Friday, 19 April 2019

Pedoman Penggunaan Tanda Baca Koma


Pedoman Penggunaan Tanda Baca Koma
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

tanda koma

Penggunaan tanda baca koma merupakan hal yang harus diperhatikan dalam menulis. Penggunaan tanda baca koma yang baik dan benar diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Adapun penggunaan tanda baca koma digunakan pada sejumlah hal berikut:

1. Tanda baca koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan
Misalnya:
a. Ibu membeli ikan, sayur, dan buah-buahan di pasar.
b. Satu, dua, ... tiga!
c. Buku, majalah, dan jurnal termasuk sumber kepustakaan.

2. Tanda baca koma dipakai sebelum kata penghubung, seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan, dalam kalimat majemuk setara
Misalnya:
a. Saya ingin membeli laptop, tetapi uang saya tidak cukup.
b. Ini bukan milik saya, melainkan milik kakek saya.
c. Kakak sedang belajar, sedangkan adik sedang tidur.

3. Tanda baca koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya
Misalnya:
a. Jika diundang, saya akan datang.
b. Karena baik hati, ia mempunyai banyak teman.
c. Agar memiliki pengetahuan yang luas, kita harus banyak membaca buku.
Adapun tanda baca koma tidak dipakai jika induk kalimat mendahului anak kalimat.
Misalnya:
a. Saya akan datang jika diundang.
b. Ia mempunyai banyak teman karena baik hati.
c. Kita harus banyak membaca buku agar memiliki pengetahuan yang luas.

4. Tanda baca koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun demikian
Misalnya:
a. Mahasiswa tersebut rajin dan pandai. Oleh karena itu, ia memperoleh beasiswa di luar negeri.
b. Anak tersebut rajin membaca sejak kecil. Jadi, wajar jika ia menjadi bintang kelas.
c. Orang tuanya kurang mampu. Meskipun demikian, anak-anaknya berhasil menjadi sarjana.

5. Tanda baca koma dipakai sebelum dan/atau sesudah kata seru, seperti o, ya, wah, aduh, atau hai, dan kata yang dipakai sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, atau Nak
Misalnya:
a. O, begitu?
b. Wah, bukan main!
c. Hati-hati, ya, jalannya licin!
d. Nak, kapan kamu pulang?
e. Siapa namamu, Dik?
f. Dia baik sekali, Bu.

6. Tanda baca koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat
Misalnya:
a. Kata nenek saya, “Kita harus berbagi dalam hidup”.
b. “Kita harus berbagi dalam hidup ini,” kata nenek saya, “karena manusia adalah makhluk sosial.
Adapun tanda baca koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung yang berupa kalimat tanya, kalimat perintah, atau kalimat seru dari bagian lain yang mengikutinya.
Misalnya:
a. “Di mana Saudara tinggal?” tanya Pak Camat.
b. “Masuk ke dalam kelas!” perintah bapak guru.
c. “Wow, indahnya pantai ini!” seru Yani.

7. Tanda baca koma dipakai di antara nama dan alamat, bagian-bagian alamat, tempat dan tanggal, serta nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan
Misalnya:
a. Sdr. Rizki Siddiq Nugraha, Jalan Cikunten Indah XV/A, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya 46115.
b. Kampus Daerah Tasikmalaya, Universitas Pendidikan Indonesia, Jalan Dadaha 8, Kota Tasikmalaya.
c. Tasikmalaya, 19 April 2019.
d. Tasikmalaya, Indonesia.

8. Tanda baca koma dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka
Misalnya:
a. Nugraha, R. S. (2019). Pembelajaran Tematik. Tasikmalaya: Tinta Pendidikan Indonesia.
b. Indriani, S. P., & Nugraha, R. S. (2019). Cerita Anak. Tasikmalaya: Tinta Pendidikan Indonesia.

9. Tanda baca koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki atau catatan akhir
Misalnya:
a. Rizki Siddiq Nugraha, Pembelajaran Tematik (Tasikmalaya: Tinta Pendidikan Indonesia, 2019), hlm. 19.
b. Siti Putri Indriani & Rizki Siddiq Nugraha, Cerita Anak (Tasikmalaya: Tinta Pendidikan Indonesia, 2019), hlm. 9.

10. Tanda baca koma dipakai di antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga
Misalnya:
a. Rizki Siddiq Nugraha, S. Pd.
b. S. Putri Indriani, S. Pd.

11. Tanda baca koma dipakai sebelum angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka
Misalnya:
a. 12,5 km.
b. 8,9 gram.
c. Rp 2000,00

12. Tanda baca koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan atau keterangan aposisi
Misalnya:
a. Di daerah kami, misalnya, masih banyak bahan tambang yang belum diolah.
b. Soekarno, Presiden I RI, merupakan proklamator kemerdekaan Indonesia.
c. Pejabat yang bertanggung jawab, sebagaimana dimaksud pada ayat (3), wajib menindaklanjuti laporan dalam waktu paling lama tujuh hari.

13. Tanda baca koma dapat dipakai di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat untuk menghindari salah baca/salah pengertian
Misalnya:
a. Dalam pengembangan bahasa, kita dapat memanfaatkan bahasa daerah.
b. Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.

Referensi
Tim Pengembang Pedoman Bahasa Indonesia (2016). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


EmoticonEmoticon