Thursday, 17 October 2019

Konferensi Yalta


Konferensi Yalta
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

The big three

Konferensi Yalta, yang juga dikenal sebagai Konferensi Krimea dan diberi nama kode Konferensi Argonaut, diadakan pada 4-11 Februari 1945, yakni pertemuan para kepala pemerintahan Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Soviet pada masa Perang Dunia II untuk mendiskusikan reorganisasi pasca perang Jerman dan Eropa. Ketiga negara tersebut diwakili oleh Presiden Amerika Serikat, Franklin D. Roosevelt, Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill, dan Perdana Menteri Uni Soviet, Joseph Stalin. Konferensi ini diadakan di dekat Yalta, Crimea, Uni Soviet, di dalam Istana Livadia, Yusupov, dan Voronstov.
Tujuan konferensi ini adalah untuk membentuk perdamaian pasca perang yang tidak hanya mewakili tatanan keamanan kolektif, tetapi juga rencana untuk memberikan penentuan nasib kepada orang-orang yang dibebaskan di Eropa pasca Nazi. Pertemuan ini dimaksudkan terutama untuk membahas pembentukan kembali negara-negara Eropa yang dilanda perang.
Pada saat Konferensi Yalta berlangsung, angkatan bersenjata Sekutu Barat (Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Prancis, dan Belgia) telah membebaskan seluruh Prancis dan Belgia serta sedang berperang di perbatasan Jerman. Di timur, pasukan Soviet berjarak 65 km dari Berlin, setelah mendorong mundur Jerman dari Polandia, Rumania, dan Bulgaria. Pada bulan Februari, Jerman tinggal menguasai wilayahnya sendiri, Belanda, Norwegia, Denmark, Austria, Italia Utara, dan bagian utara Yugoslavia.
Inisiatif untuk mengadakan konferensi “The Big Three” kedua datang dari Franklin D. Roosevelt, awalnya berharap untuk bertemu sebelum pemilihan Presiden Amerika Serikat pada November 1944, tetapi kemudian mendesak untuk mengadakan pertemuan pada awal tahun 1945 di lokasi netral yang disarankan Roosevelt di Mediterania, Malta, Siprus atau Athena. Kemudian Joseph Stalin bersikeras bahwa dokternya menentang setiap perjalanan jauh dan menolak opsi ini. Ia malah mengusulkan agar mereka bertemu di Yalta, Krimea. Ide ini mendapat sambutan dari Roosevelt dan secara resmi menetapkan Uni Soviet sebagai tuan rumah pada konferensi ini. Adapun semua sesi pleno yang diadakan pada konferensi ini diakomodasi oleh Amerika Serikat.
Masing-masing dari ketiga pemimpin memiliki agendanya sendiri untuk Jerman pasca perang dan membebaskan Eropa. Roosevelt mengiginkan dukungan Uni Soviet dalam Perang Pasifik Amerika Serikat melawan Jepang, khususnya untuk invasi yang direncanakan Jepang (Operasi Badai Agustus), serta partisipasi Uni Soviet di Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Churchill mendesak pemilihan bebas dan pemerintahan demokratis di Eropa Timur dan Tengah (khususnya Polandia). Sedangkan Stalin di konferensi tersebut merasa sangat kuat sehingga dia dapat mendikte persyaratan.
Polandia adalah hal pertama dalam agenda Soviet. Stalin menyatakan bahwa “untuk pemerintah Soviet, masalah Polandia adalah salah satu kehormatan”. Selain itu, Stalin menyatakan mengenai sejarah bahwa “karena Uni Soviet telah berdosa besar terhadap Polandia, pemerintah Soviet berusaha untuk menebus dosa-dosa itu”. Stalin menyimpulkan bahwa “Polandia harus kuat dan bahwa Uni Soviet tertarik pada penciptaan Polandia yang perkasa, bebas, dan merdeka”. Polandia harus diberi kompensasi untuk itu dengan memperluas perbatasan baratnya dengan mengorbankan Jerman.
Roosevelt ingin Uni Soviet memasuki Perang Pasifik melawan Jepang dengan Sekutu, yang ia harap akan mengakhiri perang lebih cepat dan mengurangi korban Amerika. Satu prasyarat Soviet untuk deklarasi perang melawan Jepang adalah pengakuan resmi Amerika atas kemerdekaan Mongolia dari Cina. Soviet juga menginginkan pengakuan kepentingan Soviet di jalur kereta api Manchuria dan Port Arthur. Kondisi ini kemudian disepakati oleh Amerika.
Soviet juga menginginkan penyerahan Karafuto dan Kepulauan Kuril, yang diambil dari Uni Soviet oleh Jepang dalam perang pada tahun 1905, yang juga disetujui. Sebagai imbalannya, Stalin berjanji bahwa Uni Soviet akan memasuki Perang Pasifik tiga bulan setelah kekalahan Jerman.
Selanjutnya, Uni Soviet setuju untuk bergabung dengan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), memberikan pemahaman rahasia tentang formula pemilihan dengan kekuatan veto untuk anggota tetap Dewan Keamanan, sehingga memastikan bahwa setiap negara dapat memblokir keputusan yang tidak diinginkan.
Adapun kesepakatan utama pada Konferensi Yalta, sebagai berikut:
1. Rencana penyerahan tanpa syarat Jerman. Pendudukan Jerman akan dikuasai Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Uni Soviet.
2. Rencana konferensi pembentukan PBB di San Francisco pada tanggal 25 April 1945.
3. Rencana Uni Soviet memaklumkan perang terhadap Jepang setelah kekalahan Jerman dengan kompensasi pemberian wilayah Sakhalin Selatan, Kepulauan Kuril, serta pengambilan Port Arthur dan Dairen kepada status semula pada tahun 1904. Sedangkan jalan kereta api Manchuria akan dikuasai bersama oleh Cina dan Uni Soviet.
Read More

Monday, 14 October 2019

Pedoman Penulisan Huruf Miring


Pedoman Penulisan Huruf Miring
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

huruf miring

Penggunaan penulisan huuf miring merupakan hal yang harus diperhatikan saat menulis. Penggunaan penulisan huruf miring yang baik dan benar diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Adapun penggunaan penulisan huruf miring digunakan pada sejumlah hal berikut:

1. Huruf miring dipakai untuk menuliskan judul buku, nama majalah, atau nama surat kabar yang dikutip dalam tulisan, termasuk dalam daftar pustaka
Misalnya:
a. Saya sudah membaca novel Bumi Manusia karangan Pramoedya Ananta Noer.
b. Majalah Manglé memupuk rasa kebanggan terhadap bahasa daerah, bahasa Sunda.
c. Berita itu muncul dalam surat kabar Priangan.
d. Nugraha, R. S. (2019). Pendidikan bagi Anak Sekolah Dasar. Tasikmalaya: Tinta Pendidikan Indonesia.

2. Huruf miring digunakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata dalam kalimat
Misalnya:
a. Huruf terakhir kata lompat adalah t.
b. Dia tidak menabrak, tetapi ditabrak.
c. Pada bab ini tidak dibahas mengenai pola hidup sehat.
d. Buatlah kalimat dengan menggunakan ungkapan besar kepala!

3. Huruf miring dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan dalam bahasa daerah atau bahasa asing
Misalnya:
a. Upacara ngaben menarik perhatian wisatawan asing yang berkunjung ke Bali.
b. Nama ilmiah dari padi ialah Oryza sativa.
c. Ungkapan bhinneka tunggal ika dijadikan semboyan negara Indonesia.

Adapun ada beberapa hal yang perlu dicermati dalam penulisan huruf miring, sebagai berikut:

1. Nama diri, seperti nama orang, lembaga, atau organisasi, dalam bahasa asing atau bahasa daerah tidak ditulis dengan huruf miring
Misalnya:
a. Thomas Alva Edison adalah penemu bola lampu.
b. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization disingkat UNESCO yaitu badan khusus Persatuan Bangsa-Bangsa yang mengurusi bidang pendidikan.
c. Sekar Roekoen merupakan organisasi para pemuda Sunda, didirikan oleh para siswa Sekolah Guru pada tahun 1919.

2. Kalimat atau teks berbahasa asing atau berbahasa daerah yang dikutip secara langsung dalam teks berbahasa Indonesia ditulis dengan huruf miring
Misalnya:
a. Flavell (dalam Desmita, 2010, hlm. 134) mengemukakan “metacognitive knowledge refers to acquired knowledge about cognitive processes, knowledge that can be used to control cognitive processes”.
b. Menurut wikipedia “A puzzle is a game, problem, or toy that tests a person's ingenuity or knowledge.

C. Di dalam teks tulisan tangan atau mesin tik (bukan komputer), bagian yang akan dicetak miring ditandai dengan garis bawah
Misalnya:
a. Saya berlangganan koran Radar.
b. Nama ilmiah dari manusia adalah Homo sapiens.
c. Indriani, S. P. (2019). Perkembangan Anak Usia Sekolah Dasar. Tasikmalaya: Tinta Pendidikan Indonesia.
Read More

Sunday, 13 October 2019

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

anak belajar bersepeda

Belajar mengendarai sepeda adalah momen penting bagi setiap anak. Naik sepeda dapat menjadi olahraga yang menyenangkan bagi anak. Anak biasanya belajar mengendarai sepeda pada usia 3 sampai 8 tahun.
Belajar mengendarai sepeda menjadi kemampuan penting yang perlu dikuasai setiap anak. Tentu akan ada insiden jatuh atau luka di lutut pada awal latihan, tetapi setelah anak menguasai cara mengendarai sepeda, kemampuan ini akan bermanfaat seumur hidupnya.
Selain dapat membuat fisik lebih sehat, ada banyak manfaat dalam mengendarai sepeda, antara lain:

1. Bersepeda membantu anak aktif

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Mendorong anak mengendarai sepeda, membantu ia membangun kebiasaan sehat yang mungkin bisa dipertahankan seumur hidup.

2. Bersepeda baik untuk kesehatan mental dan belajar anak

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Bersepeda bukan hanya meningkatkan kebugaran fisik, melainkan juga bermanfaat untuk perkembangan belajar dan kesehatan mental anak. Saat anak melakukan aktivitas fisik secara teratur, ia juga akan lebih bahagia, serta akan memberi anak lebih banyak kesempatan untuk melakukan interaksi.

3. Aktivitas yang dapat dilakukan dan dinikmati seluruh keluarga

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Bersepeda adalah aktivitas yang dapat dinikmati seluruh usia. Ayah, ibu, anak, dan bahkan kakek-nenek bisa menemani anak bersepeda. Perlu diingat bahwa inti bersepeda bersama keluarga adalah bersenang-senang. Jadi, mulailah dengan perlahan dan perbanyak jeda istirahat untuk si kecil agar tidak kecapekan.

4. Baik bagi lingkungan

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Mengajarkan anak mengendarai sepeda juga memiliki manfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang. Menggunakan sepeda untuk pergi ke rumah teman atau sekolah jika jaraknya dekat, dapat menurunkan emisi karbon, mengurangi kemacetan lalu lintas, dan mengatasi masalah parkir. Polusi dan kemacetan berkurang berarti lingkungan tempat tinggal sekitar kita jadi lebih bersih, lebih sehat, dan dapat mengurangi stress.

Adapun hal yang perlu dipersiapkan untuk mengajari anak mengendarai sepeda, antara lain:
1. Sering melihat kakaknya, teman, atau tetangga mengendarai sepeda. Hal ini dapat menjadi dorongan bagi anak untuk belajar.
2. Ketersediaan tempat yang aman untuk belajar bersepeda.
3. Merasa tertarik untuk belajar mengendarai sepeda.
Beberapa anak dapat mulai mengayuh sepeda roda tiga ketika berusia 1 hingga 3 tahun. Kebanyakan anak dapat mengendarai sepeda roda tiga dengan baik pada usia sekitar 3 tahun.
Saat harus memutuskan apakah anak harus mengendarai sepeda roda tiga dulu atau langsung ke sepeda roda dua dengan training wheels, beberapa orang tua lebih memilih salah satunya saja dengan alasan agar lebih hemat, tetapi banyak juga yang memilih keduanya. Sebenarnya dari kedua pilihan tersebut sama-sama baiknya.
Perlu diperhatikan untuk tidak membeli sepeda yang terlalu besar bagi anak. Hal ini dapat memperlambat dan menghambat proses belajar anak. Pastikan anak dapat berdiri dengan kedua kaki menapak tanah saat duduk di sepeda. Ia harus nyaman dan mempunyai kontrol terhadap sepeda yang dinaiki.
Helm harus terpasang di kepala, harus menutupi hingga bagian tengah dahi, tidak lebih dari 1 inci di atas alis. Bila helm terlalu tinggi di atas dahi atau bergerak-gerak lebih dari 1 inci ketika anak mendorong helm dari depan ke belakang atau ke samping, kita perlu mengganti helm dengan ukuran yang lebih pas. Anak juga dapat mengenakan sarung tangan, bantalan siku dan lutut saat bersepeda, dan pastikan tali sepatu terikat kencang, serta hindari celana yang longgar. Kesemuaan hal tersebut perlu dilakukan agar anak tetap aman saat belajar mengendarai sepeda.
Langkah-langkah mengajarkan anak mengendarai sepeda dijabarkan secara terperinci, sebagai berikut:

1. Belajar bersepeda tanpa pedal, naik ke atas sepeda, dan meluncur

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Minta anak duduk di sepeda agar ia bisa merasakan sensasi untuk menyeimbangkan sepeda. Setelah itu, tantang anak untuk mengangkat kaki dan meluncur. Anak dapat naik ke sepeda kita terlebih dahulu dan tunjukkan bagaimana cara meluncur dengan kaki terentang untuk menjaga keseimbangan.
Lalu coba permainan ini, hitung hingga 10 dan lihat apakah anak bisa meluncur dengan kaki tanpa menyentuh tanah selama 10 detik. Perlahan tambahkan waktunya ketika anak jadi lebih percaya diri. Coba nyanyikan lagu selama anak meluncur dengan kaki tidak menyentuh tanah.

2. Belajar bersepeda tanpa pedal, berbelok, dan mengemudi

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Setelah anak menguasai kemampuan untuk bergerak, meluncur, dan menikmatinya, lanjutkan untuk mengajarinya berbelok dan mengemudi. Mulailah dengan belokan memutar yang mudah. Buat latihan lebih seru dengan permainan mudah berikut:
a. Sediakan kerucut lalu lintas di pola tertentu dan minta anak berlatih mengemudi melewatinya.
b. Tempatkan sebuah benda di tengah jalan tempat latihan bersepeda dengan jarak 10 meter dari anak dan minta ia menuju benda tersebut dengan sepeda. Permainan ini mengajarkan anak untuk memperhatikan sesuatu lebih dulu, baru mengarahkan sepeda ke target tertentu. Coba tempatkan benda lain di jarak 15 meter, lalu 20 meter.

3. Naik sepeda dengan pedal

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Setelah anak dapat meluncur dengan kaki di atas, berbelok ketika meluncur, dan melihat ke depan ketika mengemudi, waktunya untuk memasang kembali pedal sepeda. Untuk saat ini, pastikan sadel tetap di posisi rendah agar anak dapat meletakkan kedua kaki di tanah untuk behenti.

4. Berlatih kesadaran pedal

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Ajarkan anak untuk duduk di sepeda dengan mata tertutup dan kita bisa bersamanya untuk menstabilkan sepeda. Minta anak menaikkan lutut sampai di atas pinggang dan lalu minta ia mencari pedal dengan menggunakan kakinya.

5. Mengayuh sepeda

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Ajarkan anak mulai bergerak dari posisi berhenti. Minta anak duduk di sepeda dengan satu kaki menapak tanah dan kaki lain pada pedal. Ajarkan anak menekan pedal ke bawah. Seperti teknik meluncur yang telah ia kuasai, tekanan ini akan membuat sepeda mulai bergerak. Agar anak stabil saat ia bergerak ke depan, kita dapat menempatkan satu tangan pada bahu atau sadel sepeda.

6. Mengemudi dan mengayuh sepeda

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Ketika anak terbiasa mengayuh sepeda, ia dapat mulai berlatih berbelok. Minta anak bergerak membentuk lingkaran dan angka 8. Buat latihan lebih seru dengan permainan, seperti atur kerucut lalu lintas atau benda lain untuk anak lewati. Setelah belokan sederhana dapat dikuasai, coba pola yang lebih rumit. Misalnya, kita bisa letakkan 3 benda sehingga membentuk pola tertentu. Minat anak untuk coba melewatinya.

7. Menghentikan sepeda

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Minat anak berlatih perlahan menekan rem hingga ia bisa menggunakannya tanpa terjatuh. Untuk melatih kemampuan mengerem, coba permainan berikut, tempatkan benda sekitar 10 sampai 20 kaki di depan anak dan minta anak berhenti sebelum menabraknya. Setelah itu, variasikan jaraknya dan minta anak untuk berhenti.

8. Mengikuti arahan

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Setelah anak semakin jago mengendarai sepeda, gunakan sepeda kita dan minta anak mengikuti kita. Kayuh sepeda dengan kecepatan lambat di area yang mudah, dan sesekali berbelok. Lakukan juga latihan menggunakan kerucut lalu lintas.
Ingat untuk menyemangati anak agar berhasil, bukan fokus pada kesalahan yang dibuat anak. Salah satu bagian penting dari bersepeda bersama anak adalah tahu kapan berhenti dan beristirahat. Setelah anak dapat menguasai kemampuan ini, kita bisa jadikan bersepeda sebagai acara keluarga.

Berikut ini beberapa hal yang perlu dihindari ketika mengajarkan anak mengendarai sepeda:

1. Latihan di jalan raya

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Jalan raya adalah tempat yang berbahaya bagi anak untuk belajar mengendarai sepeda. Mulailah mengajarkan anak mengendarai sepeda di taman, lapangan, atau area parkir yang kosong.

2. Menahan sepeda dan mendorongnya sepanjang jalan

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Saat kita berlari di samping sepeda, tidak melepas pegangan dari sadel dan membantu anak meluncur, ini akan membuat sepeda oleng dan bertolak belakang dengan teknik keseimbangan yang harus dipelajari anak.

3. Memaksa anak terlalu dini bergerak lebih cepat atau lebih jauh

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Meskipun anak sudah bisa mengayuh sepeda dengan lancar, tetapi ini tidak berarti mereka siap untuk bersepeda jarak jauh. Biarkan mereka berlatih sebentar dengan kemampuan mereka. Jangan paksa mereka bersepeda di jalan atau di tempat yang mereka belum siap.

4. Memaksakan target pada anak

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Setelah kita berhasil mengajarkan anak mengendarai sepeda, jangan anggap ini seperti latihan sepeda untuk event yang lebih besar. Tujuan kita mengajarkan cara bersepeda ke anak adalah agar anak terbiasa bersepeda dan menyukainya, bukan menyuruhnya menjadi atlet sepeda sesuai keinginan kita. Cukup nikmati prosesnya dan nikmati waktu belajar sepeda bersama anak.

5. Merasa tertekan saat mengajarkan anak mengendarai sepeda

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Kita pasti mudah sekali merasa frustrasi saat anak tidak menerapkan apa yang kita ajarkan. Tetapi kita harus bersabar, dan membuat proses belajarnya lebih seru agar bisa membantu anak belajar mengendarai sepeda lebih mudah. Belajar mengendarai sepeda seharusnya tidak boleh terasa seperti sebuah kewajiban dan harus disertai reward yang memotivasi anak.
Read More

Friday, 11 October 2019

Konferensi Teheran


Konferensi Teheran
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Konferensi Teheran 1943

Menjelang kehancuran poros pada Perang Dunia II, Presiden Amerika Serikat, Franklin D. Roosevelt, Pemimpin Uni Soviet, Joseph Stalin, dan Perdana Menteri Inggris, Winston Cruchill mengadakan pembicaraan di Teheran, Iran pada tanggal 28 November sampai 1 Desember 1943. Pertemuan tersebut kemudian dikenal sebagai Konferensi Teheran dengan sandi EUREKA. Ketiga pemimpin negara besar tersebut kemudian dikenal luas sebagai The Big Three.
Berdasar pembicaraan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Konferensi Teheran memusatkan perhatian pada strategi militer yang perlu diambil guna mengalahkan tentara Nazi Jerman yang telah menguasai sebagian besar wilayah Eropa Barat. Perdana Menteri Inggris, Winston Cruchill mengajukan usul mengenai perlunya invasi tentara Sekutu menyeberangi Selat Kanal ke daratan Eropa. Hal ini perlu dilakukan mengingat semakin membanjirnya tentara Nazi Jerman ke Eropa Barat. Namun, usul ini ditolak oleh Uni Soviet, Uni Soveit sendiri mengemukakan rencananya untuk mengontrol Eropa Timur. Di dalam konferensi tersebut juga disetujui suatu rencana bahwa pada bulan Mei atau Juni 1944 pasukan Amerika Serikat dan Inggris akan menyerang Perancis yang telah diduduki oleh tentara Nazi Jerman.
Di samping itu, pada konferensi tersebut Joseph Stalin menyatakan bahwa ia menerima keputusan-keputusan Kairo yang diadakan beberapa bulan sebelumnya dalam pertemuan yang dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat, Franklin D. Roosevelt, Perdana Menteri Inggris, Winston Cruchill, dan Presiden Tiongkok Nasionalis, Chiang Kai Sek, untuk meneruskan perang sampai Jepang menyerah tanpa syarat.
Secara bersamaan pada konferensi ini juga mengakui kemerdekaan Iran. Ketiga negara menyadari bahwa perang telah mengakibatkan kesulitan ekonomi bagi Iran, dan mereka menyetujui untuk melanjutkan tersedianya bantuan ekonomi bagi pemerintah Iran sepanjang dimungkinkan, dengan memperhatikan beratnya beban kebutuhan di antara mereka yang disebabkan oleh operasi militer di seluruh dunia, dan kebutuhan transportasi, bahan baku, dan suplai bahan makanan untuk penduduk sipil.
Adapun secara lebih terperinci, kesimpulan dari Konferensi Teheran, antara lain:
1. Disepakati bahwa kaum partisan Yugoslavia harus diberikan dukungan perbekalan dan peralatan oleh komando operasi.
2. Disepakati bahwa sangat diperlukan sekali bergabungnya Turki sebelum akhir tahun sebagai sekutu dalam peperangan.
3. Apabila Turki bergabung dalam peperangan, maka Uni Soviet harus memberikan dukungannya.
4. Dicatatkan pada 30 November 1943 bahwa Perang Normandia akan dilangsungkan pada sekitar bulan Mei 1944, sehubungan dengan pelaksanaan operasi militer melawan pasukan Nazi Jerman di bagian selatan Perancis.
5. Disepakati bahwa staf militer dari tiga kekuatan besar harus senantiasa berhubungan satu sama lain.
6. Inggris dan Amerika Serikat berjanji kepada Joseph Stalin bahwa mereka akan mengirimkan pasukan ke wilayah Eropa Barat. Disepakati pula bahwa pasukan tersebut akan tiba di sana pada musim semi tahun 1944.
7. Atas desakan Joseph Stalin, perbatasan sebelum perang Polandia ditetapkan di sepanjang Sungai Oder dan Neisse serta garis demarkasi pada Batas Curzon.
8. Untuk sementara disetujui pula adanya suatu Perserikatan Bangsa-Bangsa.
9. Uni Soviet menyetujui untuk membiayai perang melawan Jepang setelah Jerman menyerah.
Read More

Kategori