Saturday, 3 August 2019

Metode Pembelajaran Tari di Sekolah Dasar


Metode Pembelajaran Tari di Sekolah Dasar
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

metode tari

Kegiatan belajar mengajar harus dirancang secara sistematis dan efektif. Hal ini dikarenakan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan, khususnya “pada pembelajaran yang mencakup aspek kognitif, afektif, lebih-lebih pada aspek psikomotor” (Suwaji, 1992, hlm. 2). Untuk mencapai semua itu tentunya guru berkewajiban merancang sebuah metode yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan harus tepat dan sesuai dengan materi dan karakteristik perkembangan.
Metode dalam pembelajaran tari adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh guru, karena akan berdampak pada suasana pembelajaran yang menyenangkan atau sebaliknya. Pembelajaran yang menyenangkan tentu lebih disukai siswa. Dengan merasa senang terhadap pembelajaran yang dirancang, siswa akan antusias mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut.
Adapun sejumlah metode pembelajaran tari di sekolah dasar, antara lain:

1. Metode eksplorasi
Menggunakan metode eksplorasi terlihat di mana pada saat praktik siswa dengan sendirinya mencari gerak sekaligus menciptakan gerak tari. Penciptaan gerak tari di sekolah dasar masih mendapatkan bimbingan atau arahan dari guru. Menurut Jazuli (1994, hlm. 3) “metode eksplorasi adalah metode di mana cara pembelajaran tari yang bersifat penjajakan untuk menemukan suatu motif gerak maupun bentuk tari secara utuh”. Metode ini cenderung cocok untuk siswa sekolah dasar di kelas tinggi.

2. Metode demonstrasi
Metode demonstrasi adalah metode yang dapat dilihat ketika proses pembelajaran berlangsung di mana guru memberi ragam gerak menggunakan properti, atau dengan bantuan video, yang kemudian siswa mendemonstrasikan gerak tari tersebut secara bersamaan. “Dengan metode seperti ini peserta didik dapat mempraktikkan secara langsung dari apa yang dilihat atau yang dicontohkan” (Setiawan, 2014, hlm. 28).

3. Metode ceramah
Metode ceramah ini digunakan pada umumnya digunakan saat penyampaian teori atau pra-praktik. Metode ini lebih mengedepankan penyampaian yang bertujuan pada pengetahuan atau aspek kognitif.

Referensi
Jazuli, M. (1994). Telaah Teoritis Seni Tari. Semarang: IKIP Semarang Press.
Setiawan, A. (2014). Strategi Pembelajaran Tari Anak Usia Dini. Surabaya: Jurnal UM.
Suwaji, B. (1992). Seni Pertunjukan. Semarang: IKIP Semarang Press.


EmoticonEmoticon