Wednesday, 12 June 2019

Metode Diskusi Buzz Group


Metode Diskusi Buzz Group
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

buzz group

Metode diskusi buzz group, yaitu cara pembahasan suatu masalah, yang dalam pelaksanaannya siswa dibagi dalam kelompok kecil antara 3-4 orang membahas suatu masalah, yang diakhiri dengan penyampaian hasil pembahasannya oleh setiap juru bicara pada kelompok besar/kelas. Sama seperti diskusi, diskusi buzz group adalah pembahasan suatu topik dengan cara bertukar pikiran antara dua orang atau lebih, dalam kelompok-kelompok kecil, yang direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu. Metode ini dapat membangun suasana saling menghargai perbedaan pendapat dan juga meningkatkan partisipasi peserta yang masih belum banyak berbicara dalam diskusi yang lebih luas serta dapat mengembangkan kesamaan pendapat atau kesepakatan untuk mencari suatu rumusan terbaik mengenai suatu persoalan.
Menurut Suprijanto (2007, hlm. 110) “metode diskusi buzz group merupakan alat untuk membagi kelompok diskusi besar menjadi kelompok-kelompok kecil”. Terdapat dua jenis diskusi yang sering digunakan dalam menerapkan metode diskusi buzz group, yaitu pertama teknik yang paling sering digunakan adalah membagi kelompok asal menjadi kelompok buzz yang terdiri atas 10 sampai 15 orang, bila kelompok asal anggotanya berjumlah 30 orang atau lebih. Sekretaris membuat catatan tentang ide-ide yang disarankan oleh anggota kelompok dan menyiapkan kesimpulan yang akan disampaikan kepada kelompok besar setelah diskusi buzz group selesai. Kemudian sekretaris tiap kelompok diminta untuk melaporkan hasil sebelum dibuka diskusi kelompok umum. Waktu yang dibutuhkan untuk diskusi buzz group berkisar 10-20 menit tergantung pada topik yang dibicarakan. Penggunaan metode diskusi buzz group tipe pertama ini memerlukan pengaturan tempat duduk, sebaiknya dalam posisi melingkar.
Untuk kelompok 30 orang atau kurang digunakan kelompok buzz kecil jenis kedua yang mencakup formasi kelompok diskusi 3-5 orang. Teknik ini banyak digunakan untuk menumbuhkan minat dan kreativitas serta merupakan alat pemulai diskusi yang sangat baik.
Pengelompokan siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain menurut urutan tempat duduk sehingga dapat dibentuk tanpa memindahkan siswa, pengelompokan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu (misal berdasarkan urutan nama, berdasarkan bakat dan minat, berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki siswa), pengelompokan berdasarkan nomor kartu yang dikocok dan pengelompokan berdasarkan bilangan.
Setelah diskusi buzz group, proses dilanjutkan dengan diskusi kelas atau diskusi umum yang merupakan lanjutan dari diskusi buzz group yang dimulai dengan pemaparan hasil diskusi buzz group. Komunikasi dalam diskusi ini terjadi di mana tiap anggota kelompok menyampaikan ide-idenya yang dicatat oleh sekretaris. Sekretaris menyimpulkan hasil diskusi dan akan disampaikan pada diskusi kelas. Diskusi buzz group biasanya hanya memerlukan waktu 10-20 menit.
Hasil belajar yang diharapkan dalam metode diskusi buzz group yaitu “siswa membandingkan persepsinya yang mungkin berbeda-beda tentang bahan pelajaran, membandingkan informasi yang diperoleh masing-masing sehingga siswa dapat saling memperbaiki pengertian, persepsi, informasi, interpretasi sehingga dapat dihindarkan kekeliruan” (Hasibuan dan Moedjiono, 1995, hlm. 21).
Hasil diskusi ditulis oleh salah satu siswa dan dikumpulkan ke guru. Kemudian guru membahas materi diskusi untuk mencapai suatu kesimpulan yang benar. Diskusi buzz group dapat dilaksanakan di tengah-tengah atau di akhir pembelajaran dengan maksud menajamkan kerangka bahan pelajaran, memperjelas bahan pelajaran, atau menjawab pertanyaan-pertanyaan.
Membantu siswa dalam melakukan kegiatan belajar adalah tugas seorang guru meskipun dalam pembelajaran metode ini siswa dituntut untuk belajar dan memecahkan masalah sendiri. Hal tersebut dilakukan oleh guru agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penerapan suatu metode pembelajaran akan berhasil dengan baik apabila guru memahami secara jelas tentang prosedur pelaksanaan metode yang digunakan. Adapun prosedur pelaksanaan metode diskusi buzz group, sebagai berikut:
1. Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok kecil yang beranggotakan 3-5 siswa. Setiap kelompok mengerjakan topik yang sama dengan dibatasi waktu tertentu.
2. Guru menyampaikan materi secara umum atau garis besar dengan metode ceramah, kemudian guru menentukan topik masalah yang akan didiskusikan.
3. Selama diskusi berlangsung guru memantau dan memperhatikan aktivitas siswa. Guru mengunjungi setiap kelompok untuk mengetahui adakah kelompok yang memerlukan bantuan untuk memahami tugasnya.
4. Sebelum diskusi diakhiri, guru memberikan peringatan mengenai batas waktu dalam menyelesaikan tugas.
5. Setelah waktu yang ditentukan telah selesai, hasil diskusi tiap kelompok dikumpulkan ke guru.
6. Guru membahas topik masalah tersebut untuk memperbaiki konsep siswa.
Setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan. Menurut Dimyati dan Moedjiono (1992, hlm. 55) kelebihan dan kelemahan dalam diskusi buzz group, yakni:
Kelebihan:
1.  Mendorong siswa yang malu-malu untuk memberikan sumbangan pikiran sehingga dapat meningkatkan partisipasi siswa yang masih belum banyak berbicara dalam diskusi.
2. Menciptakan suasana yang menyenangkan.
3. Memberikan variasi kegiatan belajar yang disertai dengan penggunaan metode lain.
4. Membangun suasana saling menghargai perbedaan pendapat dan mengembangkan kesamaan pendapat dalam mencari suatu rumusan terbaik mengenai suatu persoalan.
Kelemahan:
1. Membutuhkan waktu yang relatif lama  untuk melakukan persiapan.
2. Metode ini tidak akan berhasil bila anggota kelompok terdiri atas individu yang tidak tahu apa-apa.

Referensi
Dimyati, & Moedjiono (1992). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti.
Hasibuan, & Moedjiono (1995). Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Suprijanto (2007). Pendidikan Orang Dewasa dari Teori Hingga Aplikasi. Jakarta: PT Bumi Aksara.


EmoticonEmoticon