Wednesday, 1 January 2020

Banjir


Banjir
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

Banjir merupakan fenomena alam yang dapat terjadi di suatu kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai. Secara sederhana, banjir dapat diartikan sebagai hadirnya air di suatu kawasan luas, sehingga menutupi permukaan bumi kawasan tersebut.
Terdapat berbagai macam banjir yang disebabkan oleh sejumlah hal, sebagai berikut:

1. Banjir air

Banjir

Banjir ini merupakan banjir yang paling umum terjadi. Penyebab banjir ini adalah meluapnya air sungai, danau, atau selokan sehingga air akan meluber, kemudian menggenangi daratan. Umumnya banjir seperti ini disebabkan oleh hujan yang turun secara terus-menerus sehingga sungai atau danau tidak mampu menampung air.

2. Banjir cileunang

Banjir

Jenis banjir ini hampir sama dengan banjir air. Namun, banjir cileunang disebabkan oleh hujan yang sangat deras dengan debit air yang sangat banyak. Banjir terjadi karena air hujan yang melimpah ini tidak dapat segera mengalir melalui saluran atau selokan di sekitar rumah warga. Jika banjir air dapat terjadi dalam waktu yang relatif lama, maka banjir cileunang adalah banjir dadakan atau langsung terjadi saat hujan tiba.

3. Banjir bandang

Banjir

Banjir bandang tidak hanya mengangkut materi berupa air, namun juga mengangkut material berupa lumpur. Banjir jenis ini jelas lebih berbahaya daripada banjir air karena seseorang tidak mampu berenang di tengah banjir seperti ini untuk menyelamatkan diri. Banjir bandang mampu menghanyutkan apapun, karena itu daya rusaknya sangat tinggi. Banjir ini biasa terjadi di area dekat pegunungan, di mana tanah pegunungan seolah longsor karena air hujan, lalu ikut terbawa air ke daratan yang lebih rendah. Material ini tentu dapat merusak pemukiman warga yang berada di wilayah sekitar pegunungan.

4. Banjir rob (laut pasang)

Banjir

Banjir rob adalah banjir yang disebabkan oleh pasangnya air laut. Air laut yang pasang ini umumnya akan menahan air sungai yang sudah menumpuk, akhirnya mampu menjebol tanggul dan menggenangi daratan.

5. Banjir lahar dingin

Banjir

Banjir lahar dingin hanya terjadi ketika erupsi gunung berapi. Erupsi ini mengeluarkan lahar dingin dari puncak gunung dan mengalir ke daratan yang ada di bawahnya. Lahar dingin  mengakibatkan pendangkalan sungai, sehingga air sungai akan mudah meluap dan dapat meluber ke pemukiman warga.

6. Banjir lumpur

Banjir

Banjir ini mirip dengan banjir bandang, namun lebih didominasi oleh lumpur. Lumpur yang keluar dari dalam permukaan bumi bukan merupakan lumpur biasa, tetapi mengandung bahan dan gas kimia tertentu yang berbahaya. Banjir jenis ini biasanya terjadi karena kesalahan pengeboran permukaan bumi.

Adapun penyebab terjadinya banjir, secara umum dijabarkan sebagai berikut:
1. Saluran air yang buruk
Pada kota-kota besar, banjir kerap terjadi biasanya dikarenakan saluran air yang mengalirkan air hujan dari jalan ke sungai sudah tidak terawat. Banyak saluran air di perkotaan yang tertutup sampah, memiliki ukuran yang kecil, bahkan tertutup beton bangunan sehingga fungsinya sebagai saluran air tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya, kemudian terjadi genangan air di jalanan yang menyebabkan banjir.
2. Daerah resapan air yang kurang
Daerah resapan air merupakan suatu daerah yang banyak ditanami pohon atau yang memiliki danau yang berfungsi untuk menampung atau menyerap air ke dalam tanah dan disimpan sebagai cadangan air tanah. Akan tetapi, karena di daerah perkotaan seiring meningkatnya bangunan yang dibangun sehingga menggeser fungsi lahan hijau sebagai resapan air menjadi bangunan beton yang tentunya akan menghambat air untuk masuk ke dalam tanah. Sehingga terjadi genangan air yang selanjutnya terjadi banjir.
3. Penebangan pohon secara liar
Pohon memiliki fungsi untuk mempertahankan kontur tanah agar tetap pada posisinya, sehingga tidak terjadi longsor, selain itu pohon juga memiliki fungsi untuk menyerap air. Jika pada wilayah yang seharusnya memiliki pohon yang rimbun seperti daerah pegunungan ternyata pohonnya ditebangi secara liar, maka sudah pasti jika terjadi hujan pada daerah tersebut air hujannya tidak akan diserap ke dalam tanah, tetapi akan langsung mengalir ke daerah rendah yang menyebabkan banjir.
4. Sungai yang tidak terawat
Sungai sebagai media mengalirnya air yang tertampung dari hujan dan saluran air menuju ke laut lepas tentunya sangat memegang peranan penting pada terjadi atau tidaknya banjir di suatu daerah. Jika sungai rusak dan tercemar tentu fungsinya sebagai aliran air menuju ke laut akan terganggu dan akan terjadi banjir.
Biasanya kerusakan sungai terjadi karena endapan tanah atau sedimentasi yang tinggi, sampah yang dibuang ke sungai sehingga terjadi pendangkalan, dan fungsi sempadan sungai atau bantaran sungai yang disalahgunakan menjadi pemukiman warga.
5. Kesadaran masyarakat yang kurang baik
Sikap masyarakat yang kurang sadar terhadap lingkungan sangat bepengaruh pada resiko terjadinya banjir. Sikap masyarakat yang kurang sadar mengenai membuang sampah pada tempatnya, menjaga keasrian lingkungan, dan pentingnya menanami pohon menjadi faktor penting untuk terjaganya lingkungan dan agar terhindar dari bencana banjir.
Dampak yang dapat ditimbulkan dari banjir, antara lain:
1. Kerusakan fisik, berupa rusaknya jalan, sarana umum, bangunan, sistem selokan, dan lain sebagainya.
2. Menipisnya persediaan air karena terkontaminasi oleh air banjir yang kotor.
3. Rawannya penyebaran penyakit melalui air.
4. Kelangkaan hasil tani yang disebabkan oleh gagal panen karena tanaman rusak oleh banjir.
5. Rusaknya tempat tinggal bagi manusia, serta habitat bagi hewan dan tumbuhan.
6. Jalur transportasi rusak.
Mencegah dan menanggulangi banjir tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata atau orang perorang saja. Dibutuhkan komitmen dan kesadaran berbagai pihak untuk bekerjasama dalam mencegah banjir. Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan, di antaranya: (1) membuat lubang-lubang serapan air, (2) memperbanyak ruang terbuka hijau, dan (3) mengubah perilaku masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan.
Partisipasi seluruh elemen masyarakat harus dilakukan secara terorganisir dan terkoordinasi agar dapat terlaksana secara efektif. Sebuah organisasi masyarakat sebaiknya dibentuk untuk mengambil tindakan-tindakan awal dan mengatur peran serta masyarakat dalam penanggulangan banjir. Penanggulangan banjir dilakukan secara bertahap, mulai dari pencegahan sebelum bajir, penangangan saat banjir terjadi, dan pemulihan setelah banjir. Pencegahan dilakukan secara menyeluruh, berupa kegiatan fisik, seperti pembangunan sarana pengendali banjir di wilayah sungai dan di wilayah yang rawan banjir, serta kegiatan non-fisik seperti pengelolaan tata guna lahan sampai sistem peringatan dini bencana banjir.


EmoticonEmoticon