Monday, 5 August 2019

Best Practice (Praktik Terbaik)


Best Practice (Praktik Terbaik)
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

pedoman Best Practice (Praktik Terbaik)

Salah satu jenis karya tulis yang disarankan untuk dibuat oleh pendidik dan tenaga kependidikan adalah praktik terbaik atau lebih akrab dikenal dengan istilah best practice. Best practice adalah sebuah karya tulis yang menceritakan pengalaman terbaik dalam menyelesaikan sebuah permasalahan yang dihadapi oleh pendidik dan tenaga kependidikan sehingga mampu memperbaiki mutu layanan pendidikan dan pembelajaran.
Best practice tidak selalu identik dengan langkah besar dan revolusioner yang dilakukan oleh pendidik dan tenaga kependidikan dalam menyelesaikan masalah, tetapi bisa juga melalui sebuah langkah kecil, penerapan alternatif-alternatif pemecahan masalah sederhana, tetapi efektif dan dampaknya terasa oleh sekolah.
Konsen utama best practice adalah tindakan-tindakan taktis dan praktis untuk mengatasi masalah yang dihadapi dalam mengatasi masalah. Misalnya, meningkatkan kedisiplinan warga sekolah melalui penerapan budaya malu, peningkatkan kesadaran warga sekolah dalam memelihara kebersihan lingkungan sekolah melalui gerakan pungut sampah, peningkatan kemampuan guru dalam menyusun administrasi pembelajaran dan mengelola pembelajaran melalui diskusi grup terfokus KKG sekolah, dan sebagainya.
Adapun sistematika penulisan best practice beragam, tergantung latar belakang atau pengalaman penulisnya, institusi yang menerbitkan, atau panitia lomba yang menyusun, karena best practice juga terkandang dilombakan. Walau beragam dari sisi sistematika, tetapi substansinya sama, yaitu menceritakan tentang pengalaman terbaik dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam pembelajaran atau pengelolaan layanan pendidikan di sebuah satuan pendidikan.
Secara umum, sistematika best practice dijabarkan, sebagai berikut:

1. Latar belakang
Bagian latar belakang berisi deskripsi tentang kondisi ideal yang diharapkan muncul dari sebuah pembelajaran atau layanan pendidikan yang berkualitas. Biasanya dengan mengutip definisi dari peraturan perundang-undangan, teori, pendapat ahli yang diambil dari referensi yang sesuai, dan sebagainya.
Berikutnya munculkan berbagai masalah yang terjadi sebagai bentuk kesenjangan antara harapan dan kenyataan, penyebab masalah tersebut terjadi, dampaknya jika tidak segera diselesaikan, serta alternatif pemecahan masalah yang akan dilakukan untuk menyelesaikan masalah.

2. Identifikasi masalah
Masalah yang dihadapi oleh pendidik atau tenaga kependidikan tentunya cukup banyak dan beragam. Oleh karena itu, perlu diidentifikasi satu per satu, lalu diambil mana salah satu masalah yang akan menjadi fokus untuk diselesaikan.

3. Tujuan
Pada bagian ini disebutkan tujuan yang ingin dicapai dari peleksanaan best practice. Secara umum untuk meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan, serta secara khusus misalnya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, meningkatkan kemampuan siswa, meningkatkan aktivitas belajar siswa, baik secara individual maupun kelompok, meningkatkan kedisiplinan siswa, meningkatkan kesadaran hidup bersih, kesadaran cinta lingkungan, dan sebagainya.

4. Hasil yang diharapkan
Pada bagian ini disebutkan hasil yang diharapkan dari kegiatan best practice yang dilakukan mengacu kepada tujuan yang telah ditetapkan. Misalnya, jika tujuannya adalah meningkatkan kesadaran cinta lingkungan di lingkungan siswa, maka hasil yang diharapkan adalah siswa dapat menyadari pentingnya hidup bersih, serta terbiasa membuang sampah pada tempatnya.

5. Pelaksanaan dan hasil penyelesaian masalah
Pada bagian ini dijelaskan secara rinci langkah-langkah yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Cantumkan sasaran, tempat dan waktu kegiatan, alat/bahan, strategi, dan metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah.
Pada bagian awal dideskripsikan masalah yang dihadapi disertai kondisi dan data-data awal, selanjutnya dijelaskan tahapan-tahapan, strategi pelaksanaan, serta progres penyelesaian masalah hingga masalah tersebut dapat diatasi dengan baik. Kondisi atau data awal lalu dibandingkan dengan data dan kondisi akhir.
Pada bagian ini juga boleh disajikan foto kegiatan, grafik, atau tabel data yang kemudian dideskripsikan dan dianalisis. Intinya pada bagian ini digambarkan perubahan antara kondisi awal dan kondisi akhir hingga perubahan tampak secara nyata.

6. Simpulan dan saran
Simpulan berisi hal substansial dan pelajaran penting yang didapatkan dari pelaksanaan best practice sehingga berdampak terhadap peningkatan mutu pembelajaran atau layanan pendidikan, dan saran-saran yang diberikan kepada pihak-pihak terkait, misalnya kepada siswa, guru, kepala sekolah, dinas pendidikan, dan sebagainya.

Best practice selain ditulis menjadi sebuah laporan, biasanya dipresentasikan, diseminarkan, disosialisasikan, bahkan diterbitkan menjadi buku. Tujuannya agar lebih banyak memberikan manfaat. Semakin banyak yang membaca, diharapkan semakin banyak yang termotivasi,, dan terinspirasi untuk melakukan hal yang sejenis sehingga kinerja dan mutu pendidikan pun ikut meningkat.
Penyelesaian masalah melalui best practice menuntut kreativitas dan inovasi pendidik dan tenaga kependidikan. Ide-ide unik, menarik, dan khas secara spontan dapat muncul untuk menyelesaikan masalah. Di samping dapat menjadi salah satu jenis karya tulis pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan, best practice juga dapat menjadi salah satu sumber belajar bagi pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. Semakin sering seorang pendidik atau tenaga kependidikan membuat best practice, maka kreativitas dan inovasinya semakin meningkat. Kemampuan menulisnya pun semakin terasah.


EmoticonEmoticon