Sunday, 29 December 2019

Peta


Peta
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Istilah peta berasal dari bahasa Yunani, mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Peta dapat diartikan sebagai gambaran seluruh atau sebagian dari permukaan bumi yang diperkecil pada sebuah bidang datar atau diproyeksikan dalam dua dimensi dengan metode dan perbandingan tertentu. Gambar yang ada pada peta merupakan informasi geografis yang berhubungan dengan bentuk wilayah beserta kenampakan alam atau budaya, seperti sungai, gunung, danau, rawa, laut, batas wilayah, perkampungan, kota, jalan raya, dan lain-lain.
Peta yang dapat kita temukan sangat banyak jenisnya, tergantung pada tujuan pembuatan peta, jenis simbol dan skala yang digunakan, atau kecenderungan penonjolan bentuk fenomena yang akan digambarkan.
Berdasarkan isi peta, peta dikelompokkan sebagai berikut:

1. Peta umum
Peta umum adalah peta yang menggambarkan seluruh kenampakan yang ada di permukaan bumi. Kenampakan tersebut dapat bersifat alami, misalnya sungai, ataupun buatan, misalnya jalan raya. Jenis peta yang termasuk ke dalam peta umum, antara lain:
a. Peta dunia, menyajikan informasi tentang bentuk dan letak wilayah setiap negara di dunia.

Peta

b. Peta korografi, menggambarkan sebagian atau seluruh permukaan bumi yang bercorak umum dan berskala kecil.

Peta

c. Peta topografi, menyajikan informasi tentang permukaan bumi dan reliefnya, ditambah kenampakan lain, seperti perairan, fisik, dan budaya untuk melengkapi.

Peta
 
2. Peta khusus
Peta khusus atau tematik adalah peta yang menggambarkan atau menyajikan informasi kenampakan tertentu (spesifik) di permukaan bumi. Pada peta ini, penggunaan simbol merupakan ciri yang ditonjolkan sesuai tema yang dinyatakan pada judul peta. Jenis peta yang termasuk ke dalam peta khusus, antara lain:
a. Peta iklim, menyajikan tema iklim dengan menggunakan simbol warna.

Peta

b. Peta sumber daya alam, menyajikan tema potensi sumber daya alam yang ada di suatu negara atau wilayah dengan menggunakan simbol-simbol yang menggambarkan jenis-jenis sumber daya alam.

Peta

c. Peta tata guna lahan, menyajikan tema pola pegunungan lahan suatu wilayah dengan menggunakan simbol-simbol yang menggambarkan lahan pertanian, kawasan industri, pemukiman, dan lain-lain.

Peta

d. Peta persebaran penduduk, menyajikan tema perbedaan kepadatan penduduk dengan menggunakan simbol titik atau lingkaran (semakin banyak dan padat jumlah titik di suatu wilayah, maka semakin padat penduduk pada wilayah tersebut).

Peta

e. Peta geologi, menyajikan tema jenis-jenis batuan dengan menggunakan simbol-simbol warna, di mana setiap warna menunjukkan jenis batuan tertentu.

Peta

Skala peta juga dibuat bermacam-macam tergantung pada tujuan dan kebutuhannya. Berdasarkan skalanya, peta dikelompokkan menjadi:
1. Peta kadaster, yaitu peta yang memiliki skala antara 1 : 100 sampai dengan 1 : 5.000. Contohnya peta hak milik tanah.
2. Peta skala besar, yaitu peta yang memiliki skala antara 1 : 5.000 sampai dengan 1 : 250.000. Contohnya peta topografi.
3. Peta skala sedang, yaitu peta yang memiliki skala antara 1 : 250.000 sampai dengan 1 : 500.000. Contohnya peta kabupaten per provinsi.
4. Peta skala kecil, yaitu peta yang memiliki skala antara 1 : 500.000 sampai dengan 1 : 1000.000. Contohnya peta provinsi di Indonesia.
5. Peta geografi, yaitu peta yang memiliki skala lebih kecil dari 1 : 1.000.000. Contohnya peta dunia.
Tidak semua peta memiliki keakuratan yang tinggi. Hal ini sangat tergantung pada cara pembuatannya. Berdasar cara pembuatannya, peta dikategorikan, sebagai berikut:
1. Peta terrestrial
Peta ini digambar berdasarkan hasil pengamatan dan pengukuran langsung si lapangan. Cara ini masih bersifat konvensional yang sudah dimulai sejak manusia mampu melakukan perjalanan, kemudian digambarkan dalam bentuk peta sederhana dengan tingkat akurasi yang rendah. Pembuatan peta terrestrial untuk wilayah yang luas membutuhkan waktu yang sangat lama, karena manusia tidak mungkin mampu menggambarkan wilayah yang luas, seperti pulau, negara, atau benua.
2. Peta hasil penginderaan jauh
Peta hasil penginderaan jauh digambar berdasarkan hasil rekayasa dari foto udara atau foto satelit. Hasil rekaman kamera atau sensor yang dibawa oleh pesawat terbang dan satelit diolah terlebih dahulu sebelum diterjemahkan menjadi peta. Membuat foto udara atau citra satelit diperlukan biaya sangat mahal, tetapi peta hasil penginderaan jauh memiliki keunggulan dibandingkan peta hasil pengukuran terrestrial, karena penyajian informasi geografisnya lebih lengkap, dibuat dalam waktu relatif singkat, dan dapat menggambar perubahan kenampakan tertentu di permukaan bumi.
Peta yang baik biasanya dilengkapi dengan komponen-komponen peta, agar peta mudah dibaca, ditafsirkan, dan tidak membingungkan. Adapun komponen-komponen yang harus dipenuhi dalam sebuah peta, di antaranya:

1. Judul peta
Judul peta memuat isi peta. Dari judul peta, kita dapat segera mengetahui daerah mana yang tergambar dalam peta tersebut, contohnya Peta Persebaran Penduduk Kota Tasikmalaya. Judul peta merupakan komponen yang sangat penting karena biasanya pengguna sebelum membaca isi peta, terlebih dahulu membaca judul peta. Judul peta hendaknya memuat informasi yang sesuai dengan isi peta. Judul peta biasanya diletakkan di bagian tengah atas peta, walaupun dapat juga diletakkan di bagian lain, asalkan tidak mengganggu kenampakan dari keseluruhan peta.

2. Skala peta

Peta

Skala adalah perbandingan jaran antara dua titik sembarang di peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi, dengan satuan ukuran yang sama. Skala ini sangat erat kaitannya dengan data yang disajikan dalam peta. Skala peta dibuat dengan menggunakan rumus: skala peta = jarak objek di peta : jarak objek di permukaan bumi.
Apabila ingin menyajikan data yang rinci, maka digunakan skala besar, misalnya 1 : 5.000. Sebaliknya, apabila ingin ditunjukkan hubungan kenampakan secara keseluruhan, digunakan skala kecil, misalnya skala 1 : 1000.000.

3. Legenda atau keterangan

Peta

Legenda pada peta menerangkan arti dari simbol-simbol yang terdapat pada peta. Legenda harus dipahami oleh pengguna peta, agar tujuan pembuatan peta mencapai sasaran. Legenda biasanya diletakkan di pojok kiri bawah peta. Selain itu, legenda peta dapat juga diletakkan pada bagian lain peta, sepanjang tidak mengganggu kenampakan peta secara keseluruhan.

4. Tanda arah atau tanda orientasi

Peta

Tanda arah atau orientasi pada peta berfungsi untuk menunjukkan arah mata angin sehingga menghindari kekeliruan pada pengguna peta. Tanda arah peta biasanya berbentuk tanda panah yang menunjuk ke arah utara. Petunjuk ini diletakkan di bagian mana saja dari peta, asal tidak mengganggu kenampakan peta.

5. Simbol
Agar peta dapat lebih informatif, maka perlu diperhatikan penggunaan simbol dan warna dalam pembuatan peta agar informasi yang disampaikan tidak membingungkan.
Simbol-simbol dalam peta harus memenuhi syarat tertentu agar dapat menginformasikan hal-hal yang digambarkan dengan tepat. Syarat-syarat tersebut, di antaranya: sederhana, mudah dimengerti, dan bersifat umum.
Simbol peta berdasarkan bentuknya, terdiri atas:
a. Simbol titik, digunakan untuk menyajikan tempat atau data posisional, contohnya simbol kota.

Peta

b. Simbol garis, digunakan untuk menyajikan data geografis, misalnya simbol sungai.

Peta

c. Simbol luasan (area), digunakan untuk menunjukkan kenampakan area, misalnya simbol danau.

Peta

Simbol peta berdasarkan sifatnya, terdiri atas:
a. Simbol yang bersifat kualitatif, digunakan untuk membedakan persebaran benda yang digambarkan. Misalnya untuk menggambarkan daerah penyebaran hutan, jenis tanah, penduduk, dan lainnya.

Peta

b. Simbol yang bersifat kuantitatif, digunakan untuk membedakan atau menyatakan jumlah. Misalnya menggambarkan kepadatan penduduk. Semakin rapat jarak antara titik menunjukkan daerah tersebut tingkat kepadatan penduduknya semakin tinggi.

Peta

Simbol peta berdasarkan fungsinya, terdiri atas:
a. Simbol daratan, digunakan untuk simbol-simbol permukaan bumi di daratan, seperti gunung, pegunungan, gunung api.

Peta

b. Simbol perairan, digunakan untuk simbol-simbol bentuk perairan, seperti pesisir pantai, sungai, danau.

Peta

c. Simbol budaya, digunakan untuk simbol-simbol bentuk hasil budaya, seperti candi, keraton, mesjid, dan sebagainya.

Peta


6. Sumber dan tahun pembuatan peta
Sumber memberi kepastian kepada pembaca peta, bahwa data dan informasi yang disajikan dalam peta tersebut benar-benar absah. Selain sumber, perhatikan juga tahun pembuatannya agar dapat diketahui bahwa peta tersebut masih cocok atau masih dapat digunakan.


EmoticonEmoticon