Wednesday, 3 April 2019

Pengecoh Jawaban (Distraktor) pada Butir Soal


Pengecoh Jawaban (Distraktor) pada Butir Soal
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

pengecoh jawaban

Konstruksi butir soal terdiri atas dua bagian, yakni pokok soal dan alternatif jawaban. Alternatif jawaban juga terdiri atas dua bagian, yakni kunci jawaban dan pengecoh. Pengecoh dikatakan berfungsi apabila semakin rendah tingkat kemampuan peserta tes, semakin banyak memilih pengecoh, atau semakin tinggi tingkat kemampuan peserta tes akan semakin sedikit memilih pengecoh.
Hal demikian dapat ditunjukkan dengan adanya korelasi yang tinggi, rendah, atau negatif pada hasil analisis. “Apabila proporsi peserta tes yang menjawab dengan salah atau memilih pengecoh kurang dari 0,025 maka pengecoh tersebut harus direvisi, dan untuk pengecoh yang ditolak apabila tidak ada yang memilih atau proporsinya 0,00” (Depdikbud, 1997).
Selain memperhatikan fungsi daya tarik untuk dipilih oleh peserta tes, pengecoh soal juga perlu memperhatikan daya beda (koefisien korelasi) yang ditunjukkan oleh masing-masing alternatif jawaban. Setiap pengecoh diharapkan memiliki daya beda negatif, artinya suatu pengecoh diharapkan lebih sedikit dipilih oleh kelompok tinggi dibandingkan dengan kelompok bawah, atau daya beda pengecoh tidak lebih besar dari daya beda kunci jawaban setiap butir soal.
Untuk mengukur indeks pengecoh menggunakan rumus berikut:
IP =  _____P_____
        (N - B) (n - 1)
Keterangan:
IP        : Indeks pengecoh
P          : Jumlah peserta didik yang memilih pengecoh
N         : Jumlah peserta didik yang mengikuti tes
B         : Jumlah peserta didik yang menjawab benar pada setiap soal
n          : Jumlah alternatif jawaban
1          : Bilangan tetap
Menurut Depdikbud (1997) untuk menilai pencecoh (distraktor) dari masing-masing butir soal dapat dikategorikan sebagai berikut:

Kategori Distraktor
Nilai Proportion Endorsing
Baik
≥ 0,025
Revisi
< 0,025
Tidak baik/ditolak
0,000

Referensi
Depdikbud (1997). Manual Item and Test Analysis (Iteman). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Pengujian.


EmoticonEmoticon