Thursday, 4 April 2019

Eco ARK Gedung Berbahan Plastik Pertama di Dunia


Eco ARK Gedung Berbahan Plastik Pertama di Dunia
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

eco ark

Seorang arsitek sekaligus desainer gedung asal Cina bernama Arthur Huang memiliki ide untuk mendaur ulang jutaan botol plastik dan menggunakan botol-botol tersebut sebagai bahan untuk membuat gedung. Ide ini bermula ketika Arthur Huang berkeinginan untuk membuat bangunan low carbon, yaitu bangunan yang ramah lingkungan dan tidak membutuhkan banyak energi dalam penggunaannya. Ia juga mendapat inspirasi dari keadaan di lingkungan kantornya yang dipenuhi sampah botol plastik bekas. Botol-botol plastik bekas tersebut jumlahnya cukup banyak, karena para karyawan di perusahaannya memang sangat menyukai minuman teh dalam kemasan.
Arthur Huang kemudian memulai bereksperimen, menyusun botol-botol plastik bekas tersebut.  Melalui eksperimen ini, ia menemukan bahwa jika botol-botol yang sebagian besar berbentuk bulat tersebut disatukan, maka akan timbul celah yang dapat berpengaruh pada kekuatan bangunan yang akan ia buat.
Setelah melakukan sejumlah penelitian, Arthur Huang akhirnya menemukan sebuah rancangan bangunan yang sangat kuat. Rancangan ini didapat dari pengamatan terhadap sarang lebah, yang walaupun sangat tipis, tapi sangat kuat. Arthur Huang lalu mendaur ulang botol-botol plastik bekas agar sesuai dengan rancangan bangunan yang sudah dibuat.
Dengan bahan dasar botol plastik tersebut, Arthur Huang bersama timnya bertujuan untuk membuat sebuah bangunan teringan di dunia, moveable (dapat dipindahkan), breathable environmental miracle (lingungan yang segar), namun cukup kuat untuk menghadapi ancaman bencana alam, seperti angin topan dan gempa bumi.
Setelah diuji tingkat kekuatannya, barulah Arthur Huang bersama timnya yang tergabung dalam perusahaan Far Eastern Group (sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan keuangan) mulai membangun gedung low carbon ini. Gedung yang kemudian diberi nama Eco ARK tersebut menghabiskan 1,5 juta botol plastik bekas.
Eco ARK memiliki panjang 130 meter dan tinggi 26 meter. Arthur Huang membutuhkan waktu selama tiga tahun untuk membangun gedung yang menghabiskan dana sekitar US$ 3 juta. Eco ARK sendiri dibangun dengan tiga tujuan, yakni reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang). Dengan membangun Eco ARK, Arthur Huang berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya daur ulang.
Eco ARK memiliki dua ruang utama, yakni ruang amphiteather dan ruang exhibition. Bangunan ini memiliki fasilitas screen water fall, yang digunakan untuk mengumpulkan air hujan yang akan dipergunakan sebagai penyejuk udara. Selain itu, gedung ini juga memiliki sistem penerangan yang alami. Hal ini dikarenakan botol-botol plastik tersebut berwarna transparan, sehingga sinar matahari dapat menerangi gedung tersebut.
Eco ARK yang dibuat oleh Arthur Huang bersama timnya tersebut memberikan inspirasi tentang bagaimana seharusnya sampah botol plastik tersebut didaur ulang agar menjadi sesuatu yang berguna, sekaligus memiliki nilai estetika yang tinggi.


EmoticonEmoticon