Wednesday, 18 December 2019

Pedoman Penggunaan Tanda Baca Petik Tunggal


Pedoman Penggunaan Tanda Baca Petik Tunggal
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

tanda baca petik tunggal

Penggunaan tanda baca petik tunggal merupakan hal yang harus diperhatikan dalam menulis. Penggunaan tanda baca petik tunggal yang baik dan benar diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Adapun penggunaan tanda baca petik tunggal digunakan pada sejumlah hal berikut:

1. Tanda baca petik tunggal digunakan untuk mengapit petikan yang terdapat dalam petikan lain
Misalnya:
a. Putri bertanya, “Kau dengar bunyi ‘kring-kring’ tadi?”
b. “Kuingat nasihat ibuku, ‘jangan membuang sampah sembarangan’ dan nasihat itu terus kuikuti,” kata Ani.
c. “Kita patut bangga karena lagu ‘Indonesia Raya’ berkumandang di arena olimpiade,” ujar salah satu atlet Indonesia.

2. Tanda baca petik tunggal digunakan untuk mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan
Misalnya:
a. Tergugat ‘yang digugat’
b. Retina ‘dinding mata bagian dalam’
c. Punten ‘salam khas masyarakat Sunda’
d. Policy ‘kebijakan’
e. Wisdom ‘kebijaksanaan’
f. Money politics ‘politik uang’
g. Feedback ‘balikan’
h. Try out ‘uji coba’

Referensi
Tim Pengembang Pedoman Bahasa Indonesia (2016). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 


EmoticonEmoticon