Monday, 13 January 2020

Pedoman Penggunaan Tanda Baca Kurung


Pedoman Penggunaan Tanda Baca Kurung
Karya: Rizki Siddiq Nugraha

tanda kurung

Penggunaan tanda baca kurung merupakan hal yang harus diperhatikan dalam menulis. Penggunaan tanda baca kurung yang baik dan benar diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Adapun penggunaan tanda baca kurung digunakan pada sejumlah hal berikut:

1. Tanda baca kurung digunakan untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan
Misalnya:
a. Dia sedang membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP).
b. Ryuji akan memperpanjang SIM (Surat Izin Mengemudi).
c. Lokakarya (workshop) tersebut akan diadakan di kota Tasikmalaya.

2. Tanda baca kurung digunakan untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat
Misalnya:
a. Keterangan itu (lihat pada Tabel 9) menunjukkan perkembangan ekonomi kota Tasikmalaya.
b. Sajak Tranggono yang berjudul “Ubud” (nama tempat yang terkenal di Bali” ditulis pada tahun 1962.
c. Dia akan menyanyikan lagu berjudul “Manuk Dadali” (salah satu lagu tradisional masyarakat Jawa Barat).

3. Tanda baca kurung dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang keberadaannya di dalam teks dapat dimunculkan atau dihilangkan
Misalnya:
a. Ayah berangkat ke kantor selali menaiki (bus) Transjakarta.
b. Pesepak bola itu berasal dari (kota) Bandung.
c. Kita sedang menuju (bandara) Soekarno-Hatta.
4. Tanda baca kurung digunakan untuk mengapit huruf atau angka yang digunakan sebagai penanda pemerincian
Misalnya:
a. Faktor produksi menyangkut (a) bahan baku, (b) biaya produksi, dan (c) tenaga kerja.
b. Dia harus melengkapi berkas lamarannya dengan melampirkan
(1) akta kelahiran,
(2) ijazah terakhir, dan
(3) surat keterangan sehat.

Referensi
Tim Pengembang Pedoman Bahasa Indonesia (2016). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


EmoticonEmoticon