Tuesday, 9 April 2019

Sistem Pendidikan Dasar Republik Islam Iran


Sistem Pendidikan Dasar Republik Islam Iran
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

pendidikan dasar iran

Republik Islam Iran merupakan negara yang bergunung-gunung dan daratan tinggi yang terbentang. Iran kaya akan barang tambang seperti tembaga, minyak, gas bumi, dan batubara. Ekspor minyak adalah sumber pendapatan utama negara Iran. Didukung oleh sumber dana dari penjualan minyak, perekonomian Iran tumbuh pesat, meski begitu sebagai akibat dari kekurangan sumber daya manusia terampil dan profesional, sangat banyak teknisi asing yang dipekerjakan di Iran.
Pada tahun 1957, Kementerian Pendidikan Islam Iran mengumumkan tujuan pendidikan, sebagai berikut:
1. Untuk pengembangan fisik, siswa-siswa harus belajar olahraga dan kesehatan.
2. Untuk pengembangan sosial, siswa-siswa harus belajar menghormati keluarga, masyarakat, dan kebebasan.
3. Untuk pengembangan intelektual, siswa-siswa harus belajar berpikir kalau dapat melalui pengalaman mereka sendiri.
4. Untuk pengembangan moral, siswa-siswa harus mengerti agama, kebudayaan, dan peradaban, sehingga dengan itu mereka mampu mengendalikan diri sendiri.
5. Untuk pengembangan estetika, siswa-siswa harus cinta pada alam dan memperkuat kepribadiannya melalui penikmatan seni.
Untuk memperoleh gambaran dan pengertian tentang perkembangan pendidikan di negara Iran, berbagai pertimbangan yang bersifat keagamaan, kebudayaan, linguistik, dan sejarah perlu diperhatikan. Pengaruh keagamaan dalam pendidikan Iran sangat kuat, walaupun sampai Revolusi Islam Iran tahun 1979 tujuan kebijakan negara adalah untuk menyekulerkan pendidikan. Teologi atau ilmu agama telah menjadi ilmu pengetahuan yang sangat menonjol dan sangat mempengaruhi ilmu-ilmu lainnya di Iran.
Setelah Revolusi Islam Iran tahun 1979, sistem pendidikan Iran mengalami perubahan yang sangat mendasar. Semua upaya pendidikan dan pengajaran harus sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Prioritas harus diletakkan pada terjaminnya usaha membesarkan anak-anak dan generasi muda sehingga menjadi muslim yang konsekuen dan punya komitmen tinggi terhadap agama Islam. Upaya-upaya pendidikan juga harus diarahkan pada penggunaan Al-Quran, tradisi Islam, dan konstitusi Republik Islam Iran sebagai dasar dalam merumuskan tujuan dan sasaran pendidikan.
Konstitusi Republik Islam Iran menggariskan kerangka dasar pengembangan pendidikan Iran, bahwa pemerintah bertanggungjawab menyediakan pendidikan gratis sampai pendidikan menengah bagi semua penduduk Iran. Hal yang sama ditegaskan bahwa pemerintah Iran berkewajiban memberikan pendidikan yang gratis dan selanjutnya memfasilitasi akses pendidikan tinggi.
Tujuan dan sasaran pendidikan dirumuskan dari berbagai sumber termasuk konstitusi dan laporan Dewan Tertinggi Perubahan Dasar Pendidikan yang ditunjuk oleh Dewan Tertinggi Revolusi Kebudayaan Iran. Sumber-sumber ini menggariskan bahwa pembangunan nasional adalah sasaran utama pendidikan. Pendidikan harus dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas mewujudkan integritas sosial, moral, dan spiritual dengan penekanan utama pada memperkuat dan mendorong keimanan terhadap Islam. Pendidikan juga harus menekankan pentingnya peningkatan kualitas tenaga kerja dalam semua jenis dan level perekonomian. Dengan demikian, pendidikan harus dipandang sebagai investasi untuk masa depan.
Tantangan utama yang selama ini dan sampai sekarang dihadapi pendidikan Iran adalah bagaimana merekonsiliasikan antara nilai-nilai tradisional dengan perkembangan masyarakat berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Setelah Revolusi Islam Iran tahun 1979 Republik Islam Iran menitikberatkan perhatian pada pendidikan moral individu dalam masyarakat. Pedoman bagi sekolah-sekolah harus didasarkan pada prinsip-prinsip ajaran agama Islam, dengan tekanan utama pada dorangan dan penguatan keimanan. Selain itu, generasi muda juga perlu dibekali dengan teknik-teknik yang berlandaskan ilmu pengetahuan ilmiah serta keterampilan kerja agar mereka sadar akan perlunya produksi industri dan pertanian.
Pendidikan prasekolah di Iran umumnya diselenggarakan oleh lembaga-lembaga swasta. Tujuan umum pendidikan awal ini adalah untuk mempersiapkan anak-anak memasuki pendidikan formal. Kegiatan-kegiatan pada prasekolah ini, di antaranya bermain bersama, membacakan cerita, bernyanyi, dan pekerjaan tangan yang perlengkapannya sederhana, seperti kertas, papan tulis, dan pena. Adapun di daerah-daerah pedalaman yang masih memakai dialek-dialek lokal, tekanan kegiatan adalah pada pelajaran berbicara dan menulis bahasa Farsi, yakni bahasa resmi yang digunakan di sekolah dasar Iran.
Pendidikan dasar Iran dimulai pada anak usia enam tahun dan berlangsung selama 5 tahun, kemudian diikuti dengan sekolah bimbingan atau orientasi selama 3 tahun. Dengan demikian, pendidikan umum bagi anak berlangsung selama 8 tahun, meskipun sekolah bimbingan atau orientasi bukanlah pendidikan wajib. Pendidikan orientasi selama 3 tahun dimaksudkan bagi anak-anak yang bercita-cita untuk pendidikannya di masa depan atau untuk mencari pekerjaan.
Pendidikan menengah Iran diselenggarakan selama 4 tahun, dan dibagi dalam dua jalur. Jalur yang telah lama dan lebih berkembang adalah jalur akademik yang terbagi atas dua bidang, yakni sains dan humaniora. Jalur kedua, yakni jalur pendidikan teknik dan kejuruan yang kurang berkembang, terdiri atas dua bidang, yaitu industri dan pertanian.
Pendidikan tinggi di Iran terbagi dalam sekolah tinggi pendidikan guru, dan berbagai sekolah lain, serta universitas. Struktur pendidikan Iran membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siswa untuk belajar sesuai dengan bakat dan ketertarikannya. Selain itu, membuka pintu bagi siswa tamatan pendidikan menengah untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Di universitas mempunyai satu atau lebih fakultas dengan strata 1 (undergraduate) dan biasanya memerlukan waktu 4 tahun, tetapi untuk program kedokteran memerlukan waktu sekitar 6 tahun.


EmoticonEmoticon