Tuesday, 27 August 2019

Perjanjian Kalijati


Perjanjian Kalijati
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

belanda menyerah atas jepang

Pada sekitar tahun 1942, Jepang muncul dan menjelma menjadi kekuatan imperialis yang baru. Mereka dengan yakin melakukan invasi ke beberapa negara. Salah satu peristiwa besar yang terjadi adalah Jepang memborbardir pangkalan militer Pearl Harbour, Amerika tanpa diduga. Akibat serangan tersebut, Amerika mengalami kerugian yang luar biasa dan kehilangan banyak tentara.
Tidak hanya itu, Jepang ingin menjadi penguasa Asia atau Negeri Timur. Mereka mulai melakukan ekspansi ke beberapa negara di Asia untuk mendapatkan kekuasaan, termasuk Indonesia. Saat memasuki Indonesia, Jepang dihadang oleh Belanda yang sudah terlebih dahulu menduduki Indonesia. Akibatnya, peperangan pun tidak dapat dihindarkan.
Jepang tampak lebih siap dari Belanda. Mereka menggempur Belanda tanpa henti dan membuat Belanda kerepotan. Akibat dari serangan bertubi-tubi inilah, akhirnya Belanda mengusulkan adanya Perjanjian Kalijati.
Nama Perjanjian Kalijati diambil dari nama daerah di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kalijati adalah salah satu nama di daerah tersebut yang dijadikan tempat untuk melakukan perundingan.
Perjanjian Kalijati berlangsung pada 8 Maret 1942 yang menandai berakhirnya kekuasaan Belanda atas Indonesia dan diambil alih oleh Jepang. Ada beberapa tokoh yang terlibat secara langsung dalam pembahasan dan penandatanganan Perjanjian Kalijati ini, antara lain Tjarda van Starkenborgh Starchouwer sebagai Gubernur Hindia Belanda dan Jenderal Hitoshi Imamura dari Jepang. Tokoh lain yang berada di meja perjanjian dan menyaksikan jalannya perjanjian adalah Letnan Jenderal Heindrik Ter Poorteten selaku Panglima Tentera Belanda untuk wilayah Indonesia.
Perjanjian Kalijati adalah upaya diplomasi yang dilakukan oleh Belanda dan Jepang untuk mengakhiri perang dan melakukan gencatan senjata yang sangat merugikan Belanda. Setelah perjanjian ini, Belanda harus merelakan wilayah Indonesia menjadi jajahan Jepang. Perjanjian ini berlangsung cukup cepat dan tidak banyak intervensi. Jalannya perjanjian yang cepat tersebut tidak lepas dari kondisi Belanda yang seolah sudah tidak punya kekuatan untuk melawan Jepang.
Adapun isi dari Perjanjian Kalijati, sebagai berikut:
1. Belanda menyerahkan wilayah jajahan Indonesia seluruhnya kepada Jepang tanpa syarat dan peperangan antara Belanda dan Jepang berakhir.
2. Jepang akan membentuk pemerintahan militer di Indonesia dengan beberapa pembagian berikut:
a. Pembagian pemerintahan militer pertama adalah Pemerintahan Tentara 16 AD dengan wilayah jelajah Jawa dan Madura dengan pusat pemerintahan di Jakarta.
b. Pembagian pemerintahan militer kedua adalah Pemerintahan Tentara 25 AD dengan wilayah jelajah Sumatera dengan pusat pemerintahan di Bukittinggi.
c. Pembagian pemerintahan militer ketiga adalah Pemerintahan Armada AL dengan wilayah jelajah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Papua, dan Maluku dengan pusat pemerintahan di Makassar.
3. Pembagian wilayah pemerintahan tersebut akan dipimpin oleh kepala staf dengan gelar Gunseikan.
Adanya Perjanjian Kalijati tersebut menandakan era penjajahan baru di Indonesia. Secara langsung, perjanjian tersebut membuat Belanda mengakui kekalahan mereka atas Jepang.
Perjanjian yang dilakukan di Kalijati, Subang, Jawa Barat pada tahun 1942 ini mengubah nasib Indonesia. Ada beberapa dampak yang terjadi pasca penandatanganan perjanjian tersebut. Adapun beberapa dampak dari perjanjian tersebut, di antaranya:
1. Berakhirnya kolonialisme Belanda dan digantikan penjajah baru oleh Jepang.
2. Bangsa Indonesia pada awalnya menyambut baik kemenangan Jepang atas Belanda dan merasa Jepang akan membawa perubahan yang lebih baik karena sama-sama merupakan bangsa di Asia.
3. Para pemuda dan rakyat Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik, terutama pendidikan militer karena Jepang membentuk banyak sekali badan militer di Indonesia.
4. Dijanjikannya Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan dari Jepang dengan dibuatnya Badan Pemeriksa Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang bertugas untuk mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan.
Akan tetapi, harapan dan cita-cita Indonesia pasca Perjanjian Kalijati hanya khayalan belaka. Jepang memang memberikan pengajaran militer kepada rakyat Indonesia. Namun, perlakuan Jepang kepada bangsa Indonesia begitu bengis dan membuat rakyat Indonesia kembali terjajah dengan kondisi yang lebih buruk.


EmoticonEmoticon