Monday, 14 October 2019

Pedoman Penulisan Huruf Miring


Pedoman Penulisan Huruf Miring
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

huruf miring

Penggunaan penulisan huuf miring merupakan hal yang harus diperhatikan saat menulis. Penggunaan penulisan huruf miring yang baik dan benar diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Adapun penggunaan penulisan huruf miring digunakan pada sejumlah hal berikut:

1. Huruf miring dipakai untuk menuliskan judul buku, nama majalah, atau nama surat kabar yang dikutip dalam tulisan, termasuk dalam daftar pustaka
Misalnya:
a. Saya sudah membaca novel Bumi Manusia karangan Pramoedya Ananta Noer.
b. Majalah Manglé memupuk rasa kebanggan terhadap bahasa daerah, bahasa Sunda.
c. Berita itu muncul dalam surat kabar Priangan.
d. Nugraha, R. S. (2019). Pendidikan bagi Anak Sekolah Dasar. Tasikmalaya: Tinta Pendidikan Indonesia.

2. Huruf miring digunakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata dalam kalimat
Misalnya:
a. Huruf terakhir kata lompat adalah t.
b. Dia tidak menabrak, tetapi ditabrak.
c. Pada bab ini tidak dibahas mengenai pola hidup sehat.
d. Buatlah kalimat dengan menggunakan ungkapan besar kepala!

3. Huruf miring dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan dalam bahasa daerah atau bahasa asing
Misalnya:
a. Upacara ngaben menarik perhatian wisatawan asing yang berkunjung ke Bali.
b. Nama ilmiah dari padi ialah Oryza sativa.
c. Ungkapan bhinneka tunggal ika dijadikan semboyan negara Indonesia.

Adapun ada beberapa hal yang perlu dicermati dalam penulisan huruf miring, sebagai berikut:

1. Nama diri, seperti nama orang, lembaga, atau organisasi, dalam bahasa asing atau bahasa daerah tidak ditulis dengan huruf miring
Misalnya:
a. Thomas Alva Edison adalah penemu bola lampu.
b. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization disingkat UNESCO yaitu badan khusus Persatuan Bangsa-Bangsa yang mengurusi bidang pendidikan.
c. Sekar Roekoen merupakan organisasi para pemuda Sunda, didirikan oleh para siswa Sekolah Guru pada tahun 1919.

2. Kalimat atau teks berbahasa asing atau berbahasa daerah yang dikutip secara langsung dalam teks berbahasa Indonesia ditulis dengan huruf miring
Misalnya:
a. Flavell (dalam Desmita, 2010, hlm. 134) mengemukakan “metacognitive knowledge refers to acquired knowledge about cognitive processes, knowledge that can be used to control cognitive processes”.
b. Menurut wikipedia “A puzzle is a game, problem, or toy that tests a person's ingenuity or knowledge.

C. Di dalam teks tulisan tangan atau mesin tik (bukan komputer), bagian yang akan dicetak miring ditandai dengan garis bawah
Misalnya:
a. Saya berlangganan koran Radar.
b. Nama ilmiah dari manusia adalah Homo sapiens.
c. Indriani, S. P. (2019). Perkembangan Anak Usia Sekolah Dasar. Tasikmalaya: Tinta Pendidikan Indonesia.


EmoticonEmoticon