Monday, 8 April 2019

Sikap Percaya Diri


Sikap Percaya Diri
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

percaya diri

Rasa percaya diri merupakan modal dasar seseorang manusia dalam memenuhi berbagai kebutuhan sendiri. Rasa percaya diri tidak muncul begitu saja pada diri seseorang, tetapi pada proses tertentu di dalam pribadinya sehingga terjadilah pembentukan rasa percaya diri. Percaya diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang sangat penting dalam kehidupan manusia.
Percaya diri adalah perasaan mendalam seseorang bahwa ia mampu berbuat sesuatu yang bermanfaat baik untuk dirinya maupun orang lain. Lauster (2002, hlm. 4) berpendapat bahwa “percaya diri adalah suatu sikap mental seseorang dalam menilai diri maupun obyek sekitarnya sedemikian rupa sehingga menimbulkan perasaan mampu, yakin, atau dapat melakukan sesuatu sesuai dengan yang diinginkan”. Menurut Siska dan Esti (2003, hlm. 2) kepercayaan diri merupakan “suatu keyakinan yang dimiliki seseorang bahwa dirinya mampu berperilaku seperti yang dibutuhkan untuk memperoleh hasil seperti yang diharapkan”. Sedangkan Astriyani (2016, hlm. 82) mengatakan bahwa “percaya diri dikatakan sebagai suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang dimilikinya dan keyakinan tersebut membuatnya merasa mampu untuk bisa mencapai berbagai tujuan dalam hidupnya”.
Berdasar sejumlah pendapat tersebut dapat ditarik besar bahwa percaya diri adalah sikap atau perasaan seseorang yang menunjukkan kesiapan mental dalam melakukan suatu hal.
Sejumlah ciri atau karakteristik individu yang memiliki rasa percaya diri menurut Siska dan Esti (2003, hlm. 3), yaitu:
1. Mandiri.
2. Tidak mementingkan diri sendiri.
3. Cukup toleran.
4. Ambisius.
5. Optimis.
6. Tidak pemalu.
7. Yakin dengan pendapatnya sendiri dan tidak berlebihan.
Adapun indikator seseorang dapat dikatakan percaya diri menurut Astriyani (2016, hlm. 83) antara lain:
1. Yakin kepada diri sendiri.
2. Tidak bergantung pada orang lain.
3. Merasa berharga dan memiliki keberanian untuk bertindak.
4. Mampu mengerjakan tugasnya sendiri.
5. Menunjukkan kebanggaan terhadap hasil karyanya.
6. Berani tampil di depan umum.
7. Berani mempertahankan pendapat.
8. Memulai kontak yang ramah dengan orang lain.
9. Menjaga jarak yang sesuai antara diri sendiri dengan orang lain.
10. Berbicara dengan lancar, hanya mengalami sedikit keraguan.
Cara meningkatkan rasa percaya diri menurut Setiti (2011, hlm. 18), di antaranya:
1. Mengidentifikasi penyebab kurang percaya diri dan identifikasi domain-domain kompetensi diri yang penting.
2. Memberi dukungan emosional dan penerimaan sosial.
3. Membuat prestasi.
4. Menghadapi masalah dan berusaha untuk selalu mengatasinya.

Referensi
Astriyani, N. F. (2016). Peningkatan Percaya Diri melalui Permainan Ular Tangga Edukatif pada Anak Kelompok B RA Krapyak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. I(1), hlm. 81-93.
Lauster, P. (2002). Tes Kepribadian. Jakarta: Bumi Aksara.
Setiti, B. (2011). Peningkatan Kepercayaan Diri Siswa melalui Metode Cooperative Learning Tipe Number Head Together (NHT) pada Pembelajaran Matematika. Jurnal Psikologi. I(1), hlm. 12-18.
Siska, & Esti (2003). Kepercayaan Diri dan Kecemasan Komunikasi Interpersonal pada Mahasiswa. Jurnal Psikologi. II(1), hlm. 61-67.


EmoticonEmoticon