Tuesday, 7 May 2019

Model Pembelajaran Flipped Classroom


Model Pembelajaran Flipped Classroom
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

flipped classroom

Poin penting dari flipped classroom merupakan bukan cara yang baru atau pergeseran pembelajaran tradisional, atau pemanfaatan teknologi. Model pembelajaran flipped classroom menggabungkan pedagogi dan pembelajaran teknologi dengan cara memberikan peluang yang besar bagi siswa untuk belajar dari berbagai aplikasi dan diskusi.
Model pembelajaran flipped classroom menyajikan metode belajar terkini dengan memberikan materi secara online di luar kelas dan mengerjakan tugas di dalam kelas. Siswa diberi materi berupa video maupun presentasi secara online yang dapat diakses dari mana pun. Video online dijadikan media belajar utama dari model pembelajaran flipped classroom dengan memposting video ke portal online yang digunakan sebagai media oleh pengajar. Model pembelajaran flipped classroom merupakan model belajar active learning yang mengkombinasikan keterlibatan siswa, menggabungkan berbagai metode belajar, dan penyebaran sumber belajar secara  prodcast (video, suara, gambar, maupun dokumen  berupa pdf, doc, dan sebagainya).
Flipped classroom memiliki banyak variasi dalam menggabungkan metode belajar, misalnya siswa mempelajari materi ataupun melihat video berdurasi 10-15 menit yang dibuat pengajar, lalu mengerjakan tes di portal web. Dari hasil tes tersebut, pengajar mempelajari poin mana yang perlu dijelaskan di dalam kelas. Kemudian, pengajar memimpin diskusi di dalam kelas serta mendampingi siswa selama belajar di kelas.
Di dalam pendekatan belajar yang bersifat teacher centered siswa berusaha menangkap apa yang dijelaskan oleh pengajar saat itu juga. Siswa tidak dapat menghentikan apa yang diucapkan guru untuk direnungkan/diingat, dan terkadang siswa kehilangan poin penting dari penjelasan pengajar. Berbeda dengan model flipped classroom, penggunaan video dalam belajar memungkinkan siswa untuk mengontrol jalannya video.
Pemanfaatan teknologi adalah fitur penting dari flipped classroom karena teknologi dapat digunakan untuk (1) menangkap konten utama bagi siswa untuk diakses kapan pun dan mana pun serta untuk memenuhi langkah mereka belajar, (2) bahan belajar hadir dalam berbagai format sesuai dengan gaya belajar  yang berbeda, (3) memberikan kesempatan bagi wacana dan interaksi di dalam dan di luar kelas, (4) menyampaikan informasi tepat waktu, update, dan pengingat bagi siswa, serta (5) memberikan umpan balik segera.
Secara sistematis, proses yang terjadi pada flipped classroom dijabarkan oleh Jonathan dan Sam (2012, hlm. 28) sebagai berikut:
No.
Waktu
Kegiatan
1.
Sebelum kelas dimulai
Siswa mempelajari materi pelajaran, baik dalam bentuk video maupun berbagai materi yang telah diberikan dan mengumpulkan beberapa pertanyaan yang ditemukan.
Guru menyiapkan materi pembelajaran dan diunggah ke website yang telah disiapkan.
2.
Awal kelas
Siswa telah menyiapkan pertanyaan-pertanyaan tertentu setelah mempelajari materi yang diberikan.
Guru menyiapkan segala pertanyaan yang mungkin diajukan oleh siswa dan mempersiapkan ruang diskusi untuk menyelesaikan pertanyaan yang mungkin muncul.
3.
Saat kelas berlangsung
Siswa berdiskusi di kelas bersama teman dan guru  serta berlatih untuk meningkatkan kemampuan mereka sesuai dengan kemampuan yang diharapkan.
Guru membimbing siswa selama proses pembelajaran dengan memberikan klarifikasi materi pembelajaran dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari siswa.
4.
Setelah kelas
Siswa melanjutkan menerapkan keterampilan pengetahuan mereka setelah klarifikasi dan umpan balik dari guru.
Guru memposting materi pelajaran tambahan di web yang sudah disiapkan untuk meningkatkan pengetahuan siswa.
5.
Di luar jam pelajaran
Siswa didorong untuk selalu mencari tahu hal-hal apa saja yang belum mereka pahami.
Guru selalu membimbing siswa untuk pendalaman pemahaman siswa.

Pada dasarnya flipped classroom memanfaatkan perkembangan dunia teknologi informasi untuk pendidikan. Dengan pola ini, maka akan terciptalah suatu lingkungan belajar aktif yang melibatkan teknologi informasi. Sehingga teknologi informasi menjadi hal utama dan syarat mutlak penggunaan flipped classroom.
Adapun kelebihan penggunaan model pembelajaran flipped classroom, antara lain:
1. Membantu siswa meningkatkan kemampuannya.
2. Memungkinkan siswa mempause dan merewind guru.
3. Memungkinkan guru untuk mengetahui kelebihan siswa.
4. Memungkinkan semua variasi yang ada di dalam kelas.
5. Meningkatkan interaksi antar sesama siswa.
Sedangkan kelemahan penggunaan model pembelajaran flipped classroom, di antaranya:
1. Memerlukan fasilitas dan sarana prasarana yang memadai, seperti internet, gadget, dan portal online.
2. Memerlukan persiapan yang matang dalam menyusun materi.
3. Memerlukan keterampilan ekstra bagi guru dalam menyusun pembelajaran dalam bentuk portal online, seperti website.

Referensi
Jonathan, B., & Sam, A. (2012). Flip Your Classroom: Reach Every Student in Every Class Every Day. United States: ASCD.


EmoticonEmoticon