Monday, 14 October 2019

Pedoman Penulisan Huruf Miring


Pedoman Penulisan Huruf Miring
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

huruf miring

Penggunaan penulisan huuf miring merupakan hal yang harus diperhatikan saat menulis. Penggunaan penulisan huruf miring yang baik dan benar diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Adapun penggunaan penulisan huruf miring digunakan pada sejumlah hal berikut:

1. Huruf miring dipakai untuk menuliskan judul buku, nama majalah, atau nama surat kabar yang dikutip dalam tulisan, termasuk dalam daftar pustaka
Misalnya:
a. Saya sudah membaca novel Bumi Manusia karangan Pramoedya Ananta Noer.
b. Majalah Manglé memupuk rasa kebanggan terhadap bahasa daerah, bahasa Sunda.
c. Berita itu muncul dalam surat kabar Priangan.
d. Nugraha, R. S. (2019). Pendidikan bagi Anak Sekolah Dasar. Tasikmalaya: Tinta Pendidikan Indonesia.

2. Huruf miring digunakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata dalam kalimat
Misalnya:
a. Huruf terakhir kata lompat adalah t.
b. Dia tidak menabrak, tetapi ditabrak.
c. Pada bab ini tidak dibahas mengenai pola hidup sehat.
d. Buatlah kalimat dengan menggunakan ungkapan besar kepala!

3. Huruf miring dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan dalam bahasa daerah atau bahasa asing
Misalnya:
a. Upacara ngaben menarik perhatian wisatawan asing yang berkunjung ke Bali.
b. Nama ilmiah dari padi ialah Oryza sativa.
c. Ungkapan bhinneka tunggal ika dijadikan semboyan negara Indonesia.

Adapun ada beberapa hal yang perlu dicermati dalam penulisan huruf miring, sebagai berikut:

1. Nama diri, seperti nama orang, lembaga, atau organisasi, dalam bahasa asing atau bahasa daerah tidak ditulis dengan huruf miring
Misalnya:
a. Thomas Alva Edison adalah penemu bola lampu.
b. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization disingkat UNESCO yaitu badan khusus Persatuan Bangsa-Bangsa yang mengurusi bidang pendidikan.
c. Sekar Roekoen merupakan organisasi para pemuda Sunda, didirikan oleh para siswa Sekolah Guru pada tahun 1919.

2. Kalimat atau teks berbahasa asing atau berbahasa daerah yang dikutip secara langsung dalam teks berbahasa Indonesia ditulis dengan huruf miring
Misalnya:
a. Flavell (dalam Desmita, 2010, hlm. 134) mengemukakan “metacognitive knowledge refers to acquired knowledge about cognitive processes, knowledge that can be used to control cognitive processes”.
b. Menurut wikipedia “A puzzle is a game, problem, or toy that tests a person's ingenuity or knowledge.

C. Di dalam teks tulisan tangan atau mesin tik (bukan komputer), bagian yang akan dicetak miring ditandai dengan garis bawah
Misalnya:
a. Saya berlangganan koran Radar.
b. Nama ilmiah dari manusia adalah Homo sapiens.
c. Indriani, S. P. (2019). Perkembangan Anak Usia Sekolah Dasar. Tasikmalaya: Tinta Pendidikan Indonesia.
Read More

Sunday, 13 October 2019

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

anak belajar bersepeda

Belajar mengendarai sepeda adalah momen penting bagi setiap anak. Naik sepeda dapat menjadi olahraga yang menyenangkan bagi anak. Anak biasanya belajar mengendarai sepeda pada usia 3 sampai 8 tahun.
Belajar mengendarai sepeda menjadi kemampuan penting yang perlu dikuasai setiap anak. Tentu akan ada insiden jatuh atau luka di lutut pada awal latihan, tetapi setelah anak menguasai cara mengendarai sepeda, kemampuan ini akan bermanfaat seumur hidupnya.
Selain dapat membuat fisik lebih sehat, ada banyak manfaat dalam mengendarai sepeda, antara lain:

1. Bersepeda membantu anak aktif

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Mendorong anak mengendarai sepeda, membantu ia membangun kebiasaan sehat yang mungkin bisa dipertahankan seumur hidup.

2. Bersepeda baik untuk kesehatan mental dan belajar anak

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Bersepeda bukan hanya meningkatkan kebugaran fisik, melainkan juga bermanfaat untuk perkembangan belajar dan kesehatan mental anak. Saat anak melakukan aktivitas fisik secara teratur, ia juga akan lebih bahagia, serta akan memberi anak lebih banyak kesempatan untuk melakukan interaksi.

3. Aktivitas yang dapat dilakukan dan dinikmati seluruh keluarga

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Bersepeda adalah aktivitas yang dapat dinikmati seluruh usia. Ayah, ibu, anak, dan bahkan kakek-nenek bisa menemani anak bersepeda. Perlu diingat bahwa inti bersepeda bersama keluarga adalah bersenang-senang. Jadi, mulailah dengan perlahan dan perbanyak jeda istirahat untuk si kecil agar tidak kecapekan.

4. Baik bagi lingkungan

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Mengajarkan anak mengendarai sepeda juga memiliki manfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang. Menggunakan sepeda untuk pergi ke rumah teman atau sekolah jika jaraknya dekat, dapat menurunkan emisi karbon, mengurangi kemacetan lalu lintas, dan mengatasi masalah parkir. Polusi dan kemacetan berkurang berarti lingkungan tempat tinggal sekitar kita jadi lebih bersih, lebih sehat, dan dapat mengurangi stress.

Adapun hal yang perlu dipersiapkan untuk mengajari anak mengendarai sepeda, antara lain:
1. Sering melihat kakaknya, teman, atau tetangga mengendarai sepeda. Hal ini dapat menjadi dorongan bagi anak untuk belajar.
2. Ketersediaan tempat yang aman untuk belajar bersepeda.
3. Merasa tertarik untuk belajar mengendarai sepeda.
Beberapa anak dapat mulai mengayuh sepeda roda tiga ketika berusia 1 hingga 3 tahun. Kebanyakan anak dapat mengendarai sepeda roda tiga dengan baik pada usia sekitar 3 tahun.
Saat harus memutuskan apakah anak harus mengendarai sepeda roda tiga dulu atau langsung ke sepeda roda dua dengan training wheels, beberapa orang tua lebih memilih salah satunya saja dengan alasan agar lebih hemat, tetapi banyak juga yang memilih keduanya. Sebenarnya dari kedua pilihan tersebut sama-sama baiknya.
Perlu diperhatikan untuk tidak membeli sepeda yang terlalu besar bagi anak. Hal ini dapat memperlambat dan menghambat proses belajar anak. Pastikan anak dapat berdiri dengan kedua kaki menapak tanah saat duduk di sepeda. Ia harus nyaman dan mempunyai kontrol terhadap sepeda yang dinaiki.
Helm harus terpasang di kepala, harus menutupi hingga bagian tengah dahi, tidak lebih dari 1 inci di atas alis. Bila helm terlalu tinggi di atas dahi atau bergerak-gerak lebih dari 1 inci ketika anak mendorong helm dari depan ke belakang atau ke samping, kita perlu mengganti helm dengan ukuran yang lebih pas. Anak juga dapat mengenakan sarung tangan, bantalan siku dan lutut saat bersepeda, dan pastikan tali sepatu terikat kencang, serta hindari celana yang longgar. Kesemuaan hal tersebut perlu dilakukan agar anak tetap aman saat belajar mengendarai sepeda.
Langkah-langkah mengajarkan anak mengendarai sepeda dijabarkan secara terperinci, sebagai berikut:

1. Belajar bersepeda tanpa pedal, naik ke atas sepeda, dan meluncur

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Minta anak duduk di sepeda agar ia bisa merasakan sensasi untuk menyeimbangkan sepeda. Setelah itu, tantang anak untuk mengangkat kaki dan meluncur. Anak dapat naik ke sepeda kita terlebih dahulu dan tunjukkan bagaimana cara meluncur dengan kaki terentang untuk menjaga keseimbangan.
Lalu coba permainan ini, hitung hingga 10 dan lihat apakah anak bisa meluncur dengan kaki tanpa menyentuh tanah selama 10 detik. Perlahan tambahkan waktunya ketika anak jadi lebih percaya diri. Coba nyanyikan lagu selama anak meluncur dengan kaki tidak menyentuh tanah.

2. Belajar bersepeda tanpa pedal, berbelok, dan mengemudi

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Setelah anak menguasai kemampuan untuk bergerak, meluncur, dan menikmatinya, lanjutkan untuk mengajarinya berbelok dan mengemudi. Mulailah dengan belokan memutar yang mudah. Buat latihan lebih seru dengan permainan mudah berikut:
a. Sediakan kerucut lalu lintas di pola tertentu dan minta anak berlatih mengemudi melewatinya.
b. Tempatkan sebuah benda di tengah jalan tempat latihan bersepeda dengan jarak 10 meter dari anak dan minta ia menuju benda tersebut dengan sepeda. Permainan ini mengajarkan anak untuk memperhatikan sesuatu lebih dulu, baru mengarahkan sepeda ke target tertentu. Coba tempatkan benda lain di jarak 15 meter, lalu 20 meter.

3. Naik sepeda dengan pedal

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Setelah anak dapat meluncur dengan kaki di atas, berbelok ketika meluncur, dan melihat ke depan ketika mengemudi, waktunya untuk memasang kembali pedal sepeda. Untuk saat ini, pastikan sadel tetap di posisi rendah agar anak dapat meletakkan kedua kaki di tanah untuk behenti.

4. Berlatih kesadaran pedal

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Ajarkan anak untuk duduk di sepeda dengan mata tertutup dan kita bisa bersamanya untuk menstabilkan sepeda. Minta anak menaikkan lutut sampai di atas pinggang dan lalu minta ia mencari pedal dengan menggunakan kakinya.

5. Mengayuh sepeda

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Ajarkan anak mulai bergerak dari posisi berhenti. Minta anak duduk di sepeda dengan satu kaki menapak tanah dan kaki lain pada pedal. Ajarkan anak menekan pedal ke bawah. Seperti teknik meluncur yang telah ia kuasai, tekanan ini akan membuat sepeda mulai bergerak. Agar anak stabil saat ia bergerak ke depan, kita dapat menempatkan satu tangan pada bahu atau sadel sepeda.

6. Mengemudi dan mengayuh sepeda

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Ketika anak terbiasa mengayuh sepeda, ia dapat mulai berlatih berbelok. Minta anak bergerak membentuk lingkaran dan angka 8. Buat latihan lebih seru dengan permainan, seperti atur kerucut lalu lintas atau benda lain untuk anak lewati. Setelah belokan sederhana dapat dikuasai, coba pola yang lebih rumit. Misalnya, kita bisa letakkan 3 benda sehingga membentuk pola tertentu. Minat anak untuk coba melewatinya.

7. Menghentikan sepeda

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Minat anak berlatih perlahan menekan rem hingga ia bisa menggunakannya tanpa terjatuh. Untuk melatih kemampuan mengerem, coba permainan berikut, tempatkan benda sekitar 10 sampai 20 kaki di depan anak dan minta anak berhenti sebelum menabraknya. Setelah itu, variasikan jaraknya dan minta anak untuk berhenti.

8. Mengikuti arahan

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Setelah anak semakin jago mengendarai sepeda, gunakan sepeda kita dan minta anak mengikuti kita. Kayuh sepeda dengan kecepatan lambat di area yang mudah, dan sesekali berbelok. Lakukan juga latihan menggunakan kerucut lalu lintas.
Ingat untuk menyemangati anak agar berhasil, bukan fokus pada kesalahan yang dibuat anak. Salah satu bagian penting dari bersepeda bersama anak adalah tahu kapan berhenti dan beristirahat. Setelah anak dapat menguasai kemampuan ini, kita bisa jadikan bersepeda sebagai acara keluarga.

Berikut ini beberapa hal yang perlu dihindari ketika mengajarkan anak mengendarai sepeda:

1. Latihan di jalan raya

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Jalan raya adalah tempat yang berbahaya bagi anak untuk belajar mengendarai sepeda. Mulailah mengajarkan anak mengendarai sepeda di taman, lapangan, atau area parkir yang kosong.

2. Menahan sepeda dan mendorongnya sepanjang jalan

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Saat kita berlari di samping sepeda, tidak melepas pegangan dari sadel dan membantu anak meluncur, ini akan membuat sepeda oleng dan bertolak belakang dengan teknik keseimbangan yang harus dipelajari anak.

3. Memaksa anak terlalu dini bergerak lebih cepat atau lebih jauh

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Meskipun anak sudah bisa mengayuh sepeda dengan lancar, tetapi ini tidak berarti mereka siap untuk bersepeda jarak jauh. Biarkan mereka berlatih sebentar dengan kemampuan mereka. Jangan paksa mereka bersepeda di jalan atau di tempat yang mereka belum siap.

4. Memaksakan target pada anak

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Setelah kita berhasil mengajarkan anak mengendarai sepeda, jangan anggap ini seperti latihan sepeda untuk event yang lebih besar. Tujuan kita mengajarkan cara bersepeda ke anak adalah agar anak terbiasa bersepeda dan menyukainya, bukan menyuruhnya menjadi atlet sepeda sesuai keinginan kita. Cukup nikmati prosesnya dan nikmati waktu belajar sepeda bersama anak.

5. Merasa tertekan saat mengajarkan anak mengendarai sepeda

Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda

Kita pasti mudah sekali merasa frustrasi saat anak tidak menerapkan apa yang kita ajarkan. Tetapi kita harus bersabar, dan membuat proses belajarnya lebih seru agar bisa membantu anak belajar mengendarai sepeda lebih mudah. Belajar mengendarai sepeda seharusnya tidak boleh terasa seperti sebuah kewajiban dan harus disertai reward yang memotivasi anak.
Read More

Friday, 11 October 2019

Konferensi Teheran


Konferensi Teheran
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Konferensi Teheran 1943

Menjelang kehancuran poros pada Perang Dunia II, Presiden Amerika Serikat, Franklin D. Roosevelt, Pemimpin Uni Soviet, Joseph Stalin, dan Perdana Menteri Inggris, Winston Cruchill mengadakan pembicaraan di Teheran, Iran pada tanggal 28 November sampai 1 Desember 1943. Pertemuan tersebut kemudian dikenal sebagai Konferensi Teheran dengan sandi EUREKA. Ketiga pemimpin negara besar tersebut kemudian dikenal luas sebagai The Big Three.
Berdasar pembicaraan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Konferensi Teheran memusatkan perhatian pada strategi militer yang perlu diambil guna mengalahkan tentara Nazi Jerman yang telah menguasai sebagian besar wilayah Eropa Barat. Perdana Menteri Inggris, Winston Cruchill mengajukan usul mengenai perlunya invasi tentara Sekutu menyeberangi Selat Kanal ke daratan Eropa. Hal ini perlu dilakukan mengingat semakin membanjirnya tentara Nazi Jerman ke Eropa Barat. Namun, usul ini ditolak oleh Uni Soviet, Uni Soveit sendiri mengemukakan rencananya untuk mengontrol Eropa Timur. Di dalam konferensi tersebut juga disetujui suatu rencana bahwa pada bulan Mei atau Juni 1944 pasukan Amerika Serikat dan Inggris akan menyerang Perancis yang telah diduduki oleh tentara Nazi Jerman.
Di samping itu, pada konferensi tersebut Joseph Stalin menyatakan bahwa ia menerima keputusan-keputusan Kairo yang diadakan beberapa bulan sebelumnya dalam pertemuan yang dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat, Franklin D. Roosevelt, Perdana Menteri Inggris, Winston Cruchill, dan Presiden Tiongkok Nasionalis, Chiang Kai Sek, untuk meneruskan perang sampai Jepang menyerah tanpa syarat.
Secara bersamaan pada konferensi ini juga mengakui kemerdekaan Iran. Ketiga negara menyadari bahwa perang telah mengakibatkan kesulitan ekonomi bagi Iran, dan mereka menyetujui untuk melanjutkan tersedianya bantuan ekonomi bagi pemerintah Iran sepanjang dimungkinkan, dengan memperhatikan beratnya beban kebutuhan di antara mereka yang disebabkan oleh operasi militer di seluruh dunia, dan kebutuhan transportasi, bahan baku, dan suplai bahan makanan untuk penduduk sipil.
Adapun secara lebih terperinci, kesimpulan dari Konferensi Teheran, antara lain:
1. Disepakati bahwa kaum partisan Yugoslavia harus diberikan dukungan perbekalan dan peralatan oleh komando operasi.
2. Disepakati bahwa sangat diperlukan sekali bergabungnya Turki sebelum akhir tahun sebagai sekutu dalam peperangan.
3. Apabila Turki bergabung dalam peperangan, maka Uni Soviet harus memberikan dukungannya.
4. Dicatatkan pada 30 November 1943 bahwa Perang Normandia akan dilangsungkan pada sekitar bulan Mei 1944, sehubungan dengan pelaksanaan operasi militer melawan pasukan Nazi Jerman di bagian selatan Perancis.
5. Disepakati bahwa staf militer dari tiga kekuatan besar harus senantiasa berhubungan satu sama lain.
6. Inggris dan Amerika Serikat berjanji kepada Joseph Stalin bahwa mereka akan mengirimkan pasukan ke wilayah Eropa Barat. Disepakati pula bahwa pasukan tersebut akan tiba di sana pada musim semi tahun 1944.
7. Atas desakan Joseph Stalin, perbatasan sebelum perang Polandia ditetapkan di sepanjang Sungai Oder dan Neisse serta garis demarkasi pada Batas Curzon.
8. Untuk sementara disetujui pula adanya suatu Perserikatan Bangsa-Bangsa.
9. Uni Soviet menyetujui untuk membiayai perang melawan Jepang setelah Jerman menyerah.
Read More

Wednesday, 9 October 2019

Dayung


Dayung
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

olahraga Dayung

Olahraga dayung tentunya sudah tidak asing, di mana kegiatan ini dilakukan umumnya di atas laut, danau, atau sungai. Jenis olahraga satu ini adalah olahraga tunggal atau beregu air. Dayung sendiri terbuat dari kayu. Secara tradisional memang dayung lebih dikenal sebagai suatu alat transportasi dibandingkan sebuah cabang olahraga.
Walaupun jenis perahu dayung memang sudah populer dari dahulu kala karena pada zaman kuno masyarakat sudah banyak yang menggunakan, namun sebagai jenis olahraga tersendiri memang olahraga dayung terbilang masih baru.
Pada tahun 1880-an, W. P. Stephens memperkenalkan perahu dayung, yakni sebuah perahu berukuran panjang, namun memiliki proporsi yang sempit. Pada kedua ujung perahu dibuat runcing dan dayung yang ada pada genggaman tangan yang digunakan untuk menggerakkan perahu dengan awak perahu yang seluruhnya menghadap ke depan.
Seiring perkembangannya, kejuaraan dayung mulai diselenggarakan di berbagai negara. Kemudian mulai lebih banyak perlombaan yang bermunculan dan diselenggarakan dengan tujuan bagi peserta memperebutkan gelar sebagai pendayung paling baik pada masa itu.
Olahraga dayung modern terdiri atas dua jenis, yakni rowing (kayak) dan canoeing (kano). Kedua nomor olahraga dayung tersebut dijelaskan lebih lanjut, sebagai berikut:

1. Rowing (kayak)

Dayung

Rowing atau kayak adalah nomor olahraga dayung dengan perahu yang sudah seimbang dan dilengkapi dayung. Perahu rowing ini berjalan mundur. Ada dua jenis nomor rowing yang diperlombakan, yakni scull (satu dayung) dan sweep (dua dayung). Nomor rowing yang dipertandingkan terdiri atas 1 orang, 2 orang, 4 orang, dan 8 orang.

2. Canoeing (kano)

Dayung

Canoeing atau kano adalah nomor olahraga dayung yang memiliki tingkat kesulitan tersendiri karena perahu belum dalam keadaan seimbang, sehingga mengharuskan pendayung yang mengikuti nomor ini berlatih agar dapat menyeimbangkan perahu. Nomor canoeing yang dipertandingkan biasanya terdiri atas 1 orang dan 2 orang.

Para atlet dayung perlu memiliki kemampuan teknik yang baik dikombinasikan dengan kapasitas fisik yang mumpuni. Adapun sejumlah teknik yang harus dipelajari dalam olahraga dayung, antara lain:
1. Dayung maju
Dayung maju adalah gerakan kayuhan dayung dari depan yang kemudian ditarik sampai ke belakang. Di dalam melakukan dayung maju, pastikan bahwa dayungan beralur lurus pada bagian pinggir lambung perahu. Tentu pada waktu melakukan dalam nomor beregu ada komando khusus yang dapat diikuti agar laju perahu dapat ke arah depan.
2. Dayung mundur
Dayung mundur adalah gerakan kayuhan dayung dari belakang lalu ditarik ke depan. Pastikan saat melakukan teknik dayung ini, dayungan beralur lurus pada bagian pinggir lambung perahu. Gerakan pada teknik ini pada nomor beregu juga ditentukan oleh komando khusus agar laju perahu benar-benar dapat ke arah belakang secara sempurna.
3. Dayung geser kanan
Pada teknik dayung ini, gerakan kayuhan dayung akan dibagi menjadi 2 tim. Pada tim pertama, para pendayung perlu duduk di sebelah kiri dan kayuhannya dilakukan dari luar mengarah ke dalam lambung perahu yang harus searah 90 derajat. Sementara itu, tim kedua setiap pendayungnya duduk pada sisi kanan dan kayuhan dilakukan dari dalam ke arah luar menjauh searah 90 derajat juga. Tujuan teknik ini tentunya supaya perahu bisa berbelok ke arah kanan.
4. Dayung geser kiri
Untuk teknik ini, gerakan kayuhan pun sama seperti pada teknik dayung geser kanan di mana pendayung dibagi menjadi 2 tim yang duduk di sebelah kanan dan kiri. Para pendayung yang duduk di sisi kanan, lakukan kayuhan dari luar ke dalam searah 90 derajat, sedangkan pendayung pada sisi kiri melakukan kayuhan dari dalam ke luar searah 90 derajat. Tujuan teknik gerakan ini adalah agar perahu dapat berbelok atau bergeser mengarah ke sebelah kiri.
5. Dayung kanan mundur
Ada pula teknik di mana kayuhan dayung dapat diatur kanan mundur dan lagi-lagi pada teknik ini ada 2 tim. Tim pertama ada di sisi kanan di mana kayuhan dayungnya dilakukan mundur, sementara tim kedualah yang berada pada sisi kiri sambil mengayuh dayung maju.
6. Dayung kiri mundur
Pada dayung kiri mundur juga terdapat 2 tim lagi dalam satu perahu di mana tim pertama ada di sebelah kiri bertugas mengayuh mundur dan tim kedualah yang ada di sisi kanan dan bertugas mengayuh maju.
7. Berhenti
Tentu saja perahu tidak akan terus lanjut didayung dan ada saatnya bagi perahu atau dayungan untuk berhenti. Saat perahu melaju sangat cepat, komando stop akan diberikan dan para pendayung bisa berhenti mengayuh .
Ketika sebuah tim dayung memegang dayung pada posisi berhenti, pendayung perlu memegang dayung lalu meletakkannya tepat pada bagian atas paha yang diserongkan ke arah belakang searah 45 derajat. Tujuan dari aksi gerakan ini adalah supaya mencegah kecelakaan yang berpotensi terjadi di atas perahu, yakni sewaktu sirip dayung yang ada di luar menyenggol benda keras.
Pada olahraga dayung nomor beregu, setiap tim pasti memiliki seorang kapten dan awak perahu lainnya perlu melakukan dayungan sesuai komando dari kapten. Maka dari itu, pada dayung beregu diutamakan kerja sama dan kekompakkan tim. Adapun komando singkat yang biasanya secara jelas disampaikan oleh sang kapten, sebagai berikut:
1. Kuat, artinya awak perahu bisa mendayung lebih kuat.
2. Maju, artinya awak perahu dapat mendayung ke arah depan untuk maju.
3. Belok kiri, artinya awak perahu yang ada di sisi kiri harus mendayung balik, sementara awak perahu di sisi kanan harus mendayung maju.
4. Belok kanan, artinya awak perahu yang ada di sisi kanan harus mendayung balik, sementara awak perahu di sisi kiri harus mendayung maju.
5. Dayung balik, artinya awak perahu seluruhnya perlu mendayung balik secara bersama-sama.
6. Tarik kiri, artinya awak perahu di sisi kiri mendayung tarik, sementara yang ada di sisi kanan mendayung menyamping.
7. Tarik kanan, artinya awak perahu di sisi kanan mendayung tarik, sementara yang ada di sisi kiri mendayung menyamping.
Beberapa peraturan olahraga dayung dalam olimpiade yang perlu diperhatikan, sebagai berikut:
1. Jarak lomba olahraga dayung sekitar 2000 meter.
2. Ada bola karet pada setiap perahu yang digunakan untuk mendayung berdiameter 4 cm, di mana fungsinya sebagai peminimalisir kerusakan apabila terjadi benturan.
3. Perahu untuk nomor 8 orang memiliki panjang 13,4 meter dengan berat 52 kg.
4. Perahu untuk nomor 4 orang memiliki panjang 10,4 meter dengan berat 27 kg.
5. Perahu untuk nomor 1 orang dan 2 orang memiliki panjang 8, 2 meter dengan berat 14 kg.
6. Kategori scull memiliki panjang dayung 2,92 meter sedangkan kategori sweep memiliki panjang dayung 3,78 meter.
Read More

Kategori