersebut dalam aplikasi interdisipliner.
3. Setiap siswa harus memiliki pengetahuan, pemahaman, dan apresiasi mengenai seni artistik, kebudayaan, prestasi intelektual, serta mengembangkan kemampuan dalam mengekspresikan bakat pribadi.
4. Setiap siswa harus memiliki dan dapat menerapkan pengetahuan mengenai politik, ekonomi, dan institusi sosial di dalam negeri maupun luar negeri.
5. Setiap siswa harus mematuhi dan mempraktikkan nilai-nilai dasar kewarganegaraan dan memiliki, serta dapat menggunakan keterampilan, pengetahuan, pemahaman, dan sikap yang diperlukan guna keikutsertaannya dalam kehidupan negara yang demokratis.
6. Setiap siswa harus mampu mengembangkan kemampuan untuk memahami, menghargai, dan berkerjasama dengan orang lain yang berbeda dalam hal ras, jenis kelamin, kemampuan, budaya, suku bangsa, agama, latar belakang politik, ekonomi, sosial, serta memahami dan menghargai nilai-nilai keyakinan dan sikap yang dianut mereka.
7. Setiap siswa harus memiliki pengetahuan mengenai konsekuensi ekologis dalam menggunakan sumber-sumber alam dan lingkungan.
8. Setiap siswa harus dipersiapkan memasuki pendidikan menengah (secondary education).
9. Setiap siswa harus dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang akan meningkatkan kehidupan pribadi, keterampilan positif, dan fungsi-fungsi dalam masyarakat demokratis.
10. Setiap siswa harus mampu mengembangkan komitmen belajar seumur hidup dan bersikap membangun.
Penentuan apa yang harus diajarkan di sekolah di Amerika Serikat pada umumnya merupakan hal yang ditentukan oleh masyarakat lokal (local communities) dan negara bagian atau provinsi yang disebut states. Dengan demikian, isi kurikulum di Amerika Serikat sangat beragam, disesuaikan dengan keadaan masyarakat dan negara bagian tersebut. Tidak ada sistem pendidikan atau kurikulum yang berskala nasional. Negara bagian dan masyarakat sama-sama memiliki kewenangan dalam menentukan isi materi dan struktur kurikulum. Selanjutnya, organisasi sekolah pada tingkat lokal diperkenankan menentukan program atau isi kurikulum sepanjang masih di dalam rambu-rambu atau petunjuk yang ditetapkan oleh pemerintah negara bagian. Sekolah dapat menambah atau melengkapi persyaratan kelulusan, menentukan program pilihan yang harus diajarkan, dan mengusulkan program atau silabus yang akan dikembangkan oleh negara bagian.
Pada dasarnya proses pengembangan kurikulum dipusatkan pada negara bagian, namun guru, sekolah, ataupun distrik dapat mendesain sendiri program yang ditawarkan sesuai dengan pedoman/petunjuk yang dikeluarkan oleh negara bagian. Sekolah harus membuat program sesuai dengan persyaratan negara bagian dan mendesain kurikulum yang dapat mempersiapkan siswa untuk mengikuti ujian negara (state examinations). Silabus untuk semua mata pelajaran dikeluarkan oleh pemerintah negara bagian untuk semua jenjang persekolahan, sedangkan sekolah diperbolehkan mengajukan alternatif silabus dan mengembangkan program pilihan sebagai tambahan. Silabus untuk program-program pilihan tersebut harus direview oleh State Education Department (SED). Pada akhirnya, guru dan sekolah bertanggungjawab untuk menentukan apa yang harus diajarkan dan bagaimana mengajarkannya, serta membuat pertimbangan terhadap setiap aturan, kebijakan-kebijakan, dan penilaian. Orang tua, organisasi guru, para peneliti, termasuk para pemimpin dunia usaha sering dilibatkan dalam pengembangan rekomendasi kebijakan penetapan kurikulum, bahkan dapat menjadi anggota komisi kurikulum, atau anggota lembaga penasihat SED.
Pada tingkat sekolah atau kelas, guru dapat mengembangkan kurikulum berdasarkan standar dan kerangka dari pemerintah negara bagian, menggunakan sumber-sumber material yang ditentukan oleh pemerintah atau menentukan sendiri sesuai kebutuhan. Dengan demikian, pada pendidikan Amerika Serikat, guru diharapkan menggunakan standar dan kerangka sebagai dasar penyusunan kurikulum. Guru dapat mempertimbangkan fleksibilitas desain suatu kurikulum bagi kelas mereka sendiri, termasuk dalam memilih media dan metode pembelajaran.
Tidak ada persyaratan mengenai alokasi waktu yang digunakan pada setiap mata pelajaran. Untuk itu, setiap sekolah dan guru menentukan waktu untuk masing-masing mata pelajaran yang dipersyaratkan oleh pemerintah. Adapun mata pelajaran yang harus dipelajari di tingkat sekolah dasar, antara lain:
1. Matematika (mathematics).
2. Membaca (reading).
3. Mengeja (spelling).
4. Menulis (writing).
5. Bahasa Inggris (english language).
6. Geografi (geography).
7. Sejarah Amerika (US history).
8. Ilmu Pengetahuan Sosial (social studies).
9. Kesehatan (healthy).
10. Musik (music).
11. Seni Rupa (visual arts).
12. Olahraga (physical education).
Pada kaitannya dengan evaluasi kurikulum, di Amerika Serikat tidak ada mekanisme secara formal untuk mengevaluasi efektivitas kurikulum sekolah maupun kerangka kurikulum yang dibuat oleh pemerintah negara bagian. Kerangka evaluasi biasanya dikembangkan oleh para ahli kurikulum dari kalangan guru-guru atau ahli pendidikan lainnya yang didasarkan pada hasil review mutakhir terhadap standar dan praktik yang terdapat dalam laporan kurikulum pada tingkat negara bagian dan nasional.


EmoticonEmoticon